Sinopsis Mother of Mine Episode 2 Part 3

Sinopsis Mother of Mine Episode 2 Part 3

Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini ya…

Emak membuat kimchi di restorannya.

“Kakak sudah membuat kkakdugi kemarin.” Ucap Paman. “Kenapa kakak membuat kimchi?”

“Kakak memeriksa kulkas Mi Sun dan dia kehabisan kimchi kubis.”

“Dia bisa membeli kimchi. Kakak akan sakit jika begini.”

“Aku sedang melakukan pekerjaan, jadi, jangan mengeluh. Kemari, cicipi ini untukku. Sepertinya aku tidak bisa merasakan apa pun belakangan ini.”

Paman mulai mengunyah dan mengatakan. “Enak sekali.”

“Bukankah asin?”

“Tidak.”

“Bu Ha terus berkata ini asin.”

“Apa? Bu Ha”

***

Bu Ha yang dimaksud pun sedang bermain golf dengan teman-teman wanitanya. Bu Ha bahkan melakukan tembakkan yang bagus. Teman-teman memujinya.

“Unnie aku sakit tulang belakang karena menjaga cucuku.” Ucap salah satu teman mertua jahara. “Aku hampir tidak keluar hari ini.”

“Kenapa kamu repot-repot?” Ucap mertua jahara.

“Omo… kamu tidak menjaga cucumu?”

“Cucuku? Kenapa aku harus menjaga anak menantu perempuanku?”

“Astaga… kamu tidak bisa dipercaya. Anak menantu perempuan?”

“Jika kamu menjauh, menantumu akan membesarkan anak itu, atau ibu menantumu yang melakukannya. Dia akan merasa buruk pada anaknya sendiri, dia akan membantu. Sangat penting untuk tidak terlibat sejak awal. Di usia kita, membesarkan seorang anak bisa membunuh kita.”

“Mi Ok benar-benar jahara. Aku merasa kasihan kepada istri putranya.” Ucap salah satu ahjumma pada yang lain. yakkk emang jahara.

Kali ini mereka melakukan pukulan lagi. Mi Ok melakukan pukulan yang baik. Hole in one istilahnya. Sekali pukul langsung masuk lubang. Semua pun senang.

***

Mi Sun bekerja di bank. Saat bekerja, Mi Sun menerima telpon dari mertuanya.

“Ya… Ommonie.”

“Apa kamu sibuk?”

“Tidak. Aku bisa bicara. Ada masalah apa?”

“Tidak. Ini tidak serius. Akankah kamu pulang larut hari ini?”

“Hari ini tidak. Kenapa?”

“Hanya saja aku bermain golf dengan beberapa teman dan aku akan segera pulang. masalahnya adalah aku mencetak hole-in-one hari ini. itu terjadi sekali dalam seumur hidup dan aku memukulnya hari ini, di klub. Ini bukan masalah kecil. Ini tanda keberuntungan. Ibu rasa suamimu akan dipromosikan….” sementara Mi Sun di telpon, semua rekannya hanya melirik. “Masalahnya adalah teman ibu bilang harus mentraktir mereka. tapi ibu tidak punya uang. di usia ibum ibu harus menabung, bukan menghabiskan. Ibu tidak mampu mentraktir mereka untuk makan. Jadi, ibu menyuruh mereka datang ke rumah Ibu. Itulah sebabnya, ibu ingin bertanya. Bisakah kamu datang setelah bekerja untuk memasakkan kami?”

“Memasak?”

“Jika kamu memasak untuk kami makan malam sederhana, ibu bisa menyajikan mereka beberapa anggur yang ibu simpan di rumah. Kulkasmu penuh makanan yang dibuat oleh Ibumu, dan segala macam kimchi. Bawakan beberapa dan sajikan kami makan malam. Ahh bukankah itu tidak cukup? Kita harus menyajikan sesuatu yang berminyak. Buat beberapa japchae, hanya satu hidangan.”

“Japchae…” Mi Sun meninggikan suaranya dan rekannya hanya menengok padanya.

“Kami akan pergi sekarang. itu akan memakan waktu satu atau dua jam dalam lalu lintas ini. atur semua untuk ibu. Serta madikan Da Bin dan bawakan dia. bagaimana bisa ibu tidak penah melihatnya padahal kita tinggal di kompleks yang sama? bawa dia kemari, jadi, ibu bisa melihatnya. Sampai jumpaaa…” Mertua jahara menutup telponnya.

***

Seorang perempuan yang kemarin masuk TV dan dilihat geram oleh Mi Ri akhirnya masuk kantor dengan wajah penuh kemenangan.

Tak sengaja, saat itu Mi Ri ada di lobi dan melihatnya, Mi Ri pun hanya menunduk hormat. Perempuan itu pun tersenyum.

“Aku merasa terhormat untuk melayanimu.” Ucap pegawai pria di depan lift saat mereka menganti. Mi Ri hanya mendengarkan.

“Terima kasih atas sambutannya.”

“Bukan apa-apa. Kami akan melakukan semampu kami.”

***

Di dalam ruangannya. Mi Ri bahkan menggigit bibirnya seakan penuh kebencian.

Kemudian dua pegawai baru di Tim Mi Ri pun baru saja datang. “Perhatian…. dua pegawai baru bergabung dengan tim kita.” Pegawai lainnya menyambut dengan baik. Dan Mi Ri pun diminta untuk menemui dua pegawai baru.

Dan yakkk… Tae Joo ketemu lagi dengan Mi Ri sambil bengong.

Bersambung ke episode 3. klik di sini untuk kelanjutannya.

Komentar….                            

Mungkin emang yang namanya rumah tangga yang paling nggak ribet sepanjang kehidupan adalah kehidupan adam dan hawa karena nggak ada mertua di sana.

Ini baru episode 2 dan mertua Mi Sun begitu menyebalkan. Dan tentu saja episode masih panjang.

Untuk masalah Mi Ri yang keknya benci banget sama pimpinan tertinggi di kantornya. Masih belum tahu kenana. But, saya suka dengan kepribadian Mi Ri yang sayang banget sama Emaknya. Doi memang kayak yang galak banget saat kerja. Tapi kalau sama Ibunya dan keluarganya bisa baik banget.

Ohhh iyaaa katanya drama ini terus membaik ratingnya di minggu ke 2.

Terima kasih sudah mengikuti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *