Sinopsis Mother of Mine Episode 27 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 27 Part 2- Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini. Maaf untuk keterlambatannya dibanding hari keluar dramanya. Tapi, semoga bisa mimin buat sampai tuntas yaaaa.

Mi Sun kembali masuk ke kedai menemui Ibunya. “Omma… Omma baik-baik saja? Tenangkan diri Ibu.” Emak masih menangis sejadi-jadinya.

Di luar kedai. In Sook dengan lutut lemasnya pun menangis. *tapi saya nggak simpati sama sekali sama tangisan In Sook deh.

****

Hari berganti pagi, Nenek Mi Ok bermain golf bersama para tente yang lainnya.

“Aku melakukannya untuk mengajar cucuku. Mi Sun terus mengeluh soal membesarkan anak. Aigoo, saat muda, kita punya tiga sampai empat anak. Tapi baik-baik saja mengasuh mereka dan mengerjakan tugas rumah. Mereka tidak membesarkan anak atau menjaga rumah dengan baik. Mereka hanya mengeluh soal itu.

Mi Ok dan kawan-kawan pun sibuk bermain golf kemudian. Hobinya para orang kayaaaahhhh…. kemudian, Mi Ok pun terkilir kakinya karena kebanyakan gaya.

Jin Soo ditelpon oleh Mi Ok dan salahnya, Jin Soo malah keceplosan bahwa hari ini Mi Sun sedang cuti.

“Jika cuti, seharusnya dia mengurus anaknya. Dia tidak boleh meminta ibu mertuanya melakukan itu padahal dia cuti. Dia pergi ke mana? Pagi ini, dia mengantarkan Da Bin, berpura-pura bekerja. Ibu tidak percaya ini.”

“Omma bukan begitu.” Ucap Jin Soo di seberang telpon.

“Sudah. Ibu akan bicara dengannya seorang diri.”

****

Mi Ri datang ke kedai. Ia memarkir mobilnya dan sudah ditunggu oleh Mi Sun.

“Unnie.”

“Kenapa bertindak sejauh ini?”

“Maaf.”

“Permintaan maaf tidak menyelesaikan masalah.”

“Bagaimana dengan Ibu?”

“Masuklah.”

Mi Ri dan Mi Sun pun masuk. Di dalam Mi Hye berkata. “Kenapa lama sekali? Aku tidak sabar. Kak Mi Ri ada di sini.”

“Maaf.” Ucap Mi Ri lagi.

“Tidak apa-apa.” Jawab Mi Hye.

“Kalian berdua tetaplah di sini. Aku akan masuk.”

“Tidak, unnie akan ikut denganmu. Kakak juga berbuat salah.”

“Lantas, haruskah aku tetap di sini?” Tanya Mi Hye.

“Kamu juga masuk.”

***

3 anak ini akhirnya masuk dan menemui Emak. Emak hanya diam dan menyandarkan dirinya di tembok.

“Maaf… Ibu Maaf….” Ucap Mi Ri yang mulai menangis. Aaaahh saya pengen nangis juga.

“Ibu tidak melarangmu menemukan ibu kandungmu.”

“Omma…”

Emak pun teriak. “Kenapa kamu membuat Ibu tampak seperti monster? Kenapa kamu melakukan itu?”

“Omma… bukan seperti itu. Ibu satu-satunya ibuku. Aku sungguh-sungguh. Tolong percayalah kepadaku.”

“Jika benar-benar menganggap ibu adalah ibumu. Kamu sudah memberi tahu ibu semuanya. Selama 28 tahun terakhir, kamu tidak melakukan apa-apa selain tersenyum kepada ibu tanpa bilang apapun. Tapi kamu sudah menantikan ibu kandungmu dengan penuh harapan.”

“Omma… tidak begitu.”

“Ya… memang begitu!!! Baiklah. Ibu tahu. Sudah sewajarnya kamu merindukan ibu kandungmu. Ibu paham kamu mencarinya. Bukan itu yang membuat ibu kesal.”

“Lantas apa yang membuat Ibu kesal?” Tanya Mi Hye.

“Dia terlalu licik, dia berpura-pura baik-baik saja tanpa bilang apa pun selama ini. Dia berpura-pura baik-baik saja. Jika sungguh menganggap ibu sebagai ibunya. Dia tidak akan hidup seperti itu tanpa mengungkapkan perasaannya. Bagaimana dia bisa melakukan itu? Dia terlalu dingin dan tidak punya hati. Ibu berbagi semua hati ibu dengannya. Ibu menyuruhnya menjauh ketika ibu banyak pikiran dan ibu tidak menggendongnya saat lelah. Saat dia tidak mendengarkan ibu, ibu bahkan memukulnya seperti yang ibu lakukan pada kalian. Bagaimana bisa dia melakukan ini terhadap ibu? Kenapa kamu melakukan ini?”

Mi Sun menjawab. “Omma… bukan begitu maksud Mi Ri.”

“Kamu juga sama saja. Saat dia mengirimkan resumenya ke perusahaan itu. Kamu pergi ke sana dengannya. Walaupun ibumu bodoh, kamu tidak boleh membodohi ibumu seperti ini. Bagaimana bisa kamu melakukan itu padahal kamu anak ibu?”

“Omma… saat Unnie bergabung dengan perusahaan, bibi tidak ada di sana. Jadi, itu bukan salah Mi Sun unnie. Serta Kak Mi Ri tidak licik.”

“Bisakah kamu diam? Apa yang kamu lakukan di sini?” Emak malah memarahi Mi Hye.

“Aku juga keluarga. Aku juga putri ibu.”

“Ibu. Mi Ri selalu juara di kelasnya. Semua siswa pintar ingin bergabung dengan perusahaan itu dahulu.”

“Kamu seharusnya menghentikannya.”

“Itu perusahaan besar dengan banyak anak perusahaan, kita bahkan tidak membayangkan dia akan bertemu dengan bibi di sana karena dia bersembunyi. Kita bahkan tidak membicarakannya setiap saat. Kita baik-baik saja selama ini. Kita bahagia.”

“Tadi dia (Mi Ri) tidak bahagia.” Ucap Emak.

“Tidak Omma… aku bahagia. Omma maafkan aku.” Mi Ri mendekat dan malah didorong Emak. Emak pun memangis. Semuanya menangis.

***

Sebuah tabungan diberikan Emak pada Mi Ri. “Bawa ini dan pergi. Ibumu meninggalkan uang ini saat dia meninggalkanmu. Dia menyuruh Ibu mengirimu ke amerika, tapi ibu tidak melakukannya. Kamu tahu kenapa? Karena ibu rasa itu konyol. Jika orang tua bisa memberikan uang untuk membuang anaknya, ibu akan dengan senang hati memberikan uang dan membuang mereka.”

Mi Hye berkata. “apa? Bagaimana bisa ibu berkata seperti itu?”

“Yak! Ibu menyimpan uang ini untuk berjaga-jaga, jika kamu mau belajar lagi atau membutuhkannya untuk pernikahanmu. Tapi ibu rasa tidak perlu menyimpan uang ini lagi.”

“Omma… maafkan aku. Maafkan.” Ucap Mi Ri.

“Ibu memakai sedikit uang itu. Ibu pakai sebagian untuk mengirim Mi Sun ke universitas saat bisnis sedang tidak baik. Tapi ibu mengembalikannya segera setelah dapat kesempatan. Serta ibu memakainya, saat Mi Hye masuk universitas. Terakhir, saat Mi Sun menikah. Bu Ha Mi Ok memaksa meminta membayar biaya pernikahan. Jadi, ibu pakai sebagian. Tapi, ibu langsung mengembalikannya. Astaga, ibu seharusnya tidak memakai uang itu. Maaf sudah memakainya.”

“Omma.. aku tidak butuh uang itu lagi.” Mi Ri pun mendekat pada ibunya lagi.

Emak pun keluar. Mi Ri dipeluk Mi Hye. “Unnie berhentilah menangis. Omma terlalu dramatis. Kenapa dia tidak bisa merelakannya?”

Aahhh sumpahhhh… saya nangis nih. Mereka bertiga pelukan.

***

Han Tae Joo masuk ke rumahnya.  Ia membeli makanan dan menekan bel di depan rumah Mi Ri.

Tapi tidak ada respon.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *