Sinopsis Mother of Mine Episode 36 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 36 Part 1 – Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys, terima kasih. Hohoho… terima kasih juga sudah sabar mengikuti yaa…

Han Tae Joo langsung menghadap ayahnya.

“kenapa menatap ayahmu seperti itu? Kamu pikir tidak ada gal yang mau ayah katakan?”

“Kenapa ayah tbtb datang ke perusahaan?”

“Yak! Ini perusahaan ayah. Memang ayah butuh izin? Lihatlah dirimu. Hati nurani yang merasa bersalah tidak perlu penuduh. Kamu sangat kompeten. Beraninya seorang pegawai baru mengencani manager umum. Terlebih lagi manager Kang Mi Ri. Akhiri hubungan kalian selagi ayah masih berkata baik-baik.”

“Aku tidak ada niatan mengakhiri hubungan kami. Aku sangat menyukai Kang Mi Ri. Hubungan kami tidak sekadar iseng. Aku tulus menyukainya. Aku suka Bu Kang lebih dari dia suka aku.”

“Apa-apaan itu? Hanya itu yang bisa kamu katakan?” Ayah pun melemparkan kertas.

****

“Direkur Park. Rahasiakan hal ini.” Ucap In Sook.

“Aku tidak yakin bisa.”

“Ketua, sangat memercayaimu. Kamu juga melaporkan tiap gerak-gerikku kepada pimpinan.”

“Aku minta maaf soal itu. Pak pimpinan sangat mudah curiga. Tapi masalah ini berbeda dengan itu, Bu Jeon.”

“Lantas, apa gunanya jika Pak Pimpinan sedah tahu kalau Mi Ri itu putriku? Akankah Tae Joo bahagia? Atau apa ada gunanya bagimu? Tidak ada. Itu tidak ada gunanya bagi semua orang. Kumohon, beri aku kesempatan. Sebagai ibu, dahulu aku tidak tahu di mana atau bagaimana putriku hidup. Aku mau menebus kesalahanku dan memperbaiki semuanya. Kuminta satu kesempatan terkahir. Jika kamu mengabulkannya aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menikahkan So Yun dengen seseorang yang pantas. Aku akan mencari solusi untuk membesarkan bayi yang sedang dia kandung. Lalu, pada saat Tae Joo menjadi pemilik grup Hansung menggantikan pimpinan. Aku tidak akan pernah melupakanmu, Direktur park.”

Tak lama, In Sook menelepon Emak dan mengatakan ingin bertemu.

*****

Sebelum bertemu, Emak mencoba memakai setelan terbaiknya. Mereka bertemu di sebuah hotel mewah.

Mereka pun makan bersama. “Astaga…” Ucap Emak yang memotong-motong daging.

“bagaiman? Sudah memutuskan?”

“Tidak ada yang harus diputuskan.” Ucap Emak. “Kamu Ibu dan anak. tidak perlu memutuskan. Mi Ri dan aku masih sama saja. Dia membawaku ke rumah sakit tempo hari.”

“Baguslah.”

“Kamu tidak penasaran bagaimana hidup Mi Ri selama ini? Kenapa seorang ibu, bisa-bisanya seorang ibu sedingin itu?”

“Mana mungkin orang tua bisa sangat mengenali anaknya. Meski membesarkannya sendiri, banyak orangtua tidak tahu banyak soal anak mereka. Intinya, terima kasih. Sudah membesarkan Seung Yeon-ku dengan baik.”

“Aigooo yaaa….cepat sekali kamu bicara begitu. Kamu tidak perlu berterima kasih. Mi Ri dan aku adalah ibu dan anak. aku tidak pernah menganggapnya seperti membesarkan keponakanku. Kamu tidak akan tahu, Mi Ri itu sangat pintar, percaya diri dan bijaksana. Lebih mudah membesarkan dia dari pada Mi Sun dan Mi Hye. Dia juga sangat hebat di sekolah. Putri pemilik testoran sup tulang sapi selalu mendapat nilai tertinggi pada tiap ujian. Aigoo. Dia sangat membuatku bangga. Dia… sehebat itulah dia.”

“Karena kamu berkata begitu, ada sesuatu yang ingin kusampaikan pada kakak ipar. Tahukah kamu Seung Yeon ingin belajar di LN? Tahukah kamu dia sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya untuk belajar di LN?”

“Apa katamu?”

“Kurasa kamu belum tahu. Yaa… Seung Yeon ingin belajar di luar negeri. Jadi, dia sudah menyerahkan surat pengunduruan diri. Tapi dia pasti mencemaskan kamu dan saudari-saudarinya. Tampaknya dia ragu-ragu. Aku sudah coba membujuknya. Tapi dia tetap sulit memutuskan. Maukah kakak membujuknya? Dia tidak boleh menghabiskan waktunya di sini seperti ini. Aku tidak mau dia tinggal di korea seperti ini.”

“Tapi itu… dia harus menikah…suaminya…aku harus mencarikan calonnya.”

“Pernikahan apa? Pernikahan tidak ada manfaatnya bagi kita berdua. Bukankah begitu? Jadi, tolong bujuk dia. Sampai saat ini,dia dibesarkan sebagai putri pemilik restoran tulang sapi kumuh. Bukankah menurutmu Seung Yeon harus melupakan masa lalu dan memulai kembali?”

“apa katamu barusan? Restoran sup tulang sapi kumuh?”

Kemudian Emak pulang sambil menangis.

****

Mi Sun minum-minum dengan sunbaenya.

“Sekarang apa rencanamu? Kamu tidak bisa membawa Da Bin ke kantor selamanya.”

“Entahlah. Masa bodoh.”

“Tidak bisakah kamu minta tolong ibumu saja?”

“Sunbae!!!! Jangan ibuku. Punggungnya sudah sakit.”

“Lantas, pekerjakan pengasuh saja selagi memang butuh. Lebih baik menghasilkan lebih banyak uang untuk itu. Ibumu akan terus seperti itu. Jadi, bagaimana kamu bisa bertahan?”

“Aku sudah coba mencarinya. Kamu tidak membaca koran? Ada artikel soal masalah ini. Untuk mendapatkan pengasuh yang cocok. Kita harus sangat beruntung. Aku merasa bersalah pada ibuku dan risi pada ibu mertuaku.”

Pulangnya. Mi Sun sangat mabuk.

****

Nenek Mi Ok akan pergi saat malam hari untuk berolah raga. Di jalanan, ia bertemu dengan Mi Sun yang mabuk dan nampak seperti hantu.

“Apa menantu Ibu tampak seperti hantu di mata ibu? Hantu atau zombie di mata ibu? Kenapa ibu nampak terkejut? Kurasa ibu berbuat salah kepadaku.”

“Kamu ibunya Da Bin.”

“Ya.”

Mi Sun akhirnya berani mengomeli Ibu mertuanya dan mengatakan bahwa ibu mertuanya kejam, dan plin-plan. Ibu mertuanya sama saja menyebalkan dengan Jin Soo.

Mi Sun sampai terjatuh di bunga-bunga taman. Wkwkwkkw saking mabuknya.

****

Mi Hye masuk lagi ke kantor penerbitan. Hari ini Mi Hye benar-benar berdandan dan membuat Peter serta Woo Jin bengong.

“Apa?” Tanya Mi Hye.

“Mi Hye. Kamu tampak berbeda hari ini.”

“Apa? Tidak. Tidak ada yang berubah.”

“Apa kamu makan makanan pedas saat sarapan?”

“Tidak.”

“ahhh aku mengerti, kamu memakai lipstik.”

“Ahhh ya. Bibirku pecah-pecah jadi. kupakai pelembab bibir. Tanpa tahu bahwa itu berwarna. Jadinya seperti ini.”

“Cocok denganmu. Kamu tampak lebih ceria. Teruskan saja.” Ucap Peter. Itu nampak membuatmu cantik.”

“Terima kasih.”

“Kamu tidak bisa membedakan lipstik dengan pelembab bibir? Periksa laci pertama di mejaku. Ada pelembab bibir di sana. Pakailah itu.” Ucap Woo Jin. Wkwkkw nyindir.

“Kenapa? Dia tampak cantik sekarang.”

“Dia bilang bibirnya pecah-pecah. Hapuslah lipstiknya dan pakailah pelembab bibir di kamar kecil.”

“Baik.” Ucap Mi Hye yang kesal.

Bersambung ke bagian 2 ya. klik di sini kelanjutannya,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *