Sinopsis Mother of Mine Episode 20 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 20 Part 2 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. selengkapnya kamu bisa cari di tulisan yang ini yaaaaaa…..

Jin Soo benar-benar dimanjakan oleh Ibunya. Jin Soo diberikan makan ayam utuh oleh Ibunya.

***

Sedangkan Mi Sun di apartemennya bingung kenapa ibunya tidak menjawab telponnya. Mi Sun pun mulai mengeluarkan alat memancing Jin Soo dan sepedanya.

Da Bin pun langsung lari ke rumah nenek Mi Ok. Di rumah Mi Ok, Da Bin disambut oleh kakek.

“Oh… Da Bin, di mana ibumu? Kenapa kemari sendirian?” Tanya Mi Ok. “Ibumu sedang apa?”

“Ibu sedang berbenah.” Jawab Da Bin.

“Benarkah? Baguslah. Dia harus megurus rumahnya sendiri. ini kabar baik.” Ucap Mi Ok.

“Kenapa kamu berkata begitu di depan anaknya?” Tanya Kakek. “Da Bin… kenapa kamu tidak menawarkan diri membantu?”

“Omma sedang membereskan sepeda dan alat-alat memancing ayah. Aku tidak bisa membantunya. Ibu tampak kesal sekali.”

Mendengarnaya, Jin Soo langsung panik dan berlari ke rumahnya. Kakek, Mi Ok dan Da Bin juga ikut lari.

Mi Sun sedang memotet dan akan menjual barang Jin Soo ke situs barang bekas.

“Aku akan menjual semuanua dan menyewa pengasuh untuk Da Bin.” Ucap Mi Sun sambil jeprat jepret.

“Yakkk Kang Mi Sun!!!”

“Kamu punya pilihan lagi? Kamu bilang tidak menyukai Ibuku. Ibuku bilang dia sudah tidak tahan lagi. Ibu bilag aku harus melakukan semuanya sendiri. aku bisa apa? Aku harus mati saat bekerja atau pergi dari rumah dengan Da Bin?”

“Meski begitu, aku menghabiskan banyak uang untuk semua ini.” Ucap Jin Soo.

“Aku tahu. Uang yang kuhasilkan dan kita tabung karena ibu yang menjaga Da Bin habis untuk semua hal ini. jika ibuku tidak menjaga Da Bin dan kita menyewa pengasuh. Pikirmu kamu bisa menyewa semua ini? tapi kamu masih saja membenci ibuku. Kamu tetap tidak mau pulang karena dia? dasar dungu tidak mau diutung!!!!” Mi Sun pun berteriak.

“Tutup lambemu.” Ucap Mi Ok. “Jaga ucapanmu. Beraninya kamu bicara begitu kepada suamimu. Katakan…beginikah kamu memperlakukan Jin Soo?”

“Ommaa…”

“Kamu memperlakukannya seperti ini agar ibumu meremehkannya. Kenapa tidak menjawab? Kenapa kamu diam saja? hanya karena kamu berpenghasilan. Kamu meremehkan Jin Soo? Akan ibu keluarkan semua unek-unek ibu hari ini. memangnya berapa penghasilanmu sampai bisa menyuruh-nyuruhnya?”

“Bu… lantas jika kuberi tahu. Selagi kesulitan antara bekerja dan membesarkan anak. Dia malah bersepeda, memancing , dan bahkan berkelana di alam. Ibu pikir itu normal?”

“Itu karena Jin Soo putraku merasa stres.”

“Bukan hanya anak Ibu yang stres. Aku juga. Karena Ibu terus membela Jin Soo. Aku sangat stres.”

“Kamu…. kamu melakukan ini karena aku tidak menjaga Da Bin?” Mi Sun mulai nunjuk-nunjuk. “Aku neneknya. Tapi tidak melakukan tugasku dan hanya berbuat semauku. Jadi, kini kamu menghinaku?”

“Aku tidak menghina Ibu. Tapi benar aku kecewa pada Ibu.”

“Baiklah… akhirnya kamu menunjukkan jati dirimu. Kupikir kamu akhirnya patuh dan membereskan rumah ini. tapi memang kamu tidak sebaik itu. kamu bahkan mentapku dengan tajam sekarang.”

“Bisa hentikan tidak?” Kakek pun berteriak.

“Beraninya kamu meremehkanku. Kamu membentakku? Kamu juga membuat Jin Soo nampak bodoh.” Mi Ok tertawa. “Baiklah. Aku akan menjaga Da Bin mulai sekarang. kamu selalu menangis dan terisak hanya karena itu. baik. Aku akan merawat Da Bin mulai sekarang. kamu tahu? Aku mengirimkan anak-anakku ke universitas bergengsi. Aku akan menjaga Da Bin sendiri dan mengirimkannya ke Universitas Nasional Seoul. Camkan itu.”

Hhhh Da Bin yang mendengar malah nangis. Wkwkwkw. “Da Bin kenapa kamu menangis? Hentikan!!!” Mi Ok teriak.

“Jangan berkomentar. Aku yang akan mengurus Da Bin mulai sekarang.”

****

Tae Joo sedang bermain golf dengan ayahnya.

“Bisakah ayah lebih baik kepada Ibu In Sook? Aku kasihan kepadanya. Dia telah mengabdikan dirinya untuk ayah dan aku selama ini.”

“Kasihan? Seharusnya kamu mengasihani ayah. Jadi, bagaimana pekerjaanmu di kantor? Kamu mempelajari sesuatu?”

“aku belum sebaik itu. jadi, aku berusaha semampuku untuk mempelajari hal sekecil apapun. Anggota tim juga baik kepadaku. Aku bersenang-senang.”

“Baiklah… ayah lega mendengarnya. tapi itu tidak akan cukup. Kamu tidak boleh terlalu akrab dengan kelas berbeda. Jangan terlibat secara pribadi dengan salah satu dari mereka. mungkin kini mereka mengabaikanmu. Tapi begitu mengetahui siapa dirimu sebenarnya. Mereka akan menunjukkan sifat asli mereka. itu hanya akan membuat repot.”

“Mereka bukan orang semacam itu.”

“Memangnya kamu tahu apa? Kamu selalu menginginkan kasih sayang. Kehilangan ibumu saat kecil adalah hal fatal bagimu. Kamu sungguh berpikir mereka tidak tahu itu? kamu selalu berpikir dengan hatimu. Itu kualitas terburuk untuk seorang pebisnis. Hati-hatilah terhadap wanita. Jangan berurusan dengan wanita mana pun di kantor.”

“Ayah…”

“Kamu masih muda. Ayah menasehatimu untuk berjaga-jaga. Tapi ayah tidak akan mengulanginya. Waspadalah dengan wanita.”

****

Mi Ri datang ke tempat golf karena memang diundang oleh para eksekutif lain. saat itu, Mi Ri mengenakan jas, alias pakaian kantor.

Mi Ri memberikan salam pada In Sook. “Haloo… Bu Jeon.”

“Kenapa kamu berpakaian seperti ini? kamu tidak mendengar kita akan melakukan rapat sambari main golf?”

“Sebenarnya… aku belum belajar cara main golf.” Ucap Mi Ri.

“Bu Kang… kamu tidak boleh bekerja terlalu keras seperti itu. kamu seharusnya bersantai saja dan belajar bermain golf.” Ucap bapak-bapak yang lain.

“Aku pasti segera mempelajarinya.”

“Bu Kang ini mengejutkan. Manager umum pemasaran belum tahu cara bermain golf? Perusahaan kita berspesialisasi pada pakaian olahraga. Kita bahkan menghabiskan biaya besar untuk mensponsori kejuaraan golf tiap tahunnya. Kamu ini manager umum pemasaran. Tapi nggak bisa main golf? Aku tidak mengerti caramu berbisnis. Aku tidak mengerti apakah kamu memamerkan kemudaaan dan kecantikamu untuk berbisnis?”

Mi Ri terdiam disindir dengan keras. Tae Joo kebetulan lewat dan bersembunyi karena tahu ada Mi Ri.

“Bu Jeon….”

“Aku salah soal itu? apa aku salah Direktur Park? Aku kecewa. Jika sudah tahu, aku tidak akan memitamu kemari. Aku hendak membahas bisnis bersama sembari menghirup udara segar. maaf… sebaiknya kamu pergi saja.”

Mi Ri diusir cuy…..

In Sook pun beranjak. Ada Pimpinan yang lewat dan menyapa In Sook. Mi Ri pun kaget.

Bersambung… klik di sini episode selanjutnya.

Komentar…

Kebencian yang akan muncul dari Mi Ri tentu bakalan nambah gede. Lhaaa wong Jeon In Sook orangnya begitu. kalau saya jadi Mi Ri sih mending resign aja. daripada jadi penyakit. Karena emang beda banget lho ekspresi Mi Ri saat lihat Jeon In Sook.

Dehhh mana bunga-bunga cinta kayaknya bakalan tumbuh di Mi Ri dan Han Tae Joo. Bakalan sangat terjal hubungan mereka. lah wong bapaknya sudah wanti-wanti Tae Joo untuk tidak berhubungan dengan wanita di kantor.

Yooo Pak, Tae Joo berhubungannya sama galon di kantor saja. biar hidup nggak usah ribut. Nggak usah baper dan nggak usah ada drama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *