Sinopsis Mother of Mine Episode 18 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 18 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa….

Tae Joo memanggil ayahnya saat keluar rumah In Sook. “Kenapa ayah kasar sekali kepada Ibu? Bisa ayah hentikan?”

“Astagaa… kamu selalu memanggilnya Ibu. Dasar bodoh. Jeon In Sook bukan ibumu. Dia bibimu. Ibumu ada di amerika mengurus Tae Ho. Kamu juga tidak pernah memanggilnya Ibu sama sekali.”

“Pokoknya, aku tidak tahan ayah selalu mengasari Ibu. Tolong jangan lakukan itu.”

“Beraninya kamu!!!”

“Jaga diri ayah.” Tae Joo pun masuk kembali.

***

Tae Joo menemui In Sook. Dan In Sook nampak sedang minum-minum.

“Aku minta maaf mewakili ayahku.”

“Ibu bukan kali pertama pimpinan menyulitkan aku seperti ini. selama bertahun-tahun, dia mencemoohku jika terjadi sesuatu. Dia selalu menegurku di depan banyak orang. Bahkan itu tidak bisa membuatnya puas. Dia tidak pernah memercayaiku. Selalu mencurigaiku. Dia selalu seperti itu.”

“Ibu…”

“tapi aku baik-baik saja. karena aku pandai menahannya. Tae Joo.. sampai kamu menjadi pimpinan grup ini, aku akan menahan diri, jadi jangan khawatir. Usiamu 4 tahun saat pertama aku masuk ke keluarga Hansung. Segera setelah itu, ibumu meninggal. Aku melihatmu menangis di kamar seorang diri. Hatiku hancur. Itu masih sangat jelas di ingatanku.”

“Itulah sebabnya ibu menjadi ibuku.”

“Benar…”

“Dan dengan tulus…aku merasa berterima kasih kepada Ibu.”

“Jadi, Tae Joo berjanjilah. Kamu akan berada di sisiku apapun yang terjadi.”

“Tentu saja. aku selalu di sisi ibu.”

“Makaaa… aku bisa bertahan. Hanya jika kamu berada di sisiku. Bagaimanapun Pimpinan menekanku atau bagaimanapun bawahanku mengincar posisiku. Aku akan bertahan.”

“Ibu…tolong jangan membenci Kang Mi Ri.”

“Kenapa aku harus mendengar namanya di rumahku sendiri?”

“Kang Mi Ri itu baik jika ibu mengenalnya.”

“Kamu membelanya di depanku?”

“Tidak… bukan begitu.”

“Cukup!!!kurasa kamu terpengaruh olehnya sejak dia menjadi atasanmu. Tapi aku tidak ingin kamu membelanya di depanku.”

“Maaf jika itu membuat ibu tersinggung.”

“Aku berencana memecatnya di pengacakan jabatan berikutnya,” yaaa ampun jaharanya In Sook!!! “Dia menentangku. Jika terus membiarkannya. Itu akan menjadi citra buruk bagi karyawan lainnya.”

“Ibu… tetap saja…”

“Aku sudah hidup di keluarga ini 28 tahun. selama bertahun-tahun itu. aku sendirian tanpa suami 18 tahun. saat kamu masih kecil, aku menemukan kebagaiaan dari membesarkanmu, tapi setelah itu, kesenanganku hanyalah mengunjungimu di AS. Dan mengunjungimu saat wajib militer. Jadi tolong, Tae Joo jangan tinggalkan aku. Jangan kamu yang melakukan itu.”

“Ibu… aku tidak akan pernah melakukan itu pada Ibu. Itu tidak akan terjadi. Jadi, tenanglah.”

In Sook pun menangis dan ditenangkan oleh Tae Joo.

***

Sementara itu, Mi Ri tinggal di rumah Ibunya. Bahkan Mi Ri tidur di kamar Ibunya. Emak seperti biasanya sangat risih dengan Mi Ri karena menurutnya Mi Ri sudah cocok tidur dengan lelaki. Wkwkwkkwkw….

Kemudian, diam-diam, Emak menelpon Mi Sun.

“Aku tahu, Ibu. Aku sudah menelponnya. Tadi dia bersama Mi Hye.”

“Mi Sun…apa keadaan Mi Ri sungguh baik-baik saja?”

“Tentu. Dia terdengar baik-baik saja saat aku menelponnya. Dia hanya mencemaskan Mi Hye. Itu saja.”

“Ya. dia pulang dan membawakan sepatu untuk Mi Hye.”

“Ibu, jangan khawatir. Ibu bisa sakit jika seperti ini. dan bagaimana jika Mi Ri tahu ibu mencemaskan soal ibu kandungnya? Itu tidak akan bagus.”

“Kamu benar…seharusnya Ibu berhati-hati. Keadaan akan buruk jika Mi Ri tahu.”

“Jadi ibu harus lebih santai seolah-olah tidak terjadi apa pun.”

“Ya… baiklah.”

***

Ibu melihat Mi Hye sebentar dan nyatanya Mi Hye masih terjaga. Mi Hye memandang sepatu baru yang dibelikan Mi Ri. Ia memakainya dan berjalan ke Dong Dam Gil.

Di ruangan kafe Dong Dam Gil. Mi Ri diam-diam membaca novel baru yang penulisnya tempo hari datang ke kafe. Mi Ri nampak menikmati novel itu hingga akhir. Hingga di halaman terakhir. Ia menutup novelnya kemudian menangis.

Dari lantai 2. Terdengar suara berisik. Ternyata ada Woo Jin yang menjatuhkan sesuatu. Mi Hye yang mendengar suara berisik mengira itu adalah pencuri.

Jadilah Mi Hye memukul Woo jin dalam gelap hingga Mi Hye terjatuh di pelukan Woo Jin. Wkwkkwkw.

Tahu ia jatuh di pelukan Woo Jin. Mi Hye malah memangis sejadi-jadinya. Dan di puk-puk dehhh Mi Hye sama Woo Jin.

Setelah puas menangis….

“Ada apa?” Tanya Woo Jin. “Kang Mi Hye Sshi….”

“Pak….sepertinya aku harus berhenti bekerja di sini.”

“Apa? Kamu datang selarut ini untuk mengatakan itu?”

“Pokoknya…aku akan keluar. Maafkan aku. Aku sungguh minta maaf.” Mi Hye pun pergi. Ia berlari ke bawah. Sambil menangis.

Woo Jin masuk kembali ke dalam dan melihat buku di bawah lampu baca. Ia tahu, Mi Hye baru saja membacanya.

***

Pagi hari. Jin Soo sangat gelisah karena kehadiran dari Ibu Mertuanya. Kemudian, ia mengingat ayahnya pernah memberikan amplop uang jajan untuk ibu mertua. Jin Soo pun memberikannya pada Emak.

“Apa ini?” Emak pun membuka amlopnya. “Hahhh??? Untuk apa semua ini?”

“Aku sangat berterima kasih ibu mau mampir setiap pagi dan sore untuk membantu kami. Aku memberikannya sebagai ucapan terima kasih.”

Jin Soo malah dipukul oleh Emak. “Aigooo…. bodohh!!!!apa kamu sudah gila? Menurutmu kenapa aku membantu? Aku membantu untuk menghemat biaya pembantu. Agar kamu bisa membeli rumah sendiri. jangan boros seperti ini. kamu tidak akan punya rumah sendiri. 300 dolar itu banyak. Aigooo… lupakan soal pergi ke Gunung Alpen. Kamu akan pergi ke selandia baru untuk memancing tuna.”

“Apa?”

“Istrimu bekerja keras.haruskah kamu bepergian jauh untuk memancing tuna?”

“Aku tidak bisa pergi untuk memancing tuna. Mi Sun sudah mengambil semua uangku.”

“Kamu harus sadar!!!!” Emak pun memukul kembali Jin Soo dan memberikan uangnya.

****

Jin Soo kemudian pergi kerja dengan wajah yang lemas. Saat Jin Soo pergi kerja, kedua orangtuanya yang kebetulan ada di tempat parkir pun melihatnya. Mi Ok pun bertanya-tanya kenapa wajah anaknya begitu.

***

Malamnya. Jin Soo pulang dengan wajah yang lusuh lagi. Di rumah, masih ada Emak yang menjaga Da Bin karena Mi Sun sedang pergi mengkriting rambutnya. Emak dan Da Bin sedang menonton drama dengan sangat seru.

Jin Soo merasa sangat terganggu dengan kehadiran ibu mertuanya. Jin Soo mencoba ikut gabung nonton dan malah diomeli Emak karena terlalu berisik.

Kemudian dengan ngenesnya, Jin Soo melihat siaran sepak bola di tempat pos satpam di luar. Ibunya Mi Ok, melihat anaknya yang ngenes nonton TV siaran bola di tempat satpam.

Lanjut ke bagian 2 yaaa cuy.. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *