Sinopsis Mother of Mine Episode 2 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 2 Part 1

Episode sebelumnya ada di sini yaaaa…

Pria yang baru saja membeli buku tulisan Mi Hye masuk ke rumahnya.

“Woo Jin….” Ucap pemuda menyapa si gondrong.

Woo Jin langsung memamerkan bukunya. “Kamu menemukannya?” Pemuda itu nampak senang.

Kemudian Woo Jin naik ke lantai atas dan masuk ke ruangan, ada foto pria berambut putih bertuliskan Kim Tae Jun.

“Kamu akhirnya menemukannya?”

“Ini adalah salinan terakhir di seluruh negri.” Jawab Woo Jin.

“Kalau begitu,  kamu menemukan buku yang semua ayahmu terbitkan.”

“Ya. ini yang terakhir.” Buku itu pun diletakkan dengan buku lainnya dengan amat sangat hati-hati. Dalam hati Woo Jin berkata. “Ayah, aku sangat terlambat. Maafkan aku.”

***

Kembali ke kedai Sop Buntut milik Emak.

Ada Da Bin yang sedang menggambar di meja untuk melayani pelanggan. Salah satu pelanggan bertanya pada Da Bin. “Berapa usiamu?”

“Aku berusia enam tahun.”

“Siapa namamu?”

“Da Bin. Jung Da Bin.”

“Ahhh kamu sangat menggemaskan.”

Melihat Da Bin ada yang mengajak bicara. Emak langsung menuju Da Bin. “Da Bin, jangan duduk di sini. ayo masuk. Ayo pergi.” Emak memindahkan Da Bin ke meja yang lain.

Pelanggan bertanya lagi. “Ahjumma, ini cucumu?”

“Ya.”

“Dia cucu dari pihak ayah?”

Emak marah dan berkata. “Tidak. Dia cucu dari pihak wanita, kenapa?”

“Apa yang dilakukan ibunya?”

“Putriku bekerja. kenapa kamu tanyakan begitu banyak pertanyaan? Jika sudah makan pergilah.”

“Bawakan aku satu soju lagi.”

“Tidak punya. Kami tidak jual minuman keras. Kamu harus pergi.” Emak tambah marah.

“Ada apa denganmu hari ini?”

Paman mencoba membantu melerai. “Pak… cukup untuk hari ini.” Paman pelanggan pun akhirnya pergi.

Pas sekali….

Mi Hye tiba dengan hati riang.

Emak langsung ngomel. “Ke  mana saja kamu? kamu terlambat!”

“Ada apa dengan Ibu? Apa aku tidak boleh keluar?”

“Kamu harus menjaga Da Bin.kamu sudah tahu dia datang tiga sampai empat kali dalam sepekan. Kemana saja kamu pergi hingga larut malam?”

“Apa? Memangnya aku ibunya atau neneknya? Kenapa aku harus menjaganya?”

Da Bin menuju Mi Hye sambil berkata. “Imoooooo…..”

Mi Hye malah berkata pada Da Bin. “Aku tahu kamu mencorat-coret buku imo saat terakhir datang. kamu akan mati.”

Da Bin pun langsung menangis. Wkkwkwkwkw.

Emak ngamuk dan memukul Mi Hye. “Yak!!! Jangan mengganggunya dan bawa dia ke kamarmu.” Mi Hye hanya diam di dekat pintu.

Kini giliran Mi Ri yang datang dengan kantung belanja yang banyak.

“Omaa… aku datang.”

Da Bin yang menangis langsung senang melihat imonya. “Imoooo…”

“Ohhh Da Bin… beri imo ciuman.” Dan yakkkk Mi Ri sangat menyukai Da Bin. “Da Bin, bagaimana hatimu? Apakah kamu merindukan imo?”

“Aku merindukan imo.”

“Aigooo… kamu begitu menyukainya?” Tanya Emak pada Mi Ri.

Mi Hye berkomentar. “Mi Ri harus mengadopsi Da Bin.”

“Siapkan makan malam untuk kakakmu,” Ucap Emak yang ketus pada Mi Hye.

***

Sementara Mi Sun masih bekerja di kantornya.

***

Emak, Paman, Da Bin, Mi Ri dan Mi Hye pun makan bersama.

“Makanlah ini.” Ucap Emak pada Mi Ri.

“Ibu tidak makan?” Tanya Mi Ri.

“Kamu pulang sebulan sekali.” Jawab Emak.

“Maaf, tapi semua urusan mendesak sudah selesai. Aku akan sering berkunjung.”

Mi Hye menjawab. “Benar. Unnie, sudah terlalu sibuk belakangan ini.”

Emak menjawab. “Tapi kamu seharusnya datang berkunjung sesekali. Setelah punya apartemen studio, kamu tidak pernah pulang untuk mengunjungi ibumu.”

“Maafkan aku Omma. Aku akan memijat dan mencium Ibu setelah makan malam. Silakan menantinya.” Mi Ri bersikap manis. Wkwkwk.

“Kenapa kamu bicara seperti Da Bin?” Tanya Emak.

Mi Hye berkata pada Da Bin. “Yakkk… Jung Da Bin. Imo pikir kamu sudah makan, kamu makan lagi? Kamu akan menjadi babi.” Wkwkwkkwkw ni imo bener-bener rusuh. Da Bin pun memangis lagi. Kini Mi Hye yang diomeli emak dan kakaknya.

Kini Mi Sun sudah datang. “Da Bin kenapa kamu menangis?” melihat adik dan keluarganya, Mi Sun pun menyapa mereka.

Ehhh Mi Sun malah ngomong. “Kenapa kalian makan di luar?” *maksudnya makan di restoran emak dan bukan di dalam rumah.

“apa? Ibu akan makan di dalam, tapi Mi Hye pulang larut. Selain itu, Da Bin bermain di sini.”

Mi Hye yang ngomel mendengar kata Mi Sun. “Unnie, kami sudah menjaga Da Bin, lalu unnie mengkritik kami karena memberinya makan di sini?”

“Tidak. Bukan begitu….” Ucap Mi Sun. “Da Bin, jika sudah selesai, mari pulang. bersikan tangan dan mulutmu.”

Mi Ri pun membersihkan tangan dan mulut Da Bin sambil berkata pada kakaknya. “Kenapa tidak tinggal lebih lama? Aku sudah lama tidak pulang?”

“Kakak lelah. Ingin istirahat. Sampai jumpa lagi.”

Da Bin pun memberi salam dengan imut.

Saat Mi Sun keluar. Mi Ri memanggilanya kembali dan memberikan sesuatu.

“Unnie ambil ini.”

“Apa ini?” Tanya Mi Sun,

“karena aku bahkan tidak punya waktu untuk tidur, aku tidak punya waktu untuk memakai ini. jadi, kakak yang harus melakukan perawatan kulit, bukan aku.”

“Seharusnya kamu yang pergi. Dia pasti memberikan ini untuk kamu pakai.”

“Aku sudah cukup cantik tanpa itu.” aaahhhh kusuka nih.

“Baiklah. Gumawo.”

“Unnie, aku boleh mengantarkan pulang? tunggu sebentar. Aku akan mengambil kuncinya.”

“jangan repot-repot. Pergi dan selesaikan makan malammu. Sampai jumpa lagi.”

Emak dan Mi Ri pun melihat Mi Sun yang menggendong Da Bin saat pergi pulang.

Emak berkata. “aku tidak tahu berapa kama dia harus hidup seperti itu.”

“Jangan khawatir. Da Bin tumbuh dengan baik.”

***

Saat di rumah. Mi Ri memakaikan Ibunya mantel, syal, bahkan kacamata. Sementara Mi Hye sibuk melihat bonnya yang sangat mahal. Mi Ri hanya mengatakan bahwa barang-barang itu ia beli di pasar.

“Aku membelinya di pasar.” Jawab Mi Ri.

“pasar mana? Ibu harus minta pengembalian uang. ibu harus melakukan sesuatu tentang sifat borosmu. Kamu menghabiskan terlalu banyak uang untuk hal-hal tidak berguna.”

“Omma… pakailah saja. putri Ibu membelikannya untuk Ibu. Ibu pelit. Ini sangat menyebalkan.” Wkwkwkw Mi Ri ngomel.

“Bagaimana bisa kamu bicara kepada ibumu seperti itu?”

“Jadi diamlah.” Mi Ri malah memakaikan ibunya kacamata dan lipstik. Mi Ri memuji Ibunya yang sangat cantik. “Ibu terlihat sangat cantik. Aku menyukainya.”

“Ini tidak buruk.” Ucap Emak sambil ngaca.

Mendengarnya. Mi Hye seakan mau muntah. “Huuuwoookkkk….”

“Kenapa kamu melakukan itu, anak nakal.” Emak pun menendang Mi Hye.

***

Mi Ri pulang ke apartemen studionya, dengan membawa bekal dari ibunya. Mi Ri memasukkannya ke dalam kulkas. Ehhh yang diambil malah kaleng bir.

TV dinyalakan. Mi Ri melihat berita. Ia pun mencoba melepas kemejanya dan melihat kemeja Tae Joo bertuliskan inisial TJ.

Mi Ri pun berkata. “Dari keluarga mana dia berasal?”

Berita mengatakan…. yang langsung membuat Mi Ri geram sampai menggigit bibir.

Grup Hansung dikatakan untuk menunjuk Jeon In Suk, presdir perencanaan Hansung, sebagai presdir Hansung Apparel. Sudah kosong selama bertahun-tahun sejak kematian presdir Han Sung Soo.

“Dia juga tidak bisa dipercaya.” Ucap Mi Ri yang mimik wajahnya berubah.

Nampak seorang wanita di TV yang mantan seorang pewarta berita naik jabatan menggantikan suaminya yang meninggal. *jadi semacam entah wanita keberapa yang nyatanya kini bisa naik tahta gitu deh.

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *