Sinopsis Mother of Mine Episode 26 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 26 Part 2 Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys. Mian mimin agak sibuk jadi telat buatnya.

Mi Sun melihat ibu dan anaknya malah berkata begini. “Kenapa menyentuh anakku?”

“Kamu tidak berhak bilang begitu.”

“Ibu bersenang-senang?”

“Ya, memangnya kenapa? Kamu pernah mengirim ibu pergi berlibur? Jangan kejam terhadap ibu.”

“Omma….” Mi Sun pun mengendus. “Ibu minum-minum?”

“Ya. Memangnya kenapa? Dalam perjalanan pulang kami masing-masing minum sebotol arak beras. Yak! Kamu tidak pernah membelikan ibu minuman. Jadi, jangan mengeluh.”

“Ibu gila? Kenapa minum-minum di bus? Ibu tidak tahu itu ilegal?”

“Ibu tidak tahu.”

Dan Emak malah mengeluarkan macam-macam barang ajaib untuk oleh-oleh pada Mi Sun beserta semua kolega Mi Sun.

Mi Sun dan Emak pun berbaikan.

****

Kali ini waktunya hansung championship. Mi Ri dan timnya melakukan pekerjaannya.

Kemudian di dalam ruangan ada Ketua Han, In Sook dan direktur.

Tuan Han berkata. “Kang Mi Ri menyerahkan surat pengunduran dirian?”

“Ya.” Ucap In Sook.

“Kenapa?”

“Katanya dia mau belajar.”

“Aku sudah menundanya.” Ucap Direktur. “Tapi dia nampak bertekad. Kurasa dia akan keluar setelah acara ini.”

“Aku tidak punya pilihan.” Ucap In Sook.

****

Semua orang sibuk dengan acara. Para reporter pun membeludak. Saat itulah Mi Ri banyak menatap wajah Ibunya. Di sini lain, In Sook mulai sadar bahwa Mi Ri banyak sekali menatapnya.

Acara berakhir. Tuan Han diantar.

Tuan Han berkata. “Kerja bagus. Kang Mi Ri aku hargai kerja kerasmu.”

“Terima kasih sudah datang.”

“Kudengar kamu menyerahkan surat pengunduran diri. Siapa bilang kamu boleh berhenti? Mari bicara itu sambil makan lain kali. Sekertarisku akan menghubungimu.”

Tuan Han pun pergi.

****

In Sook bicara pada Mi Ri. “Bu Kang, kerjamu sangat bagus hari ini.”

“Itu bukan apa-apa.”

“Maukah kamu makan denganku besok?”

***

In Sook mengundang Mi Ri makan di rumahnya.

“Masuk Bu Kang. Kenapa? Ini mengejutkan? Melihatku menggunakan celemek?”

“Ya. Aku tidak tahu anda akan memasak untukku.”

“Aku suka memasak. Seperti yang kamu tahu. Memasak adalah hal pertama yang dipelajari saat menikahi keluarga kaya. Aku hanya memasak selama 3 tahun. Kami mengadakan beragam acara makan keluarga di rumah. Kurasa aku lebih andal daripada koki profesional. Masuklah.”

Mi Ri pun masuk ke tempat makan yang sudah siap dengan hidangannya.

“Aku tidak tahu kesukaanmu. Jadi, aku masak apa yang kubisa saja. Kamu tahu aku orang macam apa. Jadi, kurasa ini tidak akan mengganggu. Baik. Mari mulai makan. Aku tidak yakin kamu akan suka. Kurasa makan denganku akan lebih mudah daripada makan dengan Pimpinan.”

“Ya.”

“Berkat kamu, aku bisa memasak lagi setelah sekian lama.”

“Terima kasih.”

“Aku tidak melakukan ini untuk menerima ucapan terima kasih. Aku hanya merasa kita bisa akrab dengan begini. Ini agak mengecewakan. Aku kecewa. Bagaimana? Aku tidak suka makan salad dengan saus.”

“Aku juga tidak suka salad dengan saus.”

“Lihat? Kita punya kesamaan. Mari makan. Karena kamu hendak keluar, bisakah kita bicara masalah pribadi? Apa pekerjaan orangtuamu? Menimbang kamu sukses, aku yakin mereka orang hebat.”

Mi Ri mulai berkaca-kaca. “Ibu mengelola restoran, itu restoran sup tulang sapi.”

“Restoran sup tulang sapi?”

“Ya.”

“Omong-omong, orang tuamu pasti amat bangga denganmu.”

“Ya.” Mi Ri sudah tidak tahan dan menangis.

“Ada apa? Apa tidak cocok dengan seleramu? Bu Kang? Apa yang salah. Bu Kang?” ehhh Mi Ri nangis beneran. “Kenapa? Aku melakukan sesuatu? Aku salah? Astaga… ini amat canggung.”

Mi Ri pun permisi dan akan pergi.

In Sook pun malah ingin menangis juga, “Tunggu…kamu!!!! kamu siapa!!!!”

Bersambung…. kok saya deg-degan yaaaahhh…. klik di sini kelanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *