Sinopsis Mother of Mine Episode 35 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 35 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa guys, selamat membaca yak!!!!!

In Sook, Tuan Han dan Direktur berkumpul.

“Direktur Park bilang padaku ada yang ingin kamu sampaikan secara langsung kepadaku. Ada apa?” Tanya Tuan Han. “Kamu menyembunyikan sesuatu dariku?”

“Ya.”

“Apa itu? Katakan. Apa yang kamu sembunyikan.”

“Kang Mi Ri berpacaran dengan Tae Joo.”

“apaa???” Tuan Han teriak. Tuan sangat marah besar. “kamu tidak bisa mengurus hal semacam itu! Direktur Park. Kamu tahu?”

“Aku tahu saat Bu Jeon memberitahuku.”

“Dia sudah gila. Bagaimana dia memacari bosnya? Aku mengirimnya untuk belajar!”

Tapi, In Sook malah mengatakan bahwa Tae Joo digoda oleh Kang Mi Ri. “Kang Mi Ri seharusnya menyerahkan surat pengunduruan dirinya. Ini masalah sederhana. Anda bisa sekadar menerima pengunduran dirinya yang dia serahkan terkahir. Lantas, aku akan secara pribadi menemui dan memperingatkannya. Aku akan menghiburnya dan menuntaskan masalah ini. Lalu mengirimnya ke LN, untuk belajar.”

“Lakukan sesuai keinginanmu.” Ucap Ketua yang sudah marah.

****

Direktur Park merasa sangat aneh atas apa yang baru saja ia dengar.

“Kenapa kamu seperti itu? Aku memercayai dan mengandalkanmu”

“Tae Joo sungguh mengencani Kang Mi Ri.”

“Tapi bukan ini yang penting. Bu kang adalah…”

“Tutup lambemu. Aku memilih mana yang kuberi tahu dahulu. Sama seperti bagaimana aku menentukan formalitas dan prosedur keluarga ini. Tapi masalah ini…”

“Orang-orang mengira putrimu So Yun, sudah masuk kuliah s2. Tapi dia mengandung bayi profesornya yang beristri. Kamu pasti kesal.”

“Bagaimana bisa kamu…”

“Berbicara sebagai sekretaris, yang sudah meraih posisi direktur engan usaha sendiri, kamu pasti mau putrimu menikahi seorang yang kaya.”

“Kamu mengancamku?”

“Aku bersimpati akan keadaanmu. Semangatlah. Aku pergi dulu.”

****

In Sook menangis di rumahnya. Ia hanya berteman dengan alkohol.

*****

Dan yak!!!! Mi Ri tidur dengan Tae Joo. Sampai saat terbangun, Mi Ri sangat malu. Mereka pun minum kopi berdua pada pagi hari.

“Kamu cantik. Kamu sungguh cantik. Aku mau terus bersama sunbae seperti ini. Aku tidak asal bicara. Aku tulus menyukai sunbae.” Tae Joo pun memberi cincin. “Aku amat bangga dengan diriku yang memilikimu.”

Dan Tae Joo pun memakainya sebagai bandul kalung.

Kasmaran yang akan kandas.

****

Kakek memarahi Mi Ok. “Bagaimana kamu bisa melakukan hal itu terhadap Mi Sun.”

“Mereka memperlakukanku seperti pengasuh karena membayarku.”

“Mi Sun tidak begitu. Jin Soo yang begitu. Bagaimana kamu membuang uang ke wajahnya.”

Pertengkaran ini pun sampai di kata cerai.

****

Da Bin berjalan dengan Mi Sun. Da Bin diminta menunggu di suatu ruangan. Ruangan itu di bank. Tempat Mi Sun bekerja.

Para lajang yang melihat Da Bin berteriak dan langsung mendekati Da Bin karena Da Bin sangat lucu.

Mi Sun bekerja dengan wajah berkaca-kaca karena meninggalkan anaknya di ruangan kecil tempat konsultasi.

****

Karena memukul Woo Jin. Jae Bum dibawa ke kantor polisi.

“Anda mau damai?” Tanya polisi pada Woo Jin.

Jae Bum di dalam sel pun menjawab. “Pak polisi, aku tidak mau berdamai, aku tidak mau.  Aku akan memukulimu bergitu keluar dari sini!!!!!”

“Bang Jae Bum ada apa denganmu????” Mi Hye pun teriak.

“Aku tidak mau berdamai. Aku mau dia dipenjara.” Ucap Woo Jin. “Ahh tambahkan ini ke daftar tuntutannya. Penculikan dan pemerasan. Serta penyiksaan hewan juga.”

“Kamu kekanak-kanakan.” Ucap Peter.

“Untuk melawan orang yang kekanak-kanakan, aku harus mengimbangi mereka.”

“Hyung…. ayo berdamai demi Mi Hye.” Ucap peter,

Mi Hye pun meminta maaf berkali-kali pada Woo Jin. Jae Bum akhirnya dibebaskan.

***

“Pergilah dan jangan kembali.” Ucap Mi Hye pada Jae Bum. “Kita ini apa? Kita ini apa sampai kamu mengacaukan hidupku. Kamu orang tuaku? Kamu oppaku? Atau kamu kekasihku? Apa hakmu melakukan itu? Kamu mencampakkanku. Kamu mencampakkanku setelah menjadi penulis drama.”

“Itu karena kamu menyepelekanku. Aku juga ingin melakukannya.”

“Melakukan apa?”

“Aku mau bilang kepadamu kita putus. Jadi, aku berpura-pura mencampakkanmu. Aku tidak pernah melupakanmu.”

“Itu tidak bisa dipercaya. Aku sudah muak.”

Dari jauh. Peter mendengarkan.

Mi Hye lanjut bicara. “Hatiku luluh lantak dahulu. Kamu mungkin bilang begitu karena mau. Karena marah, tapi itu sungguh menyakitiku.”

“Aku sungguh minta maaf.”

“Aku menerimamu kembali karena masa lalu kita dan sebagai teman. Bukan karena aku menyukaimu. Bisakah kamu berhenti berbohong? Kamu mencampakkanku karena marah dan menunggu tiga tahun?”

“Karena aku punya tenggat…”

“Lupakan. Berhentilah bicara. Pergilah.”

****

Mi Hye pulang dan langsung menggelitiki Ibunya. Emak bercerita bahwa ia sudah kewalahan dengan Jae Bum dan hampir saja memanggil polisi. Mi Hye pun sedikit cerita bahwa Jae Bum sebenarnya dari kantor polisi. Tapi Mi Hye enggan menceritakan detailnya.

Lanjut ke bagian 2 yaaa… klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *