Sinopsis Mother of Mine Episode 2 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 2 Part 2

Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini yaaaa guys. – Ayah metua Mi Sun sedang menonton TV di apartemennya. Kemudian istinya berkata dari dalam kamar. “Yeobo… kamu sudah siap? Kamu sudah siap belum?” karena kesal tidak ada tanggapan. Ibu Mertua Mi Sun pun keluar.

“Yeobo. Tidakkah kamu mendengarku?”

“Keluar saja. tidak perlu berteriak.” Ucap ayah mertua yang keknya mlz bgt.

“Kamu tidak punya mulut?”

“Aku sedang menonton TV.”

“Aigooo…. yang kamu lakukan hanya menonton TV setelah pensiun. Kamu bekerja sebagai reporter selama 40 tahun. dengan pengalaman seperti itu, orang menjadi presdir, pimpinan sebuah asosiasi.” Ayah pun melempar bantal pada istrinya yang mengomel.

Bantal dilempar balik. “Kamu memecahkan gendang telingaku.” Ucap ayah mertua sambil memegang kupingnya.

“Merasa malulah pada dirimu sendiri. di masa lalu bahkan sekarang, yang kamu lakukan hanyalah memeriksa laporan berita. Kamu masih berpikir kamu seorang reporter?”

Ayah mematikan Tvnya. “Aku seharusnya menghancurkan TV ini.”

“Aku senang kamu mematikannya. Bawalah klub golfku dan ikuti aku.”

“Aku tidak akan pergi. Pergilah tanpaku.” Ayah malah membaca koran.

“Tapi kamu berjanji akan mengantarkan ke rumah Ji Sook. Aku terlalu tua untuk mengemudi di jalan raya sekarang. tidak ada yang kamu lakukan di rumah, jadilah supirku.”

“Supirmu apanya? Kamu merusak suasana hatiku. Aku tidak akan pergi. Pergilah sendiri.”

Dan yakkkk sang istri terus memaksa suaminya.

***

Emak baru saja keluar dari apartemen Mi Sun sambil sibuk bicara di telpon. “Kamu lupa membawa lauk, jadi, ibu membawakan tumis sosis dan kkakdugi juga. Apa kamu pulang larut malam lagi? Baiklahh… sampai jumpa.”

Usai Emak menutup telponnya. Ia bertemu dengan besannya yang sibuk membawa golf dan akan pergi.

“Omo…. hai Bu Park…” Ucap Ibu mertua Mi Sun pada Emak.

“Haloo… bagaimana kabarmu?” Ucap ayah mertua juga.

“Kamu mampir ke rumah anak-anak?” Tanya Ibu mertua.

“Ya. untuk memberi meraka beberapa kkakdugi.”

“Omo…kamu membuat kkakdugi kali ini? kimchi bawang daunmu kali terkahir agak asin. Apa kamu membumbuinya dengan benar kali ini?” anjayyy mertua jahara nih guys.

“Asin?”

“Ya. suamiku minum sampai 3 gelas air.”

“Kenapa aku melakukannya?” Tanya Ayah mertua. “Kenapa kamu bilang begitu? itu tidak benar. Sama sekali tidak asin.”

“Jangan katakan apapun yeobo… kubilang itu asin, jadi, kamu harus setuju dengan istrimu. Atau Bu Park akan berpikir indra perasaku buruk. Bu Park, makin tua, makin sulit bagi kita untuk mencicipi makanan. Ini saran baikku untuk berhenti menambahkan garam atau ikan feremntasi sebelum kamu berpikir itu cukup. Dengan begitu, makananmu akan lezat dan baik untuk kesehatan juga. Apakah aku terlalu ikut campur? Apakah kamu tersinggung?”

“Tidak. Lebih baik lain kali aku membuatnya hambar.”

“Itu maksudku.”

“Sepertinya kalian akan pergi piknik?”

“Ya. aku akan pergi bermain golf dengan teman-temanku.” Jawan Ibu Mertua Jahara.

“Bagaimana keadaan restoranmu, Bu Park?” Tanya ayah mertua.

“Sangat baik… pergilahh… silakan…..” Emak pun akan pergi.

Ehhh Mertua jahara ngomel lagi. “Bu Park, bagaimana kabar Da Bin?”

“Apa?” Emak mulai kesal.

“Aku belum melihatnya. Ibunya tidak pernah membiarkanku melihat wajahnya. Maksudku, kamu tinggal tepat di seberang apartemen mereka. aku harus meminta mereka mampir malam ini.”

“Kita terlambat… ayo capat.” Ayah mertua pun menarik istrinya.

Emak hanya bengong sambil bingung. “Aku tidak bisa percaya.”

***

Ayah Mertua menyetir sambil bilang ke istrnya. “apa kamu sudah gila? Bagaimana kabar Da Bin? Bagaimana bisa kamu mengatakan itu kepadanya?”

“Kenapa tidak boleh? Apa yang salah dengan pertanyaan itu?”

“Menurutmu siapa Da Bin? Dia cucu perempuanmu.”

“Dia juga cucu Bu Park.”

“Tapi kamu tepat tinggal di seberang gedung. Kamu tidak pernah merawatnya dan bahkan bicara tentangnya seolah dia cucu perempuan orang lain. kamu tidak harus melakukan itu.”  Ucap Ayah Mertua.

“Tapi aku belum melihatnya selama sebulan.”

“Lalu apa yang kamu lakukan? Kamu tinggal dekat, tapi tidak pernah menawarkan bantuan.kamu sama sekali tidak pernah menjemput Da Bin ke TK, kamu juga tidak menjaganya saat dia pulang ke rumah. Sementara Bu Park, dia tinggal jauh, tapi kemari setiap hari untuk menjaga Da Bin dan orang tuanya. Kamu tahu itu. tapi kamu bertindak seperti tidak tahu. Kamu buta atau apa?”

“Kenapa kamu tidak merawatnya kalau begitu? kamu tidak ada pekerjaan.”

“Kamu benar. Tapi aku punya alasan. Mi Sun merasa tidak nyaman berada di sekitarku.”

“Dia merasa tidak nyaman berada di sekitarku juga.”

“Itu karena kamu kejam seperti penyihir.”

“Apa katamu?”

“Maksudku, kenapa kamu membuat anak-anak pindah ke blok sebelah? Lalu apa? Kimchi asin? Dia bisa membuat apa pun yang dia inginkan. Kenapa kamu mencuri makanan milik menantu perempuanmu? Kamu seorang pencuri?”

“Apa? Seorang pencuri? Beraninya kamu mengatakan itu.”

“Kamu pencuri yang tidak menerima dirimu pencuri. Bukan hanya itu, kamu orang yang licik.”

“memangnya Ibu mertua tidak boleh mengambil makanan menantunya? Lihatlah kulkas mereka. bahkan jika ibunya menyimpan makanan untuknya, di sana begitu penuh dengan makanan busuk. Ibunya juga aneh. Kenapa dia membawa makanan yang tidak mereka makan?”

“Diam… bagaimanapun, kamu Ibu mertua yang mengerikan.”

“Apa? Aku mengerikan?”

“Ya mengerikan. Jenis terburuk yang ada.” wkwkwkwkwkw hajar.

“Astagaaa… aku tidak bisa percaya.”

Mereka pun sampai di tempat tujuan.

Mertua Penyihir turun dan mengeluarkan barangnya. Sang suami malah ngacir pergi.

Ibu Mertua ngedumel, “Apa yang harus aku lakukan kepadanya?”

Lanjut ke bagian 3. klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *