Sinopsis Mother of Mine Episode 22 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 22 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaaa... selamat membaca.

Tim Pemasaran mulai bergunjing. “ada apa ini? Ada apa dengan Ibu Jeon?”

“Kamu tidak tahu? Artinya dia tidak membutuhkan staf yang memberontak. Dia menunggu untuk tahu siapa yang menang.” Jawab Pak Park.

“Yaa…. tidak mungkin CEO berebut kekuasaan dengan manager biasa?”

Pak Kim kemudian membubarkan. “Berhenti bergosip dan mulailah berkerja. Jangan malas-malasan dan kecewa setelah dimarahi Bu Kang.”

Tak lama, Mi Ri meminta Tae Joo untuk ikut dengannya.

***

Tae Joo dan Mi Ri pergi bersama untuk mengurus makanan, restoran dan anggur yang akan digunakan untuk upacara perayaan. Kemudian mereka pun mengobrol di mobil.

“Anda tahu? Anda sangat berani.” Ucap Tae Joo.

“Kamu memulai argumen?”

“Ini salah satu bisnis terbesar di tahun ini. Hansung Champoionship.”

“Kamu benar. Aku menyiapkannya dengan sepenuh hati.”

“Anda masih bisa bekerja padahal itu dicuri? Anda pasti ingin kabur saat ini.”

“Kalau begitu, haruskah aku kabur?” Tany Mi Ri.

“Bersama-sama? Aku senang mendengar itu. Jika perusahaan tahu, aku akan menyalahkan anda.”

“Di saat seperti ini, aku membutuhkan hal lain. Bukan kabur. Belok kanan di persimpangan berikutnya. Lakukan yang kuminta.”

***

Di kedai Emak, ada Paman Young Dal dan Pegawai Paruh waktu yang sedang olahraga. Tak lama, Mi Ri masuk dengan Tae Joo.

“Omma… aku datang.” Ucap Mi Ri.

“Ahh Mi Ri. Kamu siapa?” Ucap paman Young Dal saat melihat Tae Joo.

“Kenapa paman sangat terkejut? Tae Joo, sapa ini, Omma dan ini samcun.”

Tae Joo pun sempat kikuk saat memberi salam.

“Dia adalah bawahanku dan mampir untuk makan.” Mi Ri pun meminta Tae Joo untuk duduk.

“Omong-omong, berapa usiamu?” Tanya Paman sangat kepo. “Paman hanya penasaran berapa usianya.”

“Aku 32 tahun.”

“32 tahun? Usia yang bagus.” Ucap Paman.

***

Emak akhirnya menelpon Mi Sun… “Coba tebak apa yang terjadi?” Tanya Emak Mi Ri.  “Mi Ri datang kemari bersama pria. Dia bilang itu adalah bawahannya. Tapi ibu tidak percaya. Maksud ibu, dia bahkan tidak pernah mengajak teman ke tempat kita. Dari yang ibu lihat, pasti ada sesuatu terjadi. Pamanmu juga merasakannya dan menanyakan usianya. Dia 32 tahun. Ohh yaaa… bukankah kamu bilang kamu melihat bawahannya saat pergi ke rumah Mi Ri waktu itu? Seperti apa rupanya? Dia tidak terlalu tinggi, tapi alisnya gelap dan mata besarnya sangat gagah. Dia tampan dan berkulit putih. Bibirnya tebal dan berlekuk seperti bunga morning glory. Dia sangat berotot. Apakah dia orang yang sama?”

“Yaaa aku mendengarkan.”

“Apa ini ponsel Kang Mi Sun?”

“Benar.”

“Apa kamu Kang Mi Sun, Ibunya Da Bin?”

“Benar, aku agak sibuk saat ini.”

“Kamu berlagak tidak melakukan kesalahan apapun?” Tanya Emak.

“Aku sungguh sedang sibuk sekarang. Ibu mertuaku yang menjaga Da Bin dan ingin aku pulang cepat waktu. Jadi, aku harus menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Aku tidak punya waktu untuk mendengarkan Ibu. Maaf, tapi bicaralah dengan Mi Hye.” Mi Sun dengan kesal menutup telponnya.

****

Saat makan, Tae Joo bicara. “Sunbae, anda seharusnya memberitahuku jika kita akan kemari. Aku tidak menyiapkan apa pun untuk diberikan kepada orang tua.”

“Memangnya kenapa jika datang dengan tangan kosong?”

“Sunbae, meski begitu, ini tidak benar.”

“Sudah kubilang, aku ingin menemui ibuku ketika bersedih. Seperti katamu, tadinya aku ingin kabur. Tapi kemudian aku berubah pikiran dan datang kemari untuk mendapatkan kekuatan dari Ibu. Kamu hanya kebetulan ikut. Jadi, jangan berpikir macam-macam soal ini. Bukankah sup ibuku enak?”

“Ya.”

“Kimci lobaknya juga enak?”

“Ini luar biasa.”

“Aku berasal dari keluarga pembuat sup tulang. Ibuku membesarkanku dengan berjualan ini.”

Tak lama, para pelanggan datang dan Mi Ri membantu melayani. Tae Joo tersenyum melihatnya.

***

Mi Sun pulang sambil berlarian menuju rumah mertuanya menjemput Da Bin. Di dalam rumah, Nenek sedang memperdengarkan Da Bin musik klasik.

Kali ini Mi Sun pulang tepat waktu pukul 06.00. dan dengan teganya Ibu mertua meminta Mi Sun memakan makanan sisa dari Da Bin yang tidak habis. Usai makan, Mi Sun pun mencuri pring.

Belum selesai perintah Mi Ok pada Mi Sun, kali ini, Mi Sun diminta menanak nasi karena Jin Soo sudah pulang dan tidak ada makanan.

Begitulah, Mi Ok hanya berpihak pada anaknya sendiri.

***

Kini Tae Joo bersama Emak dan Paman Young Dal. Emak memberikan Tae Joo buah-buahan.

“Berapa usiamu?” Tanya Emak.

“aku 32 tahun.”

“Apa pekerjaan ayahmu?”

“Ayahku memiliki bisnis.”

“Ahh dia pengusaha. Lalu Ibumu?”

“Dia sudah meninggal saat aku kecil.”

“Aigoo, jadi sudah berapa kama kamu mengenal Mi Ri?”

“Kami bertemu saat aku mulai bekerja, jadi…”

“Omma… berhenti menginterogasi dia.” Mi Ri pun datang. “Han Tae Joo, kamu terlalu banyak makan. Kamu harus pulang.”

Emak berkata. “Jangan bersikap tidak sopan. Kamu tidak boleh berkata begitu kepada tamu spesial.”

“Dia bukan tamu. Dia hanya bawahanku. Kalian yang terlalu berlebihan.”

****

Mi Ri pun mengantarkan Tae Joo ke depan.

“Sampai jumpa. Aku bermalam di sini.”

“Kamu masih bayi ya? Kamu merasa lebih baik jika tidur bersama ibu?”

“Ya.”

“Aku akan memberi tahu semua orang, bahwa kamu anak manja.”

“Silakan. Sampai jumpa besok di kantor.”

Lalu tbtb Jeon In Sook menelpon Mi Ri. Tae Joo pun memperhatikannya.

“Ada sesuatu yang harus kamu lakukan untukku.” Ucap In Sook.

Lanjut ke bagian  2 ya. klik di sini yaaa.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *