Sinopsis Mother of Mine Episode 25 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 25 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini. Terima kasih untuk yang sudah mengikuti yaaaaa…. mohon kesabarannya untuk update-an ceritanya di sini. Yoollahhh lanjutin kisah Mi Ri yang mau resign.

Emak masih berlibur dan bernyanyi dengan para teman-temannya.

Ada ngedance segala cuy. Wkwkwkwkkw….

Ini pelem india apa yaaakkkk? Ehh ini drakor kan???? Hahaha.

****

Kini Da Bin melakukan kesalahan. Dia melompat dan menjatuhkan susu di sofa. Nenek Mi Ok sangat marah.

“Beraninya kamu berlompatan bahkan sebelum menghabiskan susumu. Kamu mau dimarahi?”

Da Bin pun menangis. “Omaaaaaaa”.

****

Karena tidak ada Emak. Paman memutuskan untuk tutup toko lebih cepat dan pergi ngeband. *wkwkwkkwkw episode ini pada bersenang-senang.

***

Jin Soo datang sebentar di kedai emak untuk mendapatkan sosis dari paman, namun karena ia lompat-lompat seperti Da Bin. Rantang yang ia bawa pun tumpah.

***

Da Bin sedang mengangkat tangannya karena dihukum.

Tak lama, Mi Sun pun pulang dari bekerja. Da Bin pun langsung memeluk anaknya.

“Omma aku menumpahkan susu dan nenek marah.”

“Apa? Kamu kira itu karena susu coklat? Nenek memarahimu karena kamu tidak pernah diam.”

“Apa kamu tidak menurut?”

Ayah sebenarnya meminta Mi Sun pulang. Tapi Mi Ok malah mengomeli Mi Sun terus.

“Bagaimana kamu melakukan ini kepada Ibu?” Tanya Mi Ok. “Kamu meninggalkan Da Bin dengan Ibu dan mengirim ibumu berlibur. Kamu kira itu masuk akal?”

“Ahhh Ibumu berlibur. Itu bagus.” Ucap kakek.

“Ibu, aku tidak mengirimnya pergi berlibur. Aku bertanya pada semua orang dan dia mengikuti perjalanan musim semi tahunan dengan pemilik toko lainnya. Masalahnya, Ibuku sudah tidak mengikuti itu sejak Da Bin lahir. Ini liburan pertamanya sejak 6 tahun lalu.”

“Itu tetap tidak benar.” SUMPAAAHHH SAYA KESAL NGETIKNYA AJA TUHHHH DASARRRR KAMU IKAN TONGKOL. “Kamu kira ibu tidak mau berlibur? Hei, setiap tahun di musim semi. Ibu pergi ke banyak tempat untuk melihat bunga.”

“Benar hanya melihat bunga?” Tanya Kakek. “Mi Sun coba lihat globe di sana. Dia sudah menandai negara yang sudah ia taklukkan. Jika kamu lihat tempat-tempat yang sudah ia kunjungi… siapa nema pria yang menemukan amerika?”

“Columbus.”

“Dia seperti Amundsen. Dia pengelana yang gagal mati dalam perjalan.” Wkwkwkwk kakek sa ae. “Kamu sudah pergi ke tempat yang jauh dan lebih bagus. Tapi mengeluh soal Bu Park yang pergi melihat bunga. Aku tidak paham. Selagi Bu Park mengurus Da Bin, kamu sudah berfoya-foya selama 6 tahun? Sudah beberapa hari kamu mengurus Da Bin dan kamu sudah menyesal.”

Kakek dan nenek pun bertengkar.

***

Saat Da Bin di luar. Ia mengatakan di rumah nenek sangat membosankan. Ia lebih suka di kedai nenek karena ada para bibinya. “Karena itu omma…. pulanglah lebih cepat.”

“Baik Da Bin. Ibu akan menjemputmu sesegera mungkin. Maafkan ibu terlambat hari ini.”

Mereka pun berpelukan.

Ada Jin Soo yang sedang menyapu karena menjatuhkan sosis. Saat itu pula Da Bin juga minta makan. Jin Soo dan Da Bin minta makan. Mi Sun yang lelah pun stress lagi…

***

Di restoran biasanya. Tae Joo dan Mi Ri bertemu lagi.

“Aku sudah menyerahkan surat pengunduran diri. Aku akan mengurus tugasku dan menyelesaikan sisanya. Aku belum berhenti tapi aku akan pergi setelah semuanya selesai. Btw, jika kamu menyukaiku. Relakan saja.”

“Kenapa harus kurelakan?”

“Karena harus.”

“Aku tidak mau. Aku serius.”

“Lantas, kamu mau berbuat apa? Aku juga mau pergi.”

“Lantas, kamu jangan pergi.”

“Tidak. Aku akan pergi.”

“Kenapa? Aku tidak mau melepaskanmu. Tapi jika memang harus pergi. Bekerjalah di perusahaan lain dengan gaji lebih baik. Kamu tidak harus belajar ke LN.”

“Tidak. Aku harus ke LN.”

“Kenapa?”

“Karena aku harus meninggalkan negara ini.”

“Kurasa ada kisah lain. Ada apa? Kenapa kamu harus meninggalkan korea? Apa ada masalah lain? Apa ada masalah yang tidak kuketahui?”

“Tae Joo, kamu tidak perlu tahu soal ini.”

“Sunbae… apa yang kulakukan kemarin adalah kesalahan besar? Kamu sungguh membenciku? Kamu sungguh berpikir aku gila?”

“Aku tidak pernah bilang aku membencimu. Aku hanya merasa harus pergi demi kebaikan semua orang. Kita semua punya rahasia. Jadi, jangan bertanya lagi.”

“Baik. Aku juga punya rahasia.”

“Jangan bilang aku tidak mau dengar.”

“Sunbae…”

“Jika kamu bilang, aku harus bilang rahasiaku. Itu sudah wajar. Serta aku tidak suka itu. Aku sangat berterima kasih kepadamu. Aku amat bersyukur. Aku tidak pernah berterima kasih pada siapapun kecuali keluargaku. Aku sudah hidup berhati baja.”

“Lantas. Kenapa kamu mau pergi. Meninggalkan semua yang sudah kamu capai?”

“Sudah kubilang. Rahasia. Ini soal kehidupan pribadiku. Jadi, berhentilah bertanya. Bagaimanapun, maaf. Dan terima kasih.”

Mi Ri pun pergi.

Bersambung….. klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *