Sinopsis Mother of Mine Episode 31 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 31 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. Selamat mengikuti yaaaaa…

Jeon In Sook memergoki Mi Ri dan Tae Joo yang sedang berpelukan. Karena sangat kaget, ia langsung lari ke lift dan pergi ke mobilnya. Saat di mobil. In Sook pun masih melihat Mi Ri bergandengan dengan Tae Joo.

In Sook nampak lemes kayak bihun di kondangan.

****

Emak menggunakan penyangga di punggungnya. Di rumah Emak juga ada Jae Bum yang patah hati tidur terus karena Mi Hye meninggalkannya. Wkwkwk.

Di sisi lain, Woo Jin sibuk membeli sayur di pasar. Woo Jin nampak ganteng banget kalau nggak galak. Woo Jin belanja sayur hingga kudapan lain.

Dan Mi Hye masih sibuk dengan naskahnya. Karena bosan, Mi Hye melihat-lihat tumpukkan buku dan menemukan album foto.

Mi Hye ngedumel saat melihat Woo Jin yang tersenyum di foto. “Dia tersenyum seperti ini, tapi selalu marah kepadaku. Aku tahu dia manis sekali. Jika dipikir-pikir, kenapa Pak Kim Tae Joon tidak pernah membahas istrinya sama sekali? Istrinya cantik sekali.”

Ada suara mobil terdengar. Mi Hye pun kaget dan masuk ke ruangannya lagi dan menulis. Woo Jin pun datang dan mengagetkan Mi Hye.

“Kenapa kamu mengejutkanku?”

“Astaga… aku sudah mengetuk beberapa kali. Kamu tidak menjawab. Jadi, aku masuk karena takut kamu tidur. Lalu melihatmu amat fokus. Itulah alasanku tidak bilang apa-apa. Bagaimanapun, kurasa membawamu kemari berbuah manis. Kamu bahkan tidak perlu aku untuk mengawasimu. Kamu amat berkonsentrasi. Mari kita lihat apa yang kamu tulis.”

“Jangan. Jangan dulu. Aku tidak bisa menunjukkannya sekarang.”

“Apa maksudmu? Aku ketua editor, jadi, kenapa tidak bisa? Serahkan.”

“Tidak.” Mi Hye membawa laptopnya keluar dan terjadi kejar-kejaran kayak film india. Wkwkwk.

Woo Jin mendekat dan membuat Mi Hye membatu. Laptopnya pun diambil. Aaaaahhhhh Mi Hye mulai naksir nih. Wkwkwkwk. Mi Hye pun makan dan Woo Jin membaca naskah Mi Hye.

****

Jin Soo marah pada istrinya di akhir pekan. Saat itu juga, Da Bin dititipkan di rumah nenek Mi Ok.

Kakek mengomel pada nenek Mi Ok yang mengeluhkan Da Bin datang. “Kamu tidak boleh mengeluh karena kamu sudah digaji. Itu hubungan antar pegawai dan pemberi kerja.”

“Hubungan antara pegawai dan pemberi kerja? Apa maksudmu? Ini antara ibu dan anak. anak-anak itulah yang tidak tahu malu.”

“Yang membayar memberi kerja dan yang dibayar namanya pegawai. Itu sebabnya aku bilang jangan menerima uangnya. Itu terjadi karena kamu memaksa dibayar. Kamu harus mengurusnya sendiri.”

***

Jin Soo pun mengomeli Mi Sun. “apa aku tahu punggung ibumu sakit?”

“Ini bukan soal tahu atau tidak. Ini soal sikapmu kepadanya. Apa ibuku mudah disuruh-suruh? Apa dia samsakmu? Apa dia datang dan pergi sesuka hatimu? Kamu takut pengeluran kita tinggi. Jadi, kini kamu membicarakannya?”

“Apa kamu harus mengusirku karena itu? Ditendang juga?begitukah kamu dibesarkan ibumu? Apa kamu diajari menendang suamimu jika tidak mendapatkan keinginanmu? Kamu bahkan menjambak rambutku. Aku tidak bisa berkata-kata karena terkejut. Apa yang diajari ibumu sebelum kamu menikah?”

“Aku bisa mengatakan hal yang sama soal ibumu, apa yang dia ajari kepadamu? Aku sangat ragu dia mengajarimu apapun. Aku akan menginap di rumah ibuku sampai besok. Jaga Da Bin akhir pekan ini.”

“Kenapa harus aku?”

“kamu masih bisa bilang begitu? Bukankah kamu ayahnya Da Bin? Akan aku bilang dengan jelas. Aku tidak akan mengasuh anak sendiri. Kita sudah membayar ibumu. Jadi, aku berhak bebas. Lakukan tugasmu sebagai ayahnya Da Bin kecuali kamu mau diusir.”

“Yak Kang Mi Sun!!! Ceraikan saja aku.”

Mi Sun malah tertawa. “Sungguh? Kamu mau menceraikanku? OKEEEE…. aku akan amat berterima kasih. Jangan berubah pikiran.” Mi Sun pun kemudian pergi.

****

Di rumah Emak, Mi Sun menyiapkan makanan dan makan bersama dengan Ibunya.

“Ibu… bagaimana ibu menyelesaikan masalah dengan Mi Ri? Ibu sudah membahasnya?”

“Apa yang perlu dibahas? Ibu hanya wanita tua dan sedang kesal.”

“Aku tahu. Aku paham perasaan Ibu. Mi Ri tidak memberi tahu agar Ibu tidak terluka. Dia pengertian. Walaupun begitu, ibu tetap akan menyalakan lilin pada pernikahannya. Serta ibu akan menjadi ibu dari mempelai wanita.”

“Pasti. Sudah jelas itu tugas ibu.”

****

Dan Mi Ri menghabiskan waktu dengan camping bersama Han Tae Joo.

“Yang aku lakukan hanya belajar kemudian bekerja. Ini pertama kalinya aku piknik. Walaupun kamu tidak akan memercayainya.”

“Kenapa kamu hidup seperti itu?”

“Sebagian karena kepribadianku. Ibu membesarkan kami bertiga sendirian. Jadi. Aku harus mendapatkan beasiswa.”

“Aku masih merasa keluarga amat menyayangimu.”

“Bagus. Ibuku akan senang mendengar itu.”

“Bolehkah aku makan sup tulang sapi lagi?”

Dan entah bagaimana. Tidak jauh dari meraka, ada Pak Park yang sedang berkencan juga. Mi Ri langsung masuk ke dalam tenda.

Pak Park yang melihat Tae Joo langsung berlutut pada Tea Joo agar ia diam dan merahasiakan bahwa Pak Park berkencan dengan orang satu tim.

“Akan aku rahasiakan. Jangan cemas.” Ucap Tae Joo. “Kenapa kamu bilang Bu Kang tidak boleh tahu soal ini?”

“Bu Kang belum pernah berkencan.”

“Dia belum pernah berkencan?”

“Ya, menurutmu kenapa dia bekerja sepanjang tahun? Itu karena dia tidak punya perasaan. Terutama cinta. Dia tidak punya cinta di dalam hatinya sama sekali.”

“Ahhh begitu…”

“Kamu ke sini dengan pacarmu?”

“Ya. Aku ke sini dengan pacarku.”

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *