Sinopsis Mother of Mine Episode 21 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 21 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa guys, ayokkk lanjut. Mian agak lama yaaa… biasa dehhh miminnya lagi banyak kerjaan.

“Kalian mengadakan rapat golf?” Tanya Pimpinan pada Jeon In Sook.

“Ya. Kami kemari untuk menikmati udara segar.” Jawab In Sook.

Mi Ri kemudian memberikan salam. “Halo, Pimpinan.”

“Ahh lama tidak jumpa, Bu Kang.”

“Apakah anda mau bergabung?” Tanya salah satu ahjussi ketua.

“Tidak, aku kemari dengan putraku. Kalian bertiga main golf?” Tanya Pimpinan.

“Kami ingin Bu Kang bermain. Tapi dia tidak tahu caranya. Jadi, kami bingung harus bagaimana.” Jawab In Sook.

“Kamu tidak bisa main golf? Bu Kang?”

“Ya. Maaf.”

In Sook tanya lagi. “Bagaimana jika Anda bermain satu ronde lagi?”

Akhirnya, mereka pun pergi meninggalkan Mi Ri dan bermain satu ronde lagi. Mi Ri hanya melihat dengan hati pilu bagaimana kelakukan Ibunya. Mi Ri hanya hampir menangis di dalam mobil. Mengingat percakapannya dengan Jeon In Sook yang menanyakan apakah Mi Ri bisa main golf atau tidak.

Tae Joo pun hanya melihat dari kejauhan.

****

“Apa yang terjadi dengan Bu Kang? Kenapa dia kesini?” Tanya Pimpinan pada Jeon.

“Aku memanggilnya untuk berbincang dengan eksekutif. Sayang sekali.”

“Bukan itu maksudku.”

“Sampai kapan anda akan membuat Tae Joo bekerha untuk Bu Kang? Dia mungkin bisa belajar banyak dari Bu Kang. Tapi tidak baik membuatnya berada di sisi seseorang seperti Bu Kang terlalu lama.”

“Apa yang tbtb kamu bicarakan?”

“Tidak semua orang bisa menjadi CEO perusahaan. Penting memahami orang-orang biasa dan kehidupan mereka. Tapi Tae Joo punya tempatnya sendiri, anda mau dia menjadi CEO yang minum-minum dengan anggota perserikatan di masa depan?”

“Sebenarnya, aku sudah memperingatkannya. Aku sudah bilang jangan terlalu dekat dengan Bu Kang.”

“Itu bukan solusi.”

“Lantas kamu seharusnya menghentikanku dari awal. Saat Tae Joo pertama mengajukan ide ini. Kamu juga tidak bisa membujuknya.”

“Aku akan membujuknya mulai sekarang.” Ucap In Sook. “Hanya perarung ceroboh yang berteman dengan bawahannya. Orang-orang berpengaruh membentuk dunia. Perjuangan orang lemah tidak bisa mengubah dunia. Aku cemas Tae Joo akan bersimpati dengan mereka.”

“Itu karena dia masih muda. Dia tidak akan berbuat seperti itu mengingat dari mana asal dia.”

“Itulah alasan pendidikan sangat penting. Yang berada di sekitarnya lebih penting. Pendidikan mulia belum cukup. Tapi anda sudah membiarkan Tae Joo berada di bawah tangan wanita antah berantah itu. Aku bingung kenapa anda amat tenang.”

*sumpah saya sedih dengernya. Sebegitunya orang direndahkan oleh orang lain yaaaa… kok saya sakit hati yaaa ngetiknya.

Pimpinan pun tertawa terbahak-bahak. “Kamu sengaja memanggilnya kemari. Kamu sungguh wanita pintar. Itulah alasanku menyukaimu.”

“Anda menyukaiku?”

“Jangan cemberut. Nanti kamu mengacaukan permainannya.”

****

Di rumah Emak, Paman hanya membujuk Emak untuk makan. Tapi Emak malah mengomel karena makanan yang disajikan adalah bibimbab.

Woo Jin sudah makan sup di kedai Emak. “Ahh ini enak. Apa? Kamu belum pernah melihat orang makan? Ini amat enak. Ibumu koki yang andal. Kimchi enak dan lauknya juga lezat. Kurasa kamu tidak menuruni Ibumu.”

“Kenapa kamu ke mari?” Tanya Mi Hye.

“Kamu tahu “Pemburu Budak”?”

“Drama soal budah yang kabur? Maksudku, kamu kemari mau memburuku?”

“Aku terlalu terang-terangan?”

“Dengar, Tuan Kim….”

“Memang benar kamu kabur.”

“Aku tidak kabur. Aku berhenti.”

“Kamu hanya boleh berhenti setelah berkomunikasi dan sepakat di antara kedua belah pihak. Kamu menangis di tengah malam dan bilang mau keluar. Itu tidak benar. Haruskah kita terus bicara di sini? Atau kita bisa bicara di luar sebentar?”

***

Mi Hye dan Woo Jin pun akhirnya pindah kafe.

“Aku sungguh minta maaf. Aku tahu anggapanmu kepadaku nantinya. Kamu pasti menganggapku menyedihkan karena sudah menyerah bahkan sebelum sebulan. Tapi aku punya alasan sendiri. Jadi…”

“Jangan cemas.”

“Apa? Kamu merasa bersalah?”

“Aku tidak seperti ayahku. Jadi, aku tidak bisa akrab dengan para penulis.”

“Ahh… kurasa kamu salah paham. Aku berhenti bukan karena perlakuan kasarmu. Tentu saja, itu salah satu alasannya. Tapi bukan alasan terbesar. Jadi, kamu tidak perlu minta maaf. Anda… tidak mau menyesal… sebanarnya, aku menyerah dengan menulis. Jika tidak kabur saat subuh seperti itu, aku merasa tidak akan pernah berhenti. Bahwa aku akan hidup di kejayaan masa laluku selamanya. Iyu yang mau kuhargai tanpa melepaskan bebanku. Bahwa aku menjadi menyedihkan. Aku takut akan itu. Itulah alasanku kabur. Buku pengakuan di musim panas, itu buku yang bagus. Katakan kepada penulisnya untuk tidak arogan dan berakhir sepertiku. Aku minta maaf sudah menyebabkan banyak masalah. Serta terima kasih. Kamu menyadarkanku. Sampai jumpa.”

Mi Hye sudah akan pergi. Tapi Woo Jin malah berkata. “Kamu kira aku meluangkan waktu kemari dan makan sup tulang sapi agar pegawai paruh waktu kembali?”

“Kamu bilang kamu kemari mau menjemputku. Bahwa kamu pemburu budak.”

Woo Jin mengeluarkan buku lama Mi Hye. “Anugrah kilat dunia sastra. Apa dia membelot ke suatu tempat? Atau apa dia pindah?  LA?”

“Kamu sudah tahu?”

“Kamu kira aku tidak tahu? Kamu memberi petunjuk dengan Thirty is Fall.”

Mi Hye pun duduk kembali. “Kenapa kamu berpura-pura tidak tahu? Kenapa kamu berpura-pura dan membuatku tampak bodoh?”

“Pasti ada alasannya ketika seseotang menunjukkan pengakuan. Sudah kubilang, aku tidak seperti ayahku. Aku menunggu. Bahkan bagimu untuk menyombong seperti biasanya. Tapi kamu, Kang Mi Hye tidak punya harga diri sama sekali. Kamu sungguh hanya bekerja di kafe. Kukira kamu sudah hancur sembilan tahun belakangan. Aku kecewa. Aku merasa kamu penulis yang berbakat. Ayahku juga bilang begitu. Saat aku berusia 30 tahun, maaf harus kukatakan sayangnya bagiku serta bagimu juga, kamu pernah menjadi penulis favoritku. Jadi, menulislah lagi. Mari berhenti main-main.”

Mi Hye berkaca-kaca mendengarnya.

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *