Sinopsis Mother of Mine Episode 16 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 16 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini….

Karena di episode sebelumnya Han Tae Joo mengatakan bahwa ia bosan. Akhirnya Mi Ri dan Tae Joo pergi ke arena bermain untuk liburan.

Mi Ri bahkan bermain game visual yang membuat Tae Joo tertawa terbahak-bahak melihatnya. Tak cukup itu, Tae Joo juga mencoba memancing bonek. Tapi sayangnya Mi Ri tidak mau boneka yang Tae Joo dapatkan karena menurutnya, bonekanya jelek.

Setelah mencing boneka. Tae Joo dan Mi Ri taruhan untuk main lempar panah. Sayangnya, saat giliran Tae Joo main. Mi Ri mendapatkan telpon mendadak dari Tuan Han yang mengundangnya datang ke rumah.

Mi Ri tanpa babibu meninggalkan Han Tae Joo yang belum menyelesaikan permainnanya. Bahkan Mi Ri bersedia mengaku kalah saja.

***

Dengan pakaian yang sudah rapih. Akhirnya Kang Mi Ri menghadap Pimpinan Han.

“Bu Kang Mi Ri…”

“Ya. Pimpinan.” Mereka pun bersalaman.

“Ohhh silakan duduk.”

“Baik.”

Mereka berdua pun akhirnya bicara.

“Apa kamu gugup?” Tanya Pimpinan.

“Ahh ya.”

Pimpinan pun tertawa. “Kamu amat terus terang. Aku sudah banyak mendengar tentangmu. Kamu pegawai yang amat kompeten. Para eksekutif tegang karenamu.”

“Aku tersanjung.”

“Pimpinan Wong amat sulit dihadapi. Setiap kali aku ke Tiongkok, dia muncul seperti hantu dan menghabiskan seluruh tenagaku. Dia menakutkan. Saat aku dengar kamu berhasil membuat kesepakatan, aku tahu kamu hebat.”

“Itu keputusan Pimpinan Wong yang menganggap produk kita cukup menarik. Itu bukan kompetensi pribadiku.”

“Ohh… kamu juga rendah hati. Kamu siap dalam berbagai hal.”

“Kuanggap itu sebagai pujian.”

“Ya… kamu benar. Aku memuji orang di depan mereka dan menyingkirkan mereka dari belakang. Kamu ada di depanku, jadi, ini pujian. Aku mau melihat wajahmu. Aku penasaran kamu orang macam apa sampai amat berpengaruh di perusahaan.”

“Itu tidak benar. Perusahaan milik banyak orang yang lebih hebat dariku.”

“Emmm tapi mereka sudah tua. Aku benci orang tua. Kenapa? karena aku orang tua. Yang kumau adalah orang muda yang berkompeten dan cerdas sepertimu. Masa depan perusahaan ini bergantung pada orang muda sepertimu juga.”

“terima kasih. Aku akan berusaha yang terbaik.”

“Bagus. Lakukan yang terbaik. Kuharap perhatianku berguna untukmu. Aahh yaaa… apa kamu tersinggung karena aku panggil di akhir pekan?”

“Tentu tidak, Pimpinan.”

“Para eksekutif tidak pernah rehat selama 365 hari per tahun. anggaplah ini latihan untuk saat menjadi eksekutif. Itu mungkin akan membuatmu merasa lebih tidak tersinggung.”

“Aku akan bekerja lebih keras Pak….”

Kemudian Mi Ri pun pergi. Di lorong, ia bertemu dengan In Sook. Mi Ri hanya menyapa dengan memberikan salam dan membungkuk tanpa sepatah kata pun kemudian pergi.

****

In Sook datang dengan membawa berkas. “Ohh kamu di sini.” Ucap Pak Han.

“Aku melihat Bu Kang di luar ruangan kerja anda. Apa anda memanggilnya?”

“Ya. kenapa? apa aku butuh izinmu untuk melakukan itu? kenapa kamu pucat sekali? Duduklah…”

“Kenapa Anda memanggil Bu Kang untuk datang kemari?”

“Kenapa kamu menyuruh mereka melakukan pemeriksaan latar belakang? Jangan berbuat seperti itu. tidak sopan.” Ucap Pimpinan. Yang keknya In Sook bakalan nggak tahu juga kalau Mi Ri adalah anaknya yang ia buang.

“Pimpinan…”

“Kurasa kamu semakin tua juga. Apa kamu harus menginjak-injak wanita muda itu??? dia bisa dimanfaatkan. Kita harus memanfaatkannya selagi bisa. Kamu setuju bukan? Di samping itu, dia bekerja dengan baik. Dia membawa keuntungan ke perusahaan.”

“Apa anda masih mengawasi setiap tindakanku?” Tanya In Sook.

“Tidak perlu menanggapinya serius. Tentu saja aku mengawasimu.”

“Pimpinan….”

“Kamu dan aku… Sung Soo sudah tiada dan kita bisa menjadi orang asing kapan pun juga. Aku menyerahkan perusahaan kepadamu, jadi, agar bisa tenang, aku harus punya jaminan sebesar itu. bukankah menurutmu begitu?”

“Ini sudah 28 tahun. aku sudah hidup tenang di keluarga ini selama 28 tahun yang panjang. Serta aku tulus bersyukur kepada anda karena akhirnya memberiku jabatan. Jadi, aku mencurahkan seluruh hidup untuk perusahaan. Tapi ini suatu hinaan bagiku.”

“Hinaan? Jangan kesal karena hal seperti itu. aku memberimu jabatan itu untuk menghargai kerja kerasmu. Aku tidak menyesali keputusanku.”

“Kenapa anda amat tidak percaya kepadaku? Apa kesetiaanku belum cukup untuk anda?”

“Ayooo hentikan. Jangan kesal seperti wanita lain. orang nanti mengira kamu istriku.” Ahahhhhaduduududuhhh jadi siapaaaaaa In Soook Tuhaaaaannnn…. “Berhentilah cerewet. Tunjukkan laporannya.”

****

Setelah kakek Da Bin memberikan uang kepada Jin Soo untuk besannya. Dan uang jajan untuk Da Bin juga. Kakek merasa nggak punya duit karena duitnya tinggal sedikit.

Di sisi lain…. Mi Ok juga merasa kekurangan uang sebab uang banyak ia habiskan untuk mentraktir para teman-temannya.

Dua-duanya merasa bangkrut… dan keduanya mencoba keberuntungan dengan bermain kartu. Alias judi.

Judi.

Tet.

Dan kakeklah yang kalah.

Lanjut ke bagian 2 ya…. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *