Sinopsis Mother of Mine Episode 24 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 24 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini. Selamat membaca. Mian telat yaaaa…. ini juga nggak tahu bakalan kuat atau nggak buat sinopsis lengkapnya.

Mi Hye mengutarakan pendapatnya atas naskah yang sudah ia baca. “Aku sudah mengoreksi naskah yang kamu berikan tadi pagi. Penulisnya terus memakai kata penutup yang sama. Sudah kukoreksi, bisa tolong periksa?”

Woo Jin menerimanya. “Akan kuperiksa nanti.”

“Selain itu, aku butuh waktu cukup lama untuk mencerencanakan novel baru. Ada banyak hal yang ingin kutulis. Tapi kamu tidak akan mendukung semuanya.”

“Tentu saja. Penerbitan itu bukan kerja amal.”

“Apa? Aku tipe orang yang lebih baik jika mendapat pujian.”

“aku tidak pernah pergi ke restoran sapi untuk memanggil siapapun. Itu pengorbanan terbesar yang kulakukan untuk seorang penulis.”

Dan Woo Jin sebenarnya akan mengajak makan malam dengan Mi Hye namun Mi Hye menolak karena akan bertemu dengan temannya.

***

Kali ini Jae Bum menemui Woo Jin.. Jae Bum berkata. “Aku tahu segalanya.”

“apa?”

“Bahwa Mi Hye meneken untuk pekerja sambilan dan bukan sebagai penulis. Tolong jangan beritahu Mi Hye soal ini. Aku pernah hampir menjadi penulis. Aku penulis yang bisa mencari nafkah di industri terkejam di korea sekarang. Aku tahu meneken kontrak bukan hal sederhana. Terlebih lagi, akan sulit membantu seperti Mi Hye yang sudah lama hiatus.”

“Lantas kenapa kamu pura-pura tidak tahu? Aku ingat kamu membawakan anggrek.” Tanya Woo Jin.

“Kupikir itu akan membantu Mi Hye, untuk menulis lagi. Kamu tahulah bagaimana. Seperti balerina yang sudah patah semangat mengingat masa kejayaannya. Seperti vokalis yang kehilangan suaranya memberanikan diri saat melihat lembaran musik lama.”

“Maksudmu, dia mungkin akan menulis lagi jika bekerja di kantor buku?”

“Ya. Tepat sekali.” Jae Bum membawakan buku. “Ini koleksi karyanya saat di universitas.” *berjudul antologi perguruan tinggi.

“Aku tahu benar Kang Mi Hye berbakat.”

“Tidak hanya berbakat. Dia itu genius. Dia sangat berbakat hingga tidak tertandingi. Aku bahkan tidak berani membandingkan diriku dengannya.”

“Lalu?”

“Aku hanya beruntung. Mi Hye tidak beruntung.”

“Tapi kenapa kamu berusaha keras membuatnya menulis lagi?”

“Itu… karena jika sudah menukah, aku ingin membantu istriku yang memiliki bakat dengan segenap hatiku. Aku bahkan tidak bisa merelakan karirku. Lagipula, aku hanya beruntung. Saat istriku berkerja, aku bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan menjaga anak. Jika sains modern mengizinkan, aku bahkan rela hamil dan melahirkan.”

“Apa?”

“Karena Mi Hye sangat lemah. Dia mudah stres dan kelelahan. Saat mengandung dan perutnya membesar, dia tidak akan menulis, tapi jika aku yang hamil dan perutku membesar, aku masih bisa menlusi dengan baik dan bergerak ke sana kemari.”

“Tunggu sebenar. Haruskah kamu hamil? Sebenarnya apa hubungan kamu dengan Kang Mi Hye?”

“Kami berteman.” Wkwkwkwkw.

****

Jae Bum menunggu Mi Hye di rumah Mi Hye. Begitu datang, Mi Hye langsung gendong pada Bang Jae Bum. Wkwkwk.

“Aku memutuskan untuk menulis lagi. Aku bahkan punya meja sendiri. Meja penulis sungguhan.”

“Begitu ya?”

“Aku meneken kontrak baru dan mereka akan membayarku 30.000 dolar jika bukuku berhasil terbit. Yaaakk, kamu tahu itu uang besar bukan?”

“Ahh tentu saja aku tahu. Mi Hye selamat.”

“Aku akan melakukan yang terbaik. Aku berterima kasih kemarin. Keberanianku terkumpul karena kamu.”

“Benarkah?”

“Saat kamu bicara serius denganku, sebenarnya aku agak terintimidasi.”

Mi Hye bahkan sangat berterima kasih dan memberikan hadiah bantal pada Jae Bum.

****

Mi Ri dan kawan Tim Marketing sibuk menyiapkan upacara peringatan perusahaan.

Kemudian salah satu tamu menyapa Tae Joo. “Itu Han Tae Joo? Benar kamu, bukan? Kamu tidak ingat aku? Ini aku, Jung So Hee.”

“Ohhh So Hee.”

“Sudah lama tidak jumpa sejak kamu belajar ke LN saat kita SMA. Kapan kamu kembali?” *dari kejauhan, Mi Ri melihat mereka. Bukan hanya Mi Ri tapi tim lain juga. “Kamu sedang apa di sini?”

“Maaf, tapi bisakah kamu pura-pura tidak mengenalku? Aku akan menghubungimu nanti.”

“Sebenarnya kamu sedang apa di sini? Karena itukah kamu memutus kontak dengan teman-teman lain?”

Tak lama. Acara dimulai, para pembesar perusahaan pun muncul.

So Hee pun bilang, “Aku harus menyapa Ibumu dulu.”

Saat So Hee terburu-buru. Ada Mi Ri yang bertabrakan dengannya dan So Hee menumpahkan minumannya. In Sook yang melihat So Hee langsung menyapa sang gadis.

“Lihat siapa ini?”

“Ibu…”

“Sudah lama sekali, kapan kamu kembali ke korea?”

“Kabar anda baik-baik saja? Aku kembali bulan lalu. Maaf aku belum sempat menghubungi anda.”

“Tidak perlu minta maaf. Kudengar kamu sibuk. Senang melihatmu di sini. Omong-omong ada apa?” Tanya In Sook.

“Itu.. aku menumpahkan anggur ke pakaiannya. Aku sungguh minta maaf.” So Hee memberikan kartu namanya. “Ini nomor ponselku. Hubungi aku. Akan kuganti.”

In Sook langsung mengambil kartu namanya. “Itu tidak perlu. Dia pegawai kami. Hal seperti ini lumrah terjadi saat ada acara berlangsung. Pakaianmu juga kotor, apakah tidak apa-apa? Kita harus berfoto nanti.”

“Aku tidak apa-apa.”

In Sook benar-benar ramah dengan So Hee. Sementara itu Mi Ri pergi ke toilet dengan menangis.

***

Acara minum anggur dimulai. In Sook pun memberikan kata sambutan.

Mi Ri melihatnya dengan berkaca-kaca karena sakit hati.

In Sook tbtb membuka sepatunya. “Demi masa depan Hansung Apparel. Akan meletakkan otoritasku sebagai CEO, serta berhadapan dengan para pegawai. Aku akan mematahkan struktur otoriter atasan dan bawahan. Kita adalah kolega sebelum menjadi pegawai. Kita adalah teman sebelum menjadi kolega. Kita adalah keluarga sebelum menjadi teman…..” Pokoknya sok banget daaah sampe Mi Ri kesal nggak main-main. Karena ucapannya adalah dusta.

****

Di rumah, Mi Ri membakar semua berita yang ia kumpulkan mengenai In Sook. Mi Ri menangis dan dalam hatinya berkata. “Aku menunggumu karena kamu ibuku. Seperti orang bodoh.”

***

Masih ingat barang mahal pemberian Mi Ri?

Emak memakainya hingga Paman Young Dal tidak mengenalinya. Wkwkwkwk.

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *