Sinopsis Mother of Mine Episode 30 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 30 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa guys. Selamat membacaaaaaa…

Mi Ri mengantarkan Ibunya ke dokter spesialis tulang. Mi Ri pun menunggui Ibunya. Karena ketidakhadiran Mi Ri di kantor pun jadi ribut-ribut…. Han Tae Joo tentu saja membela Mi Ri habis-habisan di depan Pak Park dan kawan-kawan.

***

Setelah berobat. Akhirnya Mi Ri membawa Ibunya pulang dan beristirahat.

“Apakah kamu sudah makan dengan ibumu atau semacamnya?” Tanya Emak pada Mi Ri yang sibuk membersihkan kamar Emak. “Kamu seharusnya melakukan itu setidaknya sekali. Apapun situasinya. Kalian ibu dan anak. Kalian orangtua dan anak.”

“Diamlah. Punggung Ibu sakit. Jadi, berhentilah bicara.”

“Yak!!! Jika kamu bicara kasar kepada ibumu seperti ini. Dia tidak akan memaafkanmu. Ibu tahan menghadapimu karena ibu baik. Kamu tahu itu?”

“Aku tahu. Jadi diam dan istirahatlah. Omma.. aku paling sayang kepada Ibu di dunia ini. Omma,,, maafkan aku, aku menemukan ibu lain.”

“Tidak apa-apa. Itu tidak berarti kamu bukan putriku lagi. Ibu tidak apa-apa. Ibu memahamimu.”

Keduanya pun menangis lagi.

***

Mi Ri pun menghubungi Mi Sun.

“Omong-omong, aku akan membawanya ke rumah sakit. Asal kakak tahu saja.”

“Baik. Bagaimana dengan biaya rumah sakit? Kakak tidak yakin berapa uang kakak di rekening.”

“Aku juga akan mengurus itu. Jangan khawatir.”

“Terima kasih, Mi Ri.”

“Berjanjilah padaku, kakak tidak akan membuat Ibu mengurus Da Bin lagi, paham? Jangan menyuruhnya mengerjakan tugas rumah, membersihkan rumah, atau memasak lauk untuk kakak. Aku mau Omma…menjauh dari kehidupan kakak sekarang, ya?”

“Baik. Kakak tidak akan membuatnya kesulitan lagi.”

“Tolong tepati janji kakak. Sampai jumpa.” Mi Sun pun berkaca-kaca.

Kemudian di depan komputer, ia menatap layar dan menutup rekeningnya sambil menangis.

***

Mi Sun curhat dengan Sunbaenya di kantor.

“Aku sungguh putri yang buruk, aku butuh uang karena ibu mertua memintaku membayarnya untuk mengasuh. Tapi aku tidak bisa menutup rekening tabunganku untuk Da Bin. Alih-alih, aku menutup rekening untuk ulang tahun ke 70 ibuku. Aku menghabiskan lebih dari 1000 dolar per bulan untuk Da Bin. Tapi bahkan tidak bisa menghabiskan 100 dolar untuk ibuku. Sekarang aku berusaha memakai uang yang kutabung untuknya. Ibuku melalui banyak hal hanya untuk membesarkan orang sepertiku.”

“Begitulah hidup, anak-anak memang seperti itu semua. Putri memang seperti itu. Bukan hanya kamu.

****

Woo Jin menyiapkan makanan sementara Mi Hye menulis di ruangannya. Hingga Woo Jin mempersilahkan Mi Hye untuk makan.

“Mari makan. Aku pergi berbelanja bahan makanan dan memberi beberapa lauk, ini sup doenjang kubis kantung gembala. Selamat menikmati.

Mi Hye terdiam sesaat. “Kenapa kamu baik sekali kepadaku?”

“Kenapa? Itu mengganggumu? Kamu harus menulis kisah bagus agar bisnisku lancar.”

“Bisnismu lancar?”

“Apalagi tugas editor kepala? Tugasku adalah membuat penulis menulis kisah bagus dan menjualnya. Tugasku juga membuat penulis yang pikirannya ke mana-mana seperti dirimu berfokus dan membuatnya menulis dengan baik. Jadi, selagi kita bersama pastikan kamu selesai menulis draft pertamamu. Jangan berniat keluar sebelum itu selesai.”

“Baik.”

***

Jae Bum sangat galau karena ditinggal Mi Hye.

“Mi Hye bepergian dengan orang asing. Secara tbtb, tanpa membahasnya denganku. Bedebah itu menyeret Mi Hye. Kurasa dia merampas ponselnya juga.” Jae Bum berkata sambil mabuk di kedai Emak. “Aku tidak bisa menghubunginya.”

“Yak! Editor kepala itu menelpon kak Sun Ja.” Ucap paman Yong Dal. “Dia juga memberikan nomor ponselnya. Kakak tidak tampak cemas.”

“Dia tidak cemas? Tidak cemas bagaimana? Pria dan wanita pergi ke tempat aneh. Bagaimana bisa dia tidak cemas?”

Mi Ri ngomel. “Apa yang akan kamu lakukan? Kamu akan mengikutinya?”

“Noona, bagaimana bisa bilang demikian? Kukira kakak setidaknya membelaku.”

“Kenapa kamu menangis? Pria macam apa yang gampang menangis? Aku sudah bilang selama 9 tahun kamu harus menurunkan berat badan!”

“Aku tidak bisa menurunkan berat badan!!!”

“Berat mana yang tidak bisa turun? Beratmu akan turun jika kamu tidak makan. Jangan menghabiskan uang jika mau menabung. Jangan makan jika mau bb naik. Jangan berani membohongiku.” Ehhh Mi Ri malah ngomel. “Kamu penulis naskah drama. Tidak bisakah berpakaian lebih bagus? Kamu selalu memakai kemeja dan celana jins. Kamu kira yang kamu pakai cocok denganmu? Itulah alasan Mi Hye menolakmu selaa 9 tahun.”

“Haruskah kamu mengatakan fakta menyakitkan secara bertubi-tubi?” Tanya Paman Young Dal pada Mi Ri. “Keluar dari sini, Mi Ri.”

“Samchun, dia harus melihat kenyataanya. YAKKK!!! Bang Jae Bum, kamu amat terobsesi dengannya. Itulah alasan Mi Hye, menyepelekanmu dan memperlakukanku semena-mena.”

“Apa ini? Ada ribut-ribut apa?” Mi Sun pun datang.

Jae Bum pun menangis di pelukan Mi Sun. Wkwkwkw.

***

Mi Sun pun menemui Ibunya yang sakit.

“Aku hanya merasa bersalah atas semuanya.” Ucap Mi Sun pada Ibunya.

“ada apa dengan semua orang? Kenapa selalu menangis di dekat ibu? Kamu menangis untuk berlatih saat ibu tiada?”

“Bukan begitu. Aku merasa ibu menderita sekarang karena aku meminta Ibu mengurus Da Bin.” Mi Sun pun memangis.

“Yak, jika karena itu, ibu sudah lama sakit. Usia tua membawa penyakit. Bisakah kamu berhenti menangis? Kenapa semua orang mengacaukan suasana? Kita harus berbuat apa pada Jae Bum? Apa dia masih minum-minum?”

“Mi Hye bepergian?”

“Ibu rasa ibu harus menikahkan Mi Hye dengan Jae Bum tahun ini.”

“Ibu akan menikahkannya dengan Jae Bum?”

“Siapa lagi yang harus dia nikahi? Jae Bum amat bisa diandalkan dan dia sangat mengagumi Mi Hye. Kita tidak akan menemukan pria yang lebih baik darinya. Dia membawa kue dan bunga saat mendengar Ibu sakit.”

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *