Sinopsis Mother of Mine Episode 15 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 15 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari di tulisan yang ini yaaa…

Kakek Da Bin esoknya mengunjungi Da Bin. Ayah memberikan uang pada Jin Soo, agar Jin Soo menyerahkannya pada Emak atas namanya. tak cukup itu, kakek juga memberikan uang pada Da Bin.

Yhaa,,, keknya kakek yang paling peka daripada Jin Soo untuk memberikan Park Sun Ja uang. sedangkan Jin Soo malah mengeluh pada ayahnya bahwa Mi Sun tidak pulang dan pasti bersekongkol dengan Ibunya untuk menjelek-jelekkan dirinya di sana.

*jelas kan? Jin Soo kagak kayak siapa-siapa. dia mirip seperti Ibunya. Ohh iyaaa, ayah juga sekalian numpang makan ikan. Karena dia nggak dikasih makan sama istrinya. *terlalu banget.

***

Sementara suaminya numpang makan di rumah Jin Soo. Mi Ok sendiri makan dengan teman-teman dan guru membuat tembikarnya.

Mi Ok malah memberikan ikan dan menyiapkannya untuk guru tembikarnya yang kayak copet itu.

Hidup memang aneh yaa… kok malah menyajikan makanan untuk orang lain? sementara suaminya diterlantarkan.

Mi Ok juga diminta untuk membayar tagihan makan. Wkwkwk.

***

Dengan membawa makanan, Mi Sun mendatangi apartemen Mi Ri. Demi misi untuk menenagkan hati Emak. Sebenarnya, setelah Emak mengatakan bahwa Mi Ri berkata akan membuang anaknya. Mi Sun juga mengingat Da Bin yang berkata Mi Ri menangis seperti bayi saat jalan-jalan tempo hari.

“Kamu sungguh baik-baik saja?” Tanya Mi Sun pada Mi Ri yang sedang sibuk membuat kopi. “tidak perlu ke dokter?”

“Tidak usah, kukompres es kemarin dan kini sudah membaik. Kurasa sekarang hampir sembuh.”

“Berhati-hatilah. Kamu sudah dewasa.”

“Baiklah… aku akan lebih hati-hati. Kakak Ipar dan Da Bin bagaimana?”

“Di rumah. Sekarang akhir pekan, kakak menyuruhnya menjaga Da Bin.”

“Aigoooo… kakak ipar pasti repot seharian. Aku sudah bisa melihatnya

mengeluh dan merengek.”

“Bagaimana pekerjaanmu di kantor?”

“Seperti bisa. Sama saja. sibuk.”

“Ada hal lain terjadi?”

“Hal lain? seperti apa?” Tanya Mi Ri.

“Kakak hanya mau tahu apa telah terjadi sesuatu.”

“Kenapa? omma mau aku kencan buta?”

“Tidaak…. dia tidak berkata begitu.”

“Kalau begitu, baguslah. Kakak mau kopi susu?”

“Ya. tidak apa-apa jika tidak ada susu.”

“Tidak… aku punya susu.”

Kemudian bel berbunyi… ada tamu.

“Kamu sedang menunggu tamu?” Tanya Mi Sun.

“Tidak. Apakah itu paket?” Tanya Mi Ri.

“Biar aku yang periksa.”

Mi Sun pun membuka pintu dan cilukkkk baaaaaa…. ada Tae Joo.

“Kamu siapa?” Tanya Mi Ri.

“Kang Mi Ri….”

“Kamu kemari mau menemui Mi Ri?”

“Ahhh yaaa..”

Kemudian Mi Sun memindai Tae Joo dari atas ke bawah. Mi Sun tersenyum. Ilmu cocokologinya sepertinya menandakan signal bagus. “Begitu yaaaaa?”

“Mi Ri……..” Mi Sun memanggil adiknya.

“Bukunya sudah datang?” dan yang ditunjukkin malah Tae Joo.

“Han Tae Joo Sshi….” Mi Ri malah kikuk.

Dan Mi Sun langsung saja mempersilahkan Tae Joo untuk duduk. Mi Sun pun menyiapkan kopi untuk Tae Joo.

“Entah bagaimana rasanya. Aku mencoba membuatkan yang enak.” Ucap Mi Sun.

Tae Joo meninumnya. “Ini enak.”

Dan Mi Sun sangat riang. “Begitukah? Syukurlah???” Beda banget sama Mi Ri yang wajahnya kesal poll….

“Kenapa kamu membawa ini…” Mi Ri menunjuk pada kompres yang dibawa Tae Joo.

Tae Joo menjawab. “Kompres esnya akan menghilangkan rasa sakit. Kini anda butuh bantal pemanas untuk meredakan bengkaknya.”

“Omooooo sesangeeee… kamu perhatian sekali.” Ucap Mi Sun. Wkwkwk. “Kenapa kamu bisa tahu banyak?” Mi Ri nggak suka tuh mbaknya kepo.

“Aku pernah menjadi instruktur renang. Banyak orang cidera, jadi, aku melakukan pertolongan pertama. Aku mempelajari ini seiring waktu.”

“Ahhh begitu ya…. instruktur renang? Keren sekali. Kamu mengajar renang untuk waktu lama?” Mi Ri udah melotot terus ke mbaknya tuh…

“Nggak. Itu hanya pekerjaan paruh waktu yang singkat.”

“Begitu yaaa… tapi kenapa kamu paham sekali?”

Tae Joo mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Ia memberikannya pada Mi Ri. “Ini juga… aku memakai ini saat terluka. Kubawakan ini kalau-kalau anda butuh.”

“Kubilang aku tidak apa-apa. Tidak perlu repot. Sudah kubilang, aku sudah sembuh.”

Dan Mbak Mi Sun yang nabok Mi Ri kemudian mengambil obat yang dibawa Tae Joo. “Astagaaa… kamu baik sekali…. terima kasih. Tidak mudah menemukan pri a yang teliti belakangan ini. terima kasih banyak. Siapa namamu tadi?”

“Namaku Han Tae Joo.”

“Ahhh Han Tae Joo Sshi…”

“Unnieeee!!!!”

“Namamu keren sekali.”

“Kalau begitu aku permisi.” Ucap Tae Joo.

“ahhhh aku juga sudah mau pulang. tetaplah bersama Mi Ri di sini.”

“Tidak. Aku sudah mau pulang.”

“Tungguuuu…. tunggguuuu… akan aku bukakan pintunya.”

Kemudian Mbak membukakan pintu. Ia seneng keknya Mi Ri punya gebetan.

“Sampai juma. Senang berkenalan denganmu. Sering-seringlah mengunjungi Mi Ri.”

“Baik… sampai jumpaaa… dahhhh….”

Lanjut ke bagian 3 cin. klik di sini untuk selanjutnyaaaaa….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *