Sinopsis Mother of Mine Episode 4 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 4 Part 2

Episode sebelumnya bisa kamu baca di tulisan yang ini yaaaaaa cuyyyy….

“Kamu ke kantor tepat waktu?” Tanya Emak pada Mi Sun lewat telpon.

“Ya.”

“Da Bin pergi ke TK dengan aman?”

“Ya. hari ini dia ada karyawisata. Jadi kuantar lebih pagi dari biasanya.” Jawab Mi Sun.

“Ibu akan mampir besok. Omong-omong, suaramu kenapa?”

Mi Sun pun hampir menangis. “Aku hanya… aku sungguh merasa bersalah.”

“Tidak masuk akal. Aku ini ibumu. Kamu harus merasa bersalah kepada Ibu, jangan yang lain. nanti kamu disalahkan. Ibu akan menjemput Da Bin, jadi, pulanglah lebih awal dan kemari untuk makan malam.”

“Baiklah…” Mi Sun pun menghapus air matanya.

***

Paman Young Dal bicara pada Emak. “Kakak tidak perlu bicara begitu.”

“Dia itu manja sekali. Jika aku mati bagaimana? Bagaimana dia bisa hidup tanpaku?”

“Mi Sun hanya merasa menyesal pada kakak.”

“Tapi dia tidak punya pilihan. Dia tidak bisa bekerja. melakukan tugas rumah tangga, mengurus Da Bin, dan datang ke rumah mertuanya dalam waktu yang bersamaan. Kenapa dia tidak menerima bantuan saja? dia bersikap seolah-olah menyesal, dan kini aku merasa lebih buruk.,,, Mi Hye masih tidur atau apa?”

“ahh yaaa… Kakak harus lebih memperhatikannya.”

“Memangnya aku tidak pernah perhatian?”

“Noona tahu….?”

***

Di dalam kamarnya, Mi Hye masih mengetik. Mi Hye pun senang bahwa pekerjaannya sudah selesai.

***

“Jae Bum sempat kemari?” Tanya Emak pada Young Dal.

“Ya.”

“Sudah kubilang. Dia kemari semalam.”

“Seharusnya kamu membawanya masuk.”

“Tidak bisa karena ada Mi Hye.” Ucap Paman.

“Jangan hiraukan dia.”

“Astagaaa… kakak kan tidak mengencani Jae Bum.  Tentu saja aku harus menghiraukannya.”

“Lagi pula, jika memikirkan perbuatan Mi Hye pada Jae Bum, dia pantas menerimanya.”

Mi Hye pun keluar dengan membawa naskahnya. Ia mencuri dengar ucapan Paman. “Omong-omong, Jae Bum kini sangat keren. Dia bukan Jae Bum yang dulu.”

“Apa maksudmu? Dia sudah keren sejak dahulu.” Ucap Emak ngomel.

Young Dal pun tertawa. “Mari kita jujur saja. dahulu dia tidak setampan itu. Mi Hye terlalu baik untuknya. Terlebih lagi, Mi Hye sangat menggemaskan.”

“Dia menggemaskan katamu? Dia nampak seperti treadmill.” WKWKWKWKWKWKWKWKWKWK  JUAAAARAAA NIHHH NGATAINNYA.

“OMMAAAAAA…” Mi Hye yang mendengarnya pun ngamuk. Wkwkwkw lucu lho. “Benar. Kenapa Omma tidak mengadopsi Jae Bum dan hidup bahagia bersamanya. Teadmill ini mau keluar.”

Dan lagi-lagi… Mi Hye berjalan kemudian terjatuh. Emak dan Paman pun tertawa.

Emak ngatain. “Dia hanya bisa bicara. Baiklah…. ibu akan tinggal bersama dengan Jae Bum. Keluar, menikahlah, dan kembalilah setelah kamu punya 3 anak.”

***

Mi Ri membeli kopi di kafe kantor. Melihat ada Jeon In Sook. Mi Ri duduk dan pura-pura tidak melihat.

In Sook masuk ke dalam lift dan berkata. “Dia lebih berani dari dugaanku.”

***

Pak Park kini bicara serius dengan Tae Joo. “Katakan yang sebenarnya. Kamu bertukar kemeja dengan Bu Kang, itu konyol sekali.”

“Sungguh. Itu benar.”

“Tapi itu tampaknya tidak benar. Saat orang bertukar kemeja, pasti ada sesuatu di antara mereka. jujurlah kepadaku. Kamu kekasih Kang Mi Ri bukan?”

“Aku sudah menyangkal pertanyaan ini. itu tidak benar.” Jawab Tae Joo.

“Lupakanlah. Kamu tidak akan mengaku meskipun itu benar. Bodohnya aku memercayaimu akan hal itu. aku kecewa sekali kepadamu. Haihhhh…”

***

Pak Park kini bergosip dengan rekan yang lain. “Setelah mereka berkumpul, mereka bergantian kemeja. Aku baru kembali dan memasktikan soal itu dengannya.”

“Bagaimana itu bisa terjadi?”

Mi Ri yang baru saja datang pun mendengar bahwa dirinya sedang digosipkan.

***

Melihat gelagat tidak enak. Tae Joo pun menghadap Mi Ri.

“Ada apa Pak Han?” Tanya Mi Ri.

“Ada yang ingin kukatakan.”

“Apa? Ini baru hari keduamu di kantor. Kamu sudah membuat masalah?”

“Soal itu… anda yang membuat masalah bukan aku.”

“Aku?”

“Ya. soal kemeja itu… saat anda menyuruhku untuk mengambil mejaku kemarin, kurasa Pak Park mendengar Anda.”

Mi Ri pun kaget dan menatap para rekan kerjanya. Tae Joo lanjut bicara. “Kini orang-orang berpikir aku… maksudku, mereka berpikir aku diterima karena Anda. Posisiku menjadi canggung. Aku mau anda memperbaikinya. Sampai nanti.” Tae Joo pun pergi.

***

Mi Hye pergi ke tempat penerbit. Ia bingung karena tempatnya sudah sedikit berbeda dengan dahulu.

“Toko buku? Sekarang berubah menjadi toko buku? Aneh.”

Kemudian ada pria yang membawa anjing datang. “Kenapa kamu kemari?” Tanya sang pria.

Gukkkk gukkkk…. anjing menyalak. Mi Hye berkata. “Kenapa kamu menyalak?bulumu banyak sekali.” Wkwkwkwk iyaaalhhh bulu dipojokkan doang mahhh bulu ketek bukan bulu anjing.  “Bukankah ini Penerbit Dol Dam Gil?”

“Kamu seorang penulis? Kamu seorang penulis bukan?”

“Ya… itu… yaaaa…”

“Masuklah. Kami sudah lama menunggu.”

Lanjut ke bagian 3 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *