Sinopsis Mother of Mine Episode 26 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 26 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys. Mian mimin agak sibuk jadi telat buatnya.

Jeon In Sook bicara dengan salah satu direktur.

“Apa maksudmu, mereka membatalkan kontrak? Apa alasannya?”

“Sayangnya Tim Perencanaan membuat beberapa kesalahan selama proyek dengan Lionmoly Agency. Karena agen itu ketat dan sulit dihadapi. Kita melaksanakan proyek ini dengan amat hati-hati. Kecuali mengganti penganggung jawab mereka bilang mau membatalkan kontrak dan mengembalikan seluruh proyek ke sumbernya.” Ucap Direktur.

“Penanggung jawab? Mereka mau apa?”

“Kurasa Lionmoly Agency merasa nyaman bekerja sama dengan Bu Kang Mi Ri yang selama ini menjalankan proyek bersama mereka.”

“Lantas, tidak bisakah kita menyerahkan proyek itu padanya?”

“Benar, tapi aku tidak boleh mengabaikan perasaan anda. Bukankah anda akan merasa tidak nyaman?”

“Tentu saja tidak, lupakan harga diriku demi kebaikan perusahaan. Aku akan segera mengurusnya.”

Yhaaa…. dasar In Sook nggak tahu malu.

***

In Sook pun langsung ke tempat Mi Ri. Ia mulai bicara empat mata. Juga berterima kasih pada pegawai lain karena sudah mengurus upacara peringatan dengan baik.

“Apa aku terlalu mendadak?”

“Tidak Bu Jeon. Aku pasti sudah mendatangi Anda jika anda menelponku.”

“Tidak. Aku yang butuh bantuan, jadi, aku harus datang…. jadi, bagaimana perkembangan penyelesaian pekerjaanmu?”

“Anggota tim belum tahu. Tapi aku diam-diam menyelesaikan pekerjaanku.”

“Begitu rupanya. Sayangnya, aku harus meminta bantuanmu. Ini soal Hansung Championship. Tim Perencanaan tidak bekerja dengan baik. Mereka menghadapi masalah. Omong-omong, aku mau kamu menyelesaikan itu sebelum pergi. Para eksekutif memuji caramu menyiapkannya dengan penuh kasih sayang. Serta Lionmoly Agency tidak senang kamu tidak ada. Kurasa bukan ide buruk bagimu mengakhiri itu dengan baik. Bagaimana?”

“Tentu, jika anda menyerahkannya kepadaku, aku akan melakukan yang terbaik.”

“Aku tahu kamu akan bilang begitu. Kamu orang yang amat bertanggung jawab. Kalau begitu, aku bergantung kepadamu.” In Sook pun menyalami Mi Ri. Tanpa ingat sudah benar-benar membuat sakit hati sebelumnya.

****

Mi Hye bekerja berdampingan dengan Woo Jin. Sampai benar-benar hening.

Woo Jin pun turun ke bawah dan ada peter.

“Lantai 2 benar-benar hening. Itu membuatku gugup.” Ucap peter. “Bagaimana kabar Mi Hye?”

“Jangan memancingku.”

“Kenapa?”

“Dia sibuk menelepon dan terus resah. Dia gelisah dan tidak fokus seperti tikus yang membawa sepotong keju. Aku akhirnya menenangkannya pagi ini.”

“Mungkin karena dia belum terbiasa. Dia akan segera membiasakan diri.” Ucap peter.

“Dia berbakat, tapi terlalu banyak pikiran untuk menjadi penulis yang baik. Kehidupan pribadinya amat rumit.”

***

Jae Bum dengan membawa banyak hadiah dan senyum lebar mendatangi Mi Hye. Tidak hanya Mi Hye yang mendapatkan hadiah. Tapi, Woo Jin juga diberikan hadiah berupa ATK.

Kehadiran Jae Bum menjadi pengganggu lagi untuk Woo Jin.

Bahkan sempat terjadi aksi dorong-dorongan yang membuat Jae Bum jatuh di atas Woo Jin.

***

Mi Hye hanya meminta maaf. “Timjangnim, aku minta maaf.”

“Nona Kang Mi Hye, kamu tidak mau memperbaiki kehidupan pribadimu? Ibumu, kakak-kakakmu, pamanmu, dan kini pacarmu berkunjung.”

“Aku minta maaf.”

“Jika kamu melakukan ini, apa bedanya menulis di sini dan di restoran? Pokoknya, matikan ponselmu.”

“Sudah mati.”

“Urus urusan pribadimu dahulu. Jika tidak, pergi saja.”

****

Nenek Mi Ok membaca dan di sampingnya ada Da Bin. Kemudian salah satu teman Mi Ok menelepon dan mengajak Mi Ok untuk pergi.

Karena ada Da Bin, nenek pun membawa Da Bin ikut serta ke kafe.

“Da Bin, nenek harus menemui teman-teman nenek di sini. Selagi nenek duduk di sana dengan teman-teman. Biskah kamu duduk di sini sendirian?”

“Sendirian?”

“kamu tidak benar-benar sendirian. Nenek akan ada di sana. Jadi, Da Bin masih bisa melihat nenek. Kamu bisa duduk di sini sampai pertemuan nenek selesai. Makanlah es krim dan tunggu nenek, ya? Bisakah Da Bin melakukan itu?”

“Ya.”

“Aigoo… kamu gadis pintar.”

Es krim untuk Da Bin pun disiapkan.

Tak lama, rombongan rempong pun datang.

“Unnie, kenapa tidak muncul? Apakah kamu menjaga cucumu?” Tanya Tante rompong.

“Kamu gila? Untuk apa aku melakukan itu?” Mi Ok pun mengelak.

“Benar, Unnie, tidak akan pernah mau menjaga cucunya.”

Tak lama pula, guru membuat tembikar yang tempo hari muncul pun datang. Entah apa yang mereka bicarakan. Waktu pun berlalu.

Da Bin yang sibuk memakan es krim menjatuhkan sendoknya. Karena kursinya terlalu tinggi, Da Bin kesulitan mengambil sendok itu kembali.

Hingga terdengarlah tangisan Da Bin.

Para Tante berkata. “Omo… siapa yang meninggalkan anak itu sendirian? Ibu zaman sekarang parah.”

Da Bin pun menangis sambil memanggil neneknya.

Tante yang mendengar berkata, “Nenek?”

Kemudian pelayan pun mendekati Da Bin. Da Bin malah berlari ke nenek Mi Ok.

“Nenek… aku terjatuh.”

“Omo…. apa dia cucumu?” Tanya para tante. “Ahhh aku tidak percaya ini. Katamu kamu tidak akan melakukannya.”

Wkwkwk…

***

Pulangnya, Da Bin mengatakan pada neneknya kalau ia membenci Nenek Mi Ok. Wkwkkw Da Bin ngambek.

Ehhh pas Da Bin lari. Ada Emak dengan koper yang menyapa Da Bin.

“Nenek aku merindukanmu.”

“Nenek rindu Da Bin.”

“Nenek pergi ke mana?”

“Ke suatu tempat. Nenek melihat bunga yang secantik Da Bin.”

Melihat Emak yang muncul di hadapan Da Bin. Mi Ok akan memarahi Emak. Namun, Kakek malah menculik Mi Ok. Wkwkwkkw. Kakek meminta istrinya untuk membiarkan Da Bin ditemui oleh neneknya.

Lanjut ke bagian 2 yaaakkk…. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *