Sinopsis Mother of Mine Episode 23

Sinopsis Mother of Mine Episode 23 – Episode sebelumnya di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yaaang ini yaaaa guys... selamat membaca ya!!!

Mi Ri kembali diturunkan di kedai Emak. “Kamu sudah janji akan merahasiakan ini? Karena ini sudah larut, bawa mobilku.”

“Sunbae…” Tae Joo memanggil-manggil Mi Ri namun tidak dihiraukan.

***

Saat olahraga pagi, Tae Joo memikirkan ucapan In Sook yang akan memecat Mi Ri. Tae Joo pun kemudian menjemput Mi Ri di kedai Emak.

“Kamu seharusnya tidak menjemputku.”

“Aku cemas.”

“Aku bukan anak-anak. Kenapa mencemaskanku?”

“Tapi anda menangis seperti anak-anak. Selamat pagi…” Tae Joo pun tersenyum.

Dan saat mobil akan masuk ke ruang parkir. In Sook melihat Tae Joo di mobil bersama dengan Mi Ri.

***

Mi Hye keluar dengan pakaian yang rapi. Emak pun bertanya. “Kamu mau ke mana?”

“Ke suatu tempat.”

“Kemana?”

“Kemana lagi? Tentu saja ke perusahaan penerbitan.”

“Katamu kamu sedang cuti.”

“Cutiku sudah berakhir.”

“Aigoo. Kamu tidak menghabiskan waktu melakukan sesuatu dengan gigih.”

“Tidak begitu.”

“Benar!!! Ibu yakin kamu entah sebal atau tersinggung lagi saat menulis.”

Paman berkata. “Noonim jangan memarahinya pagi-pagi. Hidup pasti berubah. Tidak ada bunga yang langsung mekar.”

“Dia bahkan bukan bunga, dia bahkan bukan bunga labu. Jika kamu melakukannya, lakukan dengan benar. Atau menyerahlah dan belajar cara mengelola restoran dari ibu.”

“Astagaa,,, aku pergi.”

***

Di luar, saat Mi Hye bertemu dengan pegawai paruh waktu. Mereka saling tos dan Mi Hye pergi dengan riang.

Kini kita ke Woo Jin dan Peter.

“Bukankah ada banyak naskah yang harus dibaca hari ini?” Tanya peter.

“Aku sedang membaca koran.”

“Kamu sudah lama membaca halaman itu.”

“Kamu terus memancing?”

“Bagaimana denganmu Hyung? Kenapa kamu di sini? Kamu menunggu seseorang? Apakah menurutmu Mi Hye akan datang?”

“Aku tidak peduli. Setelah semua kulakukan untuk membujuknya. Dia akan datang jika dia manusia. Meski dia tidak datang, aku tidak rugi.”

“Ahhh ini sudah hampir waktunya wawancara pegawai paruh waktu.” Ucap Peter.

“Kamu menyewa pegawai baru lagi?”

“Untuk berjaga-jaga jika Mi Hye tidak datang. Aaaahhh itu pegawai barunya sudah datang,”

Mi Hye pun datang membawa sekarung kopi.

“Halo. Aku berpapasan dengan truk biji kopi dalam perjalanan kemari.”

“Ahh kamu seharusnya tidak menyeretnya sampai kemari.” Ucap Peter. “Serahkan kepadaku. Akan aku urus. Mi Hye Sshi, senang kamu kembali.”

***

Mi Hye bicara dengan Woo Jin di atas.

“Maaf. Aku tidak bisa memercayaimu.” Ucap Woo Jin. “Anggaplah ini ruang menulismu.”

“kamu mau aku menulis di sebelahmu?”

“Sudah kubilang. Aku belum memercayaimu. Kamu tidak harus bekerja di kafe. Alih-alih, uji baca naskah yang keberikan kepadamu di pagi hari. Serta tulis seseuatu di siang hari. Periksakan itu setiap pulang kerja.”

“Periksa?”

“Kenapa? Kamu tidak suka?”

“Aku bukan anak-anak. Tidak perlu kamu periksa.”

“Kamu bukan anak-anak? Kamu menyia-nyiakan sembilan tahun terakhir karena tidak ada yang memeriksa.”

“Haruskah kamu sekejam ini?”

“Biasakan diri dengan cara bicaraku. Aku mungkin lebih keras dari ini saat membaca naskahmu. Terserah kamu mau menangis atau tidak terhadap komentarku. Tapi kamu tidak bisa kabur lagi. Aku akan membuatkan syarat agar kamu mengompensasinya jika kabur lagi.” Woo Jin memberikan kontrak tertulis.

“Ini kontrak tertulis yang amat kamu inginkan. Baca baik-baik dan teken.” Woo Jin juga memberi sesuatu lagi. “Baca ini juga. Aku akan kembali sore hari. Kamu masih punya kesempatan terakhir, jadi, kaburlah sekarang jika mau. Aku harus mengantarmu ke rumahmu?”

“Tidak, terima kasih. Aku tidak akan kabur lagi. Kenapa kamu menatapku seperti itu?”

Woo Jin pun mendekat. “Jangan membuat cerita yang buruk.” Wkwkw.

****

Saat di kantor, Tae Joo bicara dengan In Sook.

“Kenapa Ibu memperlakukan Kang Mi Ri seperti itu?” Tanya Tae Joo. “Kemarin malam, aku kebetulan berada di luar rumah Ibu.”

“Kamu bersama dengan Bu Kang?”

“Ya. Aku bersamanya.”

“Kenapa? Kenapa bersamanya pukul segitu?”

“Itu tidak penting. Kenapa Ibu menyuruhnya melakukan tugas pribadi? Itu yang ingin kutahu. Mi Ri adalah atasanku. Kami bekerja di luar kantor bersama juga dan begadang.”

“Itukah alasanmu bekerja sama dengannya? Apakah kalian bermalam bersama? Saat kamu bilang mau menyembunyikan identitasmu dan mengambil ujian masuk. Pemimpinan dan ibu tidak rela mengizinkannya , jika begini caramu mau masuk perusahaan, kami kira ini patut dicoba.”

“Aku tahu itu.”

“Tapi, kami sudah menduga pasti ada efek samping *njirr kayak obat aja. Maksud ibu, situasi seperti ini. Kamu bergaul dengan orang yang levelnya dibawahmu. Mendambakan kesetiaan dan cinta serta lupa siapa dirimu.”

“Bukan itu maksudku saat bertanya. Belakangan ibu tidak tampak seperti orang yang kukenal. Itulah alasanku bertanya.”

“Nak… ibu tidak pernah memperlakukanmu secara berbeda sampai sekarang. Saat pertama kali kamu belajar bahasa prancis, saat kamu memutuskan berkuda, serta saat kamu belajar di luar negeri. Standar dan aturan ibu selalu sama. Kang Mi Ri hanya pembimbingmu. Guru yang ibu percayakan anak ibu kepadanya. Serta ibu tidak menyukainya.”

“Kenapa? Kang Mi Ri orang baik. Dia mencintai perusahaan dan andal dalam pekerjaan.”

“Apa kamu mengkhawatirkannya?”

“Maksudku, jangan sampai kehilangan dia.”

“Mungkin, jika Pimpinan menentang. Ibu harus setuju dengannya. Ibu kira kamu akan cukup bijak untuk mengatasi situasi seperti ini. Itulah alasan ibu membujuk pimpinan. Tapi hari ini ibu tahu ibu salah. Kamu boleh pergi, ada rapat yang harus kuhadiri.”

***

Tim Marketing makan siang bersama, Pak Park CS membicarakan tentang anak Tuan Han yang masuk sebagai pegawai baru. Han Tae Joo salah satu terduganya, sayangnya dugaan itu hilang karena Tae Joo suka sekali mengumpulkan stempel untuk mendapatkan kopi gratis.

****

Di sisi lain, Da Bin mulai dijemput oleh nenek Mi Ok saat pulang, dan Mi Ok memarahi anak lelaki yang tadi pagi menjulurkan lidah padanya sampai anak itu menangis.

***

Mi Ok menghubungi Emak secara tbtb. “Kamu tahu sekarang aku mengurus Da Bin?”

“Ya. Mi Sun bilang begitu kepada pamannya.”

“Lantas kenapa kamu tidak menelponku sekali pun?” Ucap Mi Ok

“Apa?”

“Jika tahu aku mengurus Da Bin, kamu seharusnya menelponku dan berterima kasih kepadaku karena sudah melakukan itu. Itu akan menghiburku sedikit. Anak-anak pasti senang melihat itu.”

“Lihat siapa yang bicara? Apa kamu pernah berterima kasih kepadaku saat mengurus Da Bin? Saat Mi Sun melahirkan Da Bin, kamu baru kembali dari liburanmu ke amerika selatan. Kamu tidak ingat itu? Saat wajah Mi Sun bengkak setelah melahirkan, kamu hanya menceritakan penyu Galapagos. Saat itulah aku mengurus Da Bin. Apa kamu pernah berterima kasih?”

Dan yak…dua orang ini nggak pernah kelar ributnya dari episode 1.

***

Emak akhirnya ditemui Mi Sun di kedainya.

“Jadi, kamu tidak mau menemui ibu lagi? Itulah alasanmu mengirim Da Bin ke mertuamu tanpa memberi tahu ibu?”

“Aku melakukannya karena satu hal.”

“Cukup! Yak! Walaupun mengurus Da Bin tidak mudah. Ibu sudah bersamanya selama enam tahun. Kenapa kamu mengirimnya ke ibu mertuamu tanpa bilang ke ibu dahulu? Kamu amat tidak perhatian.”

“Ibu konyol. Ibu bilang ibu lelah. Ibu terlalu lelah untuk melakukannya juga.”

“Ibu tidak akan mengabaikan cucu ibu hanya karena lelah.”

“Lantas aku harus bagaimana? Ibu mau mengurus Da Bin atau tidak? Apa yang Ibu mau? Ibu mau aku membawa Da Bin kembali? Ibu mau mengurus Da Bin lagi?”

“Lupakan. Jangan bawa dia.”

“Omma…”

“Jangan bawa dia kemari lagi. Kamu sudah amat kejam kepada ibu saat kamu kesal. Ibu menyadari ibu tidak dapat pujian apa pun meski sudah mengurus anakmu. Berbuatlah sesukamu dengan hidupmu. Besarkan anakmu sendiri. Serta lakukan tugas rumahmu sendiri. Jangan kemari lagi. Paham?”

Mi Sun pun pergi lagi dengan kesal.

***

Mi Sun pulang dan membersihkan rumah, di mana-mana dia menemukan kaos kaki milik Jin Soo yang membuat mesin penyedot debu menjadi macet.

Sementara Jin Soo saat pulang hanya mengomel karena di dalam kulkas tidak ada makanan dan hanya ada kimchi. Kemudian Jin Soo langsung dihajar oleh Mi Sun.

***

Jin Soo menjemput Da Bin di rumah Mi Ok dan saat keluar, mereka bertemu dengan kakek kemudian makan bersama karena mereka sama-sama kelaparan dan belum makan.

Bersambung…. klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *