Sinopsis Mother of Mine Episode 3 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 3 Part 2

Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini yaaa…

Emak melempar ponselnya di meja. Kemudian Paman Young Dal bertanya. “Apa kata ibu mertua Mi Sun?”

“Dia ingin makan japchae.” Emak menjawab dengan marah. “Dia sungguh rakus.”

***

Mi Sun kembali ke mejanya. Kemudian Manager menemuinya. “Nona Kang. Kamu mau makan japchae malam ini?”

Kemudian pegawai lainnya berkomentar. “Apa kamu memasak japchae? Aku suka itu.”

“Nona Myung…..” Ucap Manager yang tak suka ucapannya dicela.

“Nona Kang. Apa aku harus mendengar soal menu makan malammu?”

“Bukan begitu, Pak.”

“Bisakah kamu tidak mengkhawatirkan makan malammu di kantor? Hah????”

Pegawai yang lain malah berbisik. “Aku juga mau makan japchae… itu lucu.”

Mi Sun berkata. “Aku minta maaf. Aku akan lebih berhati-hati mulai sekarang.”

“Baik. Sudah seharusnya.”

***

Emak turun dari bus sambil membawa bahan masakan dan Da Bin.

“Nenek. Di mana Ibu?”

“Dia akan segara pulang.”

“Bagaimana dengan ayah?”

“Dia pasti sibuk lagi. Dia selalu sibuk. Kamu tahu.”

***

Di dalam rumah. Ayah Da Bin malah sedang menonton bola dan sangat santai. Terjadi gol dan Jung Jin Soo malah menari.

Da Bin dan Emak pun muncul.

“Appa…” Ucap Da Bin yang melihat ayahnya menari.

“Ibu….”

“Kamu sudah pulang kerja?”

“Ya. ibu sedang apa di sini.” Jung Jin Soo mencoba menutupi dirinya dengan jas.

“Apa kunjungan Ibu adalah hal besar? Ibu datang setiap hari, pagi dan malam.”

“Ya. pagi dan malam.”

Dan Emak pun hanya memungut pakaian kotor di lantai. “Kamu pulang cepat hari ini?”

Dengan tegas Emak meminta jas pada ayah Da Bin. Ayah Da Bin tambah malu dan meminta pakaian kotor yang dipungut emak kemudian masuk kamar.

Ayah Da Bin di kamar pun mengeluh. Heran sayaa… dibantu kok malah tidak tahu terima kasih. Kok sifatnya sama kayak ibunya ya?

“Ini gila… kenapa dia datang. dia di sini, di mana-mana. Ini rumahku atau rumahnya? Aku tidak bisa hidup seperti ini.”

***

Emak pun mulai memasak sambil menelpon.

“Kamu di mana?”

Mi Sun menjawab telpon di rumah mertuanya sambil memasak. “Katanya dia tidak punya nasi, jadi, aku mampir untuk memasak nasi.”

“Ibu mertuamu keluar tanpa memasak?”

“Itulah maksudku.”

“Ibu membuat panekuk kacang hijau.”

“Kenapa Omma membuat itu juga? Buat japchae saja.”

“Ayolah. Ibu tidak bisa hanya menyajikan japchae jika kedatangan tamu. harus ada panekuk juga.”

“Omma… jangan terlalu banyak. Masak japchae saja.”

“Lupakan saja. ohh yaaa… ada suamimu di rumah.”

“Jin Soo? Kenapa dia sudah di rumah?”

“Dia pasi pulang cepat. Dia menonton sepak bola.” Omma pun mulai menutup telponnya.

Jin Soo datang lagi. “Permisi, Ibu.”

“Ya. kamu mau pergi?”

“Ya. aku harus kembali bekerja.”

“Kamu belum selesai bekerja hari ini?”

“Tidak. Aku pulang untuk istirahat sebentar. Aku harus kembali sekarang.”

“Lantas pergilah. Ibu tadinya mau menawarkan japchae dan panekuk kacang hijau.”

Jin Soo menjawab dengan kikuk. “terima kasih. Tapi aku akan makan lain kali kalau begitu. aku akan pergi bekerja. dadahhh Da Bin…”

***

Jin Soo keluar apartemen sambil mengeluh. “Tidak ada tempat untukku beristirahat. Kemana lagi aku bisa pergi selain ke rumah ibu?”

Dan yakkk cuma nyebrang doang karena tinggal di gedung sebelah.

***

Ayah mertua pun datang ke rumahnya.

“Kenapa kamu ada di sini?” Tanya Ayah mertua pada Mi Sun.

“Aku pulang cepat hari ini.” Jawab Mi Sun.

“Lantas, kamu sebaiknya pulang dan beristirahat. Kenapa kemari? Kenapa kamu memakai celemek?”

“Aku…”

Belum sempat Mi Sun melanjutkan kalimatnya. Suaminya pun datang.

“Yeobo… kenapa kamu ada di sini.” dan Mertua Jahara pun datang. Mertua jahara bingung kenapa suami dan anaknya ada di rumah.

***

Mertua Jahara pun membawa anak dan suaminya ke ruangan kerja.

“Bisakah kalian di sini saja? teman-teman ibu dalam perjalanan.” Wkwkwkwk dikurung guys.

“Kenapa teman-temanmu kemari?” Tanya ayah mertua.

“Kenapa? mereka tidak boleh datang? kamu akan mengacaukan rencana hebatku?” Tanya mertua jahara.

“Rencana hebat? omong kosong macam apa ini? jika kamu punya rencana hebat, kamu seharusnya membawa mereka ke restoran sup darah sapi, mentaktir mereka dan pergi. Kenapa membawa mereka kemari? Kamu tidak tinggal sendirian.”

“Kami tidak bisa makan sup darah sapi. Kami bukan reporter yang mencari berita. Bagaimana pun, mereka di sini sampai makan malam. Kalian tetaplah di sini. jangan keluar.”

“Kenapa? kenapa kami harus tetap di sini?”

“Aku bilang kamu bekerja sebagai penasehat hukum di suatu tempat.”

“Apa?” Tanya ayah yang seolah tidak percaya akan kebusukkan istrinya.

“Bagaimana denganku?” Tanya Jin Soo.

“Ibu bilang kamu di islandia untuk bekerja.” wkwkwkkw anjay bgt ni emak satu.

“Kenapa aku pergi sejauh itu?” Tanya Jin Soo.

“Putra Hyun Ja bekerja di pusat amerika. Kamu harus pergi ke luar negeri untuk dinas agar ibu tidak malu.”

“Apa????”

“Bagaimanapun, kalian tidak boleh keluar selagi teman-temanku ada di sini. mereka hanya akan di sini selama 3 jam. Jangan bergerak.” Mertua jahara pun pergi.

Ayah mertua pun berkata. “Ituah alasanmu memanggil Mi Sun?”

***

Makanan sudah siap. Emak memberikannya di pintu.

“Panaskan panekuknya di wajan.” Ucap Emak.

“Baiklah. Ibu pergilah.” Kemudian Da Bin pun ikut Ibunya.

***

Di pintu masuk. Emak tak sengaja bertemu dengan teman-teman besannya yang mengobrol begini.

“Apa tidak apa-apa mengunjungi Ibu Ha? Bukankah kita sebaiknya makan di luar?”

“Tidak apa-apa. Pembantunya datang.” Ucap salah satu ahjumma.

“Pembantunya?”

“Ya.”

“Aku belum pernah mendengarnya.”

“Aku tidak tahu banyak. Tapi pembantunya membuat semua kimchi dan lauk. Dia koki hebat. kudengar dia punya restoran.”

“Sungguh? Ayoo kita cicipi masakannya.”

Dan emak mendengar semuanya. Apa nggak sakit hati yaaa??? Besan dijadikan pembantu.

Emak hanya melihat lampu apartemen yang menyala dengan kesal.

***

Di meja makan. Para ahjumma memuji hidangan yang diberikan.

“Makanannya enak sekali. Japcahe dan panekuknya enak.” Mi Sun pun membantu menuangkan anggur.

“Omoooo… siapa yang membuat kimchi ini? enak sekali. Pembantumu???”

Mertua Jahara pun menatap Mi Sun. “Bukan, ibunya Mi Sun yang memasaknya.”

“Omoo.. dia membuat kimchi juga? Bagaimana bisa besan melakukan itu? itu mustahil.” Ucap salah satu ahjumma.

Mertua jahat berkata. “Apa maksudmu? Aku memberikan mereka putra yang pintar. Membuat kimchi bukan apa-apa dibandingkan itu.” ngeriii ihh mulutnya.

“Tapi Jin Soo memang sangat berarti bagimu. Benarrr… kamu amat pemilih.” Ucap para ahjumma.

Mereka pun kemudian bersulang.

***

Di dalam ruangan kerja. Jin Soo dan ayahnya masih dikurung.

“Ayah… ayah tidak lapar?”

“Ahh wanita itu benar-benar…”

“Aku lapar. Ayah tahu aku suka japchae.”

“Kamu pria dewasa dan mengeluh kepada ayahmu.karena kamu sedikit lapar?”

“Itu karena aku selapar itu…. aaahh ayah tidak mau buang air kecil? Aku sungguh harus ke toilet. Tidak tahan.”

Ayah pun memukul kepala Jin Soo. “Kamu tidak berguna sama sekali. Tahan. Kamu sudah lupa ibumu menyuruh kita untuk tinggal di sini selama 3 jam?”

“Ayah… aku rasa aku mau mati.”

“ayah juga sudah tahan. Apa seharusnya ayah bercerai. Ayah tidak tahan tinggal dengan ibumu.”

Jin Soo pun melihat tempat minum dan berniat pipis di sana.

Terlalu banget yaaaaa mertua jahara ini…

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *