Sinopsis Mother of Mine Episode 27 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 27 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys. Mian mimin agak sibuk jadi telat buatnya.

Mi Ri pun ngacir pergi begitu saja. In Sook mencoba mengejarnya. Namun, In Sook juga malah bingung sendiri.

***

Emak di kedainya malah ngomel karena uang yang didapatkan sedikit. Laahh iyahhh wong malah tutup cepat kok.

Hubungan Mi Sun dan Emak pun sudah membaik. Semua kolega Mi Sun senang di kantor karena sudah dikasih oleh-oleh. Lucu aja lihat mereka baikan.

“Ini soal Mi Ri. Dia tidak mengakat telponnya.” Ucap Emak pada Mi Sun lewat telepon.

“Mi Ri? Kurasa dia sedang rapat. Dia tidak pernah mengabaikan telpon ibu dengan sengaja.”

“Ibu tahu. Dia selalu menelepon ibu sekitar pukul sebegini, tapi dia belum menelpon hari ini.”

***

Seorang kurir nampak buru-buru memberikan sebuah dokumen pada sekertaris In Sook. Di dalam lift, seorang pegawai lain bertanya pada sekertaris In Sook.

“Apa itu?”

“Ahh ini diantarkan untuk CEO.”

LAHHH DALAAAAAHHH…

Ternya dokumen ini adalah dokumen tentang silsilah keluarga Mi Ri. In Sook membuka lembar-lembarannya sambil menangis. In Sook benar-benar melihat nama Park Sun Ja.

In Sook bahkan menemukan foto-foto Mi Ri dari anak-anak hingga dewasa. In Sook kali-kali benar-benar menangis.

***

Pak Park bicara dengan Tae Joo. “Kurasa kali ini bu kang sudah tua. Dia sakit setelah acara besar belakangan ini.”

“Aku tahu dia akan sakit. Ketika bekerja, dia mencurahkan seluruh tenaganya. Aneh jika dia tidak sakit.” Kata karyawan lainnya. “Aku tidak pernah melihat siapa pun bekerja sekeras dia. Itulah alasan dia menjadi manager umum termuda.”

Kemudian salah satu anggota tim lainnya berkata sambil berlari-lari. “Bu Kang menyerahkan surat pengunduran diri!!!”

“Tidak mungkin. Untuk apa Mi Ri melakukannya?” Tanya Pak Park. “Aku yakin itu rumor.”

“Itu benar. Aku mendengarnya dari Tim Personel. Direktur Park menolak pengunduran dirinya. Dia menyimpan suratnya.”

“Kenapa tbtb?”

Tim pun mulai gempar.

***

Di rumahnya. Mi Ri di kamar sambil mengurung diri. Ia hanya terdiam dengan suara ponselnya yang tidak diangkat.

***

Mi Hye memberikan ponsel pada Woo Jin. “Kenapa kamu menyerahkannya kepadaku?”

“Aku bertekad untuk menuntaskan privasi dan berfokus menulis. Tolong jaga sampai aku selesai bekerja mulai sekarang. Aku sudah mematikannya sejak kemarin.”

“Kamu anak sekolahan? Aku bukan orang tuamu. Kamu harus mengurusnya sendiri.”

“Katamu kamu tidak bisa memercayaiku saat itu. Aku berusaha fokus dan menulis. Kamu tidak senang?”

“Bagaimana dengan orang yang datang kemari karena kamu tidak bisa dihubungi? Maksudku, pacarmu yang amat menyayangimu. Mari kita lihat.”

Ponsel diaktifkan dan ada 50 panggilan tak terjawab.

Ehhh baru diomongin. Suara Jae Bum mulai terdengar. Wkwkwkwkkw Jae Bum dihentikan oleh Pter di lantai 1.

“Peter, apa Mi Hye masih hidup? Apa Mi Hye baik-baik saja? Dia tidak terluka bukan? Katanya dia pergi pagi ini. Tapi aku tidak bisa menghubunginya. Mungkin dia kecelakaan.” Wkwkw.

Mi Hye turun dan menarik Jae Bum.

***

“Ada apa?”

“Mulai sekarang, jangan kemari lagi. Serta untuk sementara, jangan hubungi aku. Paham?”

“Kenapa aku harus melakukan itu?”

“Karena aku harus menulis.”

“Mi Hye… bukan hanya kamu yang menulis. Aku juga menulis.”

“Ya. Aku tahu itu. Tapi kamu andal, kamu bisa berkonsentrasi dan sudah menjadi penulis naskah terkenal. Tapi aku tidak andal. Aku tidak bisa berkonsentrasi. Pikiranku pecah dan fokusku buyar.” Mi Hye pun hampir menangis.

“Baiklah Mi Hye. Tapi jika tidak bisa menghubungi ponselmu. Aku tidak tahu kamu di mana dan sedang apa. Aku tidak bisa tenang.”

“Itu masalahmu.”

“Mi Hye…”

“Pokoknya, itu saja, jadi, pergilah. Serta jangan kemari lagi.”

“Baik.” Jae Bum pun pergi.

****

Kedai Emak sudah tutup. Kemudian In Sook tbtb muncul seperti hantu.

“Mau apa kamu kembali kemari?” Tanya Emak yang kaget.

“Kenapa kamu tidak menuruti perkataanku?”

“Apa maksudmu?”

“Kenapa kamu membuat Seung Yeon tetap di korea? Apa? Pikirmu kamu tidak akan ketahuan? Kamu kira bisa lolos setelah melakukan ini?” anjir jahat banget dia.

“Beraninya kamu kemari dan berteriak-teriak? Beraninya kamu.”

“Kenapa kamu melakukan itu? Aku sudah memberikan uang untuk mengirimnya ke Amerika. Kenapa kamu tidak mendengarkanku dan membuat situasi menjadi rumit? Kenapa manager umum pemasaran hansung apparel, Kang Mi Ri, ADALAH Seung Yeon, bukan?”

“Bagimana kamu….tahu? apa Mi Ri mendatangimu? Atau kamu mendatanginya?”

“Inilah alasanku tidak tahan dengan orang bodoh dan orang miskin.” Ya Tuhan saya yang ngetik aja jadi sakit hati dengernya. “Jika punya otak. Gunakanlah. Jika tidak mengirimnya ke LN, pergilah dari Seoul. Jika kamu tidak bisa melakukan itu, setidaknya kamu bisa mencegah kami bertemu di perusahaan yang sama.”

“perusahaan yang sama?” Emak mulai pusing mendengarnya.

“Kamu menerima uang dengan gembira. Sekarang apa? Setelah memenuhi perutmu dengan uang itu. Kamu tidak bisa mengirimnya ke LN? Begitu?”

“Kamu gila! Jangan bicara omong kosong hanya karena bisa. Kamu tahu dia putrimu dan sekarang apa? Yak!!! Aku tahu kamu bukan manusia. Tapi aku tidak tahu kamu sedingin ini dan tidak punya hati. Jika tahu dia anakmu, kamu seharusnya berlutut dan memohon, bukan kemari dan berteriak. Kamu menganggap dirimu seorang Ibu?”

“Apa yang akan kamu lakukan kini?”

Mi Sun datang. “Kamu siapa? Bibi….”

“Uang yang kuberikan kepadamu, kamu tidak mau memakainya untuk Seung Yeon?? Kenapa??? Kamu mau memberikan makan dua putrimu dengan lebih banyak daging? Apa kamu gila uang? Begitu?”

Mi Sun berkata. “Bibi… jangan bicara seperti itu jika tidak tahu apa-apa. Apa bibi tahu makna Mi Ri…makna Seung Yeon bagi ibu dan bagaimana dia membesarkannya?”

“Diam!!! Jangan beri tahu apa pun soal Mi Ri ke wanita licik ini. Mi Ri bukan putrinya. Jadi, jangan bilang apa-apa. Baiklah. Itu saja? Kamu yang gila uang sampai mencampakkan anak enam tahun di malam musim dingin saat dia hanya mengenakan gaun?” asemmmm saya pengen nangis. Emak memangis dan marah sejadi-jadinya.

“Tapi tetap saja. Setelah semua itu, kamu seharusnya menurutiku.  Bagaimana kakak bisa membesarkan Seung Yeon sebagai anakmu? Kamu kira aku akan membungkuk penuh rasa syukur?”

“Bibi cukup!!! Bagaimana bisa bibi melakukan ini kepada kami? Ini salah. Setelah semua usaha ibuku untuk membesarkan Seung Yeon?”

“Kamu kira hanya kamu yang peduli kepadanya? Aku melakukan yang terbaik untukku. Tapi, itu sudah menjadi kacau. Tahun-tahun yang kuhabiskan sudah kacau!!!”

“Sia-sia kami meladeni Bibi. Pergilah!!! Keluar dari sini!!!! Jangan kembali lagi. Dua puluh delapan tahun yang lalu bahkan sekarang. Kami tidak meminta apa-apa pada bibi. Kami tidak minta apa pun karena kami membesarkan Mi Ri dan ibu menjaganya bukan untuk mencari untung. Bibi kira untuk apa kami mengubah namanya menjadi Mi Ri? Mi Sun, Mi Ri, Mi Hye. Itu untuk membesarkan Mi Ri seperti anak sendiri. Untuk berjaga jika ada yang bertanya saat dia tumbuh besar. Kalau-kalau orang meragukannya. Agar dia tidak merasa asing saat tumbuh dewasa. Bagaimana bibi bisa bilang begitu kepada ibuku? Pergilah….”

Mi Sun pun menyeret In Sook keluar.

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *