Sinopsis Mother of Mine Episode 21 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 21 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Emak bernyanyi di depan Paman Young Dal. *wkwkwkwk pengen ngakak dengernya. Emak kayaknya stres banget.

Tak lama, Mi Hye pun masuk. Mi Hye hanya terdiam dan masuk ke dalam kamarnya.

***

Kakek Da Bin bertanya pada Mi Ok. “Kamu sungguh yakin soal ini?”

“Soal apa?”

“Kamu yakin tidak masalah memutuskan menjaga Da Bin?”

“Kenapa aku harus bermasalah dengan itu?”

“Aku hanya memikirkan perilakumu yang biasa, ritme hidupmu. Tingkat energimu dan keteguhan hatimu. Jika mempertimbangkan semua itu….”

“Apa? Keteguhan hatiku?”

“Jika memikirkan sifat alamimu. Kurasa itu tidak akan bertahan lama.”

“Ada apa dengan karakterku?”

“Buruk. Kamu plinplan, egois, tidak tahan kerja keras, dan harus menyuarakan hatimu.”

“Apa katamu?” Mi Ok pun marah. “Penting membiarkan anak-anak membentuk kebiasaan baik dahulu. Jika kamu memeluk mereka setiap saat dan menggendong mereka terus. Itu akan makin buruk seiring mereka bertambah dewasa. Kamu harus menerapkan kebiasaan baik. Tidak artinya tidak dan barang-barang harus ditempatkan ke tempatnya. Aku sudah muak dengan mertua yang mengganggu putraku karena dia mengurus Da Bin. Aku lebih baik mengurus anak itu sendiri.”

“Itu akan menjadi kerja keras. Pikirkan baik-baik. Pikirkan Sim Si Buta yang membuat kesepakatan untuk 300 karung beras. Tekanannya akan sebanyak itu.” Wkwkkw ini dongeng apaan sih.

Di sisi lain, Da Bin ketakutan karena akan diasuh nenek Mi Ok, dan Jin Soo masih mencemaskan mainan mahalnya yang akan dijual oleh Mi Sun.

***

Mi Ri berlatih main golf. Ia merasa kesusahan karena tidak ada yang membimbing. Lalu entah bagaimana, Tae Joo datang dan melatihnya.

“Jika kamu membutuhkan pelatih, kamu seharusnya memberitahuku lebih dahulu. Ahhh Bu Kang…Kamu tidak membaca dengan benar saat mengintip CV-ku?”

“Aku tidak mengintip.”

“Aku berenang, bermain golf, dan bermain boling. Aku bahkan berkualifikasi. Aku bahkan ikut lomba triatlon.”

“apakah ayahmu komite olimpiade dan olahraga korea?”

“Sayangnya bukan.”

Dan Tae Joo mau mengajari Mi Ri dengan satu syarat.

***

Mereka akhirnya minum bersama.

“Kamu hanya mau makan denganku untuk les yang kamu beri?” Tanya Mi Ri.

“Bukan begitu. Waktunya pun aku yang menentukan. Apa kamu sudah lupa?”

“Apa sulitnya itu? Aku memang harus makan dan menyenangkan jika ada yang menemani makan. Aku takut kamu meminta tolong yang berat.”

“Apa kamu pernah merasa takut?”

“Tentu saja. Aku mudah takut dan terluka.”

“aku tahu itu.” Tae Joo tersenyum.

“Kenapa kamu tersenyum?”

“Karena aku menyukaimu….” hadeeehhh kok rasanya saya yang mau meleleh ya. “Aku amat menyukaimu. Kenapa? Tidak boleh? Astaga, aku yakin kamu akan bersikap seperti orang tua dan bilang aku lancang. Katanya kamu tidak akan seperti itu lagi. Kamu tidak akan seperti itu lagi, bukan?”

“Yak!!!!! KAMU MAU AKU HAJAR???”

“kini kamu mau berusaha memukulku?”

Dan Tae Joo tbtb dapat telpon dari Jeon In Sook. Tae Joo menepi.

“Aku bertemu dengan Bu Kang di lapangan golf.” Ucap Tae Joo.

“Ahh ituu, kita bisa saja terkena masalah. Sekertaris pimpinan salah memberi tahu soal jadwal golf pimpinan. Jadi. Ibu salah. Tampaknya Ibu harus memberi peringatan kepada sekertaris itu.”

“Begitu rupanya.”

“Ibu juga memanggil Bu Kang seperti yang kamu minta. Tapi dia tidak tahu cara memainkan golf, itu memalukan. Para eksekutif tidak tampak senang soal itu.”

“Dia akan bermain golf sebentar lagi.” Ucap Tae Joo.

“Bagaimana kamu tahu? Bagaimana kamu bahkan tahu Bu Kang akan belajar bermain golf sebentar lagi?”

“Aku hanya menebak. Dia amat teliti soal apapun.”

“Baik…. kamu sedang di luar?”

“Ya. Aku sedang makan di luar. Bersama teman.”

Tae Joo dan Mi Ri pun makan bersama.

***

Pada senin pagi, akhirnya Mi Sun mengantarkan Da Bin di rumah mertuanya.

Mi Ok mulai bertanya. “Pukul berapa kamu akan menjemput Da Bin? Kita punya kehidupan pribadi. Jadi, harus ada aturan.”

“Aku selalu berusaha untuk pulang cepat. Tapi pekerjaan kantor sering tak terduga.”

Kakek menjawab. “Tentu saja. Terkadang dia bisa pulang cepat dan terkadang pulang larut.”

“Tidal. Ibu tidak bisa menerima itu. Pastikan kamu pulang tepat waktu.”

“Bagaimana Mi Sun bisa memastikannya?” Tanya Kakek.

Kakek pun akhirnya meminta Mi Sun untuk segera pergi.

Emak hanya memikirkan bahwa Mi Ok pasti sudah tidak tahan kalau menjaga Da Bin dalam waktu sehari. Dan nyantanya Mi Ok sudah dibuat kesal saat mengantarkan Da Bin ke bus penjemputan. Ada teman Da Bin yang menjulurkan lidahnya pada Nenek. Mi Ok pun tidak terima akan hal itu.

***

Di kantor, Mi Sun curhat dengan sunbaenya.

“Ibu mertuamu?”

“Ya.”

“Kenapa kamu meninggalkan Da Bin bersamanya?”

“Lantas, aku harus bagaimana? Dia memaksa.”

“Walaupun begitu, seharusnya kamu tidak membiarkannya. Kamu baru saja masuk ke gerbang neraka. Lebih baik diomeli ibumu daripada dia. Apa yang kamu pikirkan?”

“Tidak ada yang harus kulakukan. Ibuku bilang dia selalu kelelahan. Ibu mertuaku juga selalu sibuk di luar. Aku akan memberi mereka kesempatan untuk bertukar posisi.”

Kemudian hobae mereka protes. “Sunbae, kalian selalu membahas hal sama di kantor. Apa tidak ada yang bisa dibahas selain masalah keluarga?”

“Yak!!! Bagaimana dengan kalian?”

“Kalian selalu membahas pacarmu dan diet. Mi Sun, aku pikir kamu sudah mentertibkan mereka, mereka tidak tertib lagi.”

Para hobae berkata. “Kami bukan hanya membahas masalah itu. Ekonomi, masalah sosial, sastra, persoalan korea…. kami juga membahas isu sosial seperti itu. Kami cukup patrotik.”

“Kami juga patriotik. Aku punya 3 anak. Mi Sun meninggalkan anaknya dan berangkat kerja. Kalian tahu apa?”

Dan pertengkaran ini  ditutup oleh para pegawai yang sudah membuka Banknyaa…

****

Mi Ri sedang mengadakan rapat. “Hansung Championship 2019 akan menjadi upacara terbesar sejak pendirian grup HS. Kita sudah mendapat jawaban pasti dari agen Lionmoly untuk berpartisipasi. Kita sudah berkonsultasi soal acara pembelajaran singkat untuk pelanggan VIP.” Ucap Mi Ri.

Yang lain pun berbisik. “Dia sudah mengurusnya. Kerjanya bagus. Kamu memang hebat Bu Kang.”

Mi Ri lanjut bicara. “Begitu hari pendirian berakhir. Tim pemasaran akan memulai persiapan.”

In Sook menjawab. “Bagus. Bu Kang. Acara hari pendirian tahun ini amat berarti bagiku dan bagi kalian semua. Dengan begitu, kuharap Tim Pemasaran akan bekerja keras untuk acara hari ini.”

“Tentu saja.” Ucap Mi Ri.

“Lantas, Tim Pemasaran akan bertanggung jawab atas Hansung Championship 2019.”

“Tim Perencanaan? Anda serius?” Ucap para eksekutif yang lain.

“Karena Tim Pemasaran sudah bersiap lebih dahulu.  Tim Perencanaan bisa mengambil alih dan menyelesaikannya.”

Mi Ri kesal mendengarnya. “Hansung Championship bisnis terbesar setiap tahunnya. Tim Pemasaran bertanggung jawab untuk itu sampai sekarang. Kurasa tidak perlu dipindahtangankan.”

“Entahlah. Ini bisnis yang amat penting soal golf. Aku tidak bisa menyerahkan proyek ini ke kamu yang tidak bisa bermain golf. Aku tidak bisa menambah tingkat risiko sebagai seorang CEO. Pindahkan proyek ini ke Tim Perencanaan. Alih-alih berfokuslah pada acara hari pendirian.”

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *