Sinopsis Mother of Mine Episode 15 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 15 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini.… so, mian ya guys, miminnya lagi kurang sehat jadi buatnya agak telat gitu yaaa… untungnya ada beberapa hari libur di minggu-minggu ini.

“Sudah lama tidak jumpa, kakak.” Ucap In Sook.

“Kenapa kamu kemari, jalang? Hah?” mimik Emak seakan marah sekaligus bersedih.

“Kamu berubah sama sekali. Meski aku tidak berharap kamu akan menyambutku, ini tetap agak mengecewakan. Kita tidak saling bertemu selama 28 tahun.”

“Benar. 28 tahun. sudah tepat 28 tahun. kamu tahu sekali. Bisa-bisanya kamu muncul saat tengah malam begini seperti hantu.”

“Kakak…”

“Jangan sebut namaku. Apa kamu sungguh manusia?” Emak mulai meninggikan suaranya.

“Kamu masih sama saja.”

“Kamu tidak ada bedanya!!! Hatimu sedingin es. Sifatmu licik seperti ular!!! Kamu mengabaikan anakmu sendiri!”

“Hyun-nim….”

“Kamu tidak bisa dianggap ibu. Kamu tidak berhak melahirkan anak. Kamu lebih buruk dari binatang! Bahkan binatang tidak mengabaikan anak mereka!!! pergi sono!!!! Minggato!!!! Keluar dari sini!!!”

Eh In Sook malah duduk. “Yakk!!! Beraninya kamu duduk!!! Pergi sekarang juga. Keluarlah!!!”

“Apa Seung Yeon. Baik-baik saja?” Tanya In Sook yang nggak tahu anaknya jadi Mi Ri.

“Apa lu kate jalang?”

“Kutanya, apa Seung Yeon baik-baik saja?”

“Kamu sungguh penasaran soal itu? kamu memberiku uang untuk mengirimnya ke amerika. Tapi kenpa tiba-tiba kamu mau tahu?”

“Apa dia baik-baik saja di amerika?”

“Tentu saja. kabarnya sangat baik. Dia menikmati hidupnya di sana!”

“Syukurlah.” Ucap In Sook.

“Syukurlah? Kenapa kamu bisa bersyukur? Kamu merasa bersyukur karena anakmu hidup dalam kebisuan mecekam dan tidak boleh mencari ibunya?”

“Aku kemari untuk mengatakan sesuatu. Aku mengatakan ini hanya untuk memastikan. Aku mengatakan ini kepadamu dan Seung Yeon.” In Sook bangkit dari kursinya. “Berjanjilah untuk hidup seperti ini selamanya.”

“Apa?”

“Seperti hidup yang telah lama kita jalani, mari saling mengabaikan satu sama lain. aku datang untuk mengatakan ini.”

Emak mulai menangis dalam tawanya. “Memangnya apa salah kami kepadamu? Hah?”

“Aku hanya merasa itu keputusan yang baik untuk kita semua. Aku permisi.” In Sook pun pergi.

Emak kalut, ia menyalakan listriknya kembali dan masuk ke dapur. Ia mencari garam. Di luar, In Sook pergi dengan menangis.

Emak yang sudah mengambil garam seember. Lari ke depan kedai sambil melempar garam. Seperti mengusir roh jahat, budaya korea. “Yak!!! Kamu wanita jahara!!! Kamu nenek sihir keji!!! Jangan berani-beraninya kemari!!! Dasar jalang tidak tahu diri!!! Wanita paling buruk di dunia!!!”

Begitulah sumpah serapah keluar dari mulut Emak hingga ia terduduk sambil menangis.

Dan yhaaa… jujur saya nangis di episode kali ini. akting emak juarak!!!

***

Emak yang bersedih, menelpon Mi Sun yang masih bekerja di bank.

“Ya… Omma…”

“Bisakah kamu menemui ibu sekarang?” Emak bicara sambil menangis.

“Ada apa, Bu?”

“Cepatlah!!! Lekaslah kemari. Ibu mohon.”

“Ada apa? Ibu sakit? Paman di mana? Dia sudah pulang? aku akan ke sana sekarang. minumlah air hangat dahulu, ya? aku segera menuju ke sana.”

Mi Sun mematikan ponselnya dan minta izin kesunbae untuk pergi. Sunbae mengizinkannya. Tapi dua rekan mudanya menggunjingkannya dan menganggap Mi Sun sedang berakting. Heran sayaaaaa,… masihhh ada dinyinyirin.

Mi Sun berlari seperti usain bolt ke kedai ibunya.

***

Mi Ri yang kakinya terkilir dengan perhatiannya diantarkan oleh Tae Joo. Tak cukup diantar, bahkan Tae Joo membuka nomor kunci apartemen Mi Ri. Wkwkw gara-gara kejadian mabuk itu jadi tahu.

Tae Joo bahkan mengambilkan es batu dan handuk yang dikompres ke kaki Mi Ri.

“Aku merasa bersalah.” Ucap Tae Joo.

“Ini bukan salahmu, lupakanlah. Kamu tidak perlu khawatir soal hal semacam ini.”

“Omong-omong…. tidak bisa pakai sepatu kets saja saat bekerja di luar kantor?”

“Kamu sekarang bicara informal/banmal kepadaku?”

“Aku hanya bicara sendiri. Bu…..Pastikan anda mengobatinya dengan benar besok.”

“Pasti besok sudah lebih baik.”

“Ahhh besok akhir pekan, jadi, anda tidak bisa ke RS.”

“Aku bilang baik-baik saja. pulanglah sekarang. kamu pasti lelah usai bekerja seharian. Istirahatlah. Cepatlah….”

“Baik… aku akan pergi karena anda memaksa. Tapi anda harus memakai ini sampai mau tidur.”

“Baik… sana lu baik dah tong.”

“Kalau begitu… selamat malam.” Tae Joo pun pulang.

****

Mi Sun berlari sekuat tenaga dan ketika sampai di depan kedai. Ia kaget karena ada garam yang tercecer di mana-mana. Mi Sun langsung masuk dan melihat Ibunya sedang menangis.

“Omaaa… ada apa? Apa yang terjadi?”

“Seung Yeon…..maksud Ibu….tadi ibunya Mi Ri datang.” Emak bicara sambil terbata-bata.

“Apa?”

***

Da Bin masih bermain dengan bonekanya. Jin Soo berkata. “Da Bin, ayo kita tidur sekarang.”

“Tidak… aku mau menunggu Ibu.”

Tak lama, Mi Sun menelpon. “Kamu di mana?” Tanya Jin Soo. “apa? Tidak bisa pulang?”

“Tidak.. aku harus menginap.”

“Ibu mertua mendadak sakit? Dia masih sehat-sehat saja tadi.” Kemudian Da Bin ikut bicara.

“Ommmaaa tadi appa [email protected]@@@ng di depan nenek.” Wkwkwkwkw.

“Hentikan Da Bin.” Jin Soo langsung membekap mulut anaknya.

“apa maksud yang dikatakan Da Bin?” Tanya Mi Sun.

“Bukan apa-apa… Da Bin sana bermain.” Wkwkwkw.

“Kenapa Da Bin belum tidur?”

“Dia menunggumu.”

“Kenapa kamu belum menidurkannya. Lakukan saja… intinya aku akan menginap di rumah ibu hari ini. bersamalah dengan Da Bin. Lagian besok adalah akhir pekan.”

***

Mi Sun membawa minuman dan bicara dengan Emak.

“Mi Ri bertingkah aneh beberapa hari lalu. Ibu rasa dia sudah bertemu dengan ibunya.”

“Tidak mungkin.”

“Kalau tidak,kenapa dia bilang akan mengabaikan anaknya jika punya anak nanti?”

“Ommmaa.. jika Mi Ri ingin menemukan ibunya, dia pasti sudah lama melakukannya. Untuk apa dia menemuinya sekarang? seperti yang ibu sudah bilang. Sudah 28 tahun berlalu. Sudah lama sekali. Mereka tidak akan bisa mengenali satu sama lain meski tidak sengaja berpapasan.”

“Lantas, kenapa ibunya menemui ibu…secara tbtb setelah 28 tahun? bagaimana jika dia bertemu dengan Mi Ri? Anak malang itu hatinya pasti akan tercabik-cabik.”

“Benar.”

“Pasti telah terjadi sesuatu kepada Mi Ri. Ibu yakin.”

“Mungkin tidak begitu, Bu. Jadi, tenanglah. Aku akan bicara pada Mi Ri besok.”

Emak pun menangis lagi….

Lanjut ke bagian 2 yak. klik di sini bagian 2 nya.

One Reply to “Sinopsis Mother of Mine Episode 15 Part 1”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *