Sinopsis Mother of Mine Episode 39 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 39 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk mau tahu selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih sudah mengikuti di besokpagi.com yaaa… selamat membaca.

“Kenapa kamu amat terkejut?” Tanya Pimpinan. “Itu pilihan yang patut dipertimbangkan.”

“Kenapa anda mengusulkan pilihan seperti itu?”

“Tidak peduli sekeras apapun aku memikirkannya. Aku tidak menemukan cara untuk menghentikan Tae Joo. Dia amat keras kepala sejak kecil.”

“Tapi ini hal yang berbeda. Pernikahan adalah momen yang penting. Serta itu akan membawa efek besar kepada grup kita di masa depan.”

“Lantas, putri grup mana yang mau kamu jodohkan dengan Tae Joo? Ini yang penting. Keluarga kita tidak terlalu banyak memiliki keturunan. Serta ada kemungkinan besar anak yang tidak tergolong itu bisa menjadi boneka keluarga istrinya. Aku lebih baik menikahkannya dengan wanita pintar dan membuat wanita itu membantu Tae Joo di sisinya. Lihat aku, kamu amat membantu keluarga ini. Walaupun kamu suka membuat stres, kamu banyak membantu. Aku akui itu.”

****

Mi Ri membaca berkas yang akan ia bawa ke Tiongkok. Ia juga mengemas barangnya. Bayangan tentang Tae Joo yang melamarnya pun muncul.

di rumahnya. Tae Joo pun galau.

****

Tae Joo pulang ke In Sook. In Sook begitu melihat Tae Joo langsung menampar Tae Joo.

“Ibu…”

“Bagaimana bisa kamu melakukan ini terhadap Ibu? Bagaimana bisa…ibu mempertaruhkan semuanya untukmu. Bagaimana kamu menusuk jantung ibu hanya karena wanita? Dasar berandal tidak tahu terima kasih!”

“Ibu…”

“Kamu… jangan panggil aku Ibu. Lagi pula, aku bukan ibumu. Aku tahu. Aku tahu bagaimana keluargamu menganggapku. Pasti sama sepertimu. Apa aku salah? Selama ini, sama seperti tulang yang menyangkut di tenggorokan, aku selalu sadar akan posisiku dan keberadaanku di keluarga ini. Tapi denganmu, aku tidak senang tidak harus memikirkan itu. Tapi, jika dipikir-pikir, kamu tidak ada bedanya. Kamu salah satu dari mereka. Kamu sama saja.”

“Ibu jangan melakukan apapun pada Mi Ri. Jika Ibu melakukannya. Aku tidak akan memaafkan ibu. Tenanglah dan beristirahatlah. Aku akan menemui Ibu lagi.”

****

Tae Joo mengunjungi Mi Ri di kediamannya. “Kapan kamu akan berangkat?”

“Dua hari lagi. Aku berkemas lebih awal karena ada begitu banyak hal yang harus dibawa.”

“aku tahu kamu akan begitu, jadi, aku membawakan barang-barang penting untuk perjalanan dinasmu.” Tae Joo membawa sesuatu di dalam keresek. Mungkin cilok atau gorengan.

Tae Joo bahkan membantu Mi Ri berkemas.

****

Emak sendiri di rumah sudah mencurigai Mi Hye yang sudah mulai berdandan, tidak mungkin Mi Hye berdandan untuk Jae Bum karena Mi Hye tempo hari malah memukuli Jae Bum.

Saat malam hari, Mi Hye masih bekerja dan Woo Jin pun datang.

“Kenapa masih di sini?” Tanya Woo Jin.

“Aku tidak bisa fokus di rumah. Jadi, aku mau menulis sedikit lagi di sini.”

“Tapi ini sudah larut.”

“Kamu mau menginap di sini lagi malam ini?”

“Ya. Aku suka episode yang kamu berikan belum lama ini. Ini seharusnya menjadi perkenalan yang cukup untuk para wanita di restoran sup tulang sapi. Bagus.” Woo Jin memuji kerja Mi Hye dan Mi Hye mengantarnya pulang.

****

Di mobil, antara Mi Hye dan Woo Jin ada percakapan ini.

“Kenapa kamu diam sekali? Padalah kamu cerewet.”

“Apa maksudmu? Aku sudah banyak bicara. Kamu tertawa setiap melihatku? Apa aku sangat lucu?”

“Lupakan saja. Mari tidak usah bicara. Lebih baik tidak bicara.”

“Btw, kenapa kamu jarang pulang?”

“Entah di kantor atau di rumah, rasanya sama saja.”

“Kenapa sama? Kamu tidak tinggal dengan siapa pun? Bagaimana dengan keluargamu?”

“Kang Mi Hye Sshi… kamu terus melakukan ini sejak kita di Hwangsung. Tapi, jangan penasaran terhadapku. Aku tidak bisa memberi tahu banyak soal diriku dan itu juga tidak menarik.”

“aku hanya basa basi.”

Mi Hye sampai di rumahnya.  Kemudian mengajak Woo Jin masuk. Woo Jin diajak makan bersama. Mi Hye pun menyiapkan makanan.

“Omong-omong, ini makan pertamaku hari ini. Enak.” Ucap Woo Jin.

Kemudian ada Emak masuk ke kedai karena lupa menaruh ponselnya di mana. Emak kaget melihat Mi Hye dan Woo Jin.

“Omaaa… sapalah dia. Dia kepala redaksi.”

“Halo Bu, aku Kim Woo Jin.”

“Kenapa kamu kemari selarut ini?” Ucap Emak. Dan Mi Hye malah mendorong Ibunya masuk kembali ke rumah. Tapi tentu saja, Emak malah datang lagi menemui Woo Jin setelah ganti pakaian.

“Maaf. Kamu harus melihatku seperti tadi karena aku sudah tidur.” Ucap Emak berusaha sopan.

“Tidak apa-apa. Maaf sudah membuat Anda terkejut dengan datang selarut ini.”

Dan Woo Jin malah disediakan makanan lainnya oleh Emak.

Usai makan, Mi Hye mengantarkan bosanya dengan senang.

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini yaaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *