Sinopsis Mother of Mine Episode 4 Part 3

Sinopsis Mother of Mine Episode 4 Part 3

Episode sebelumnya ada di sini. yukkk marehhhh…

Mi Hye akhirnya masuk ke dalam ruangan karena dipersilahkan lelaki yang membawa anjing tadi.

“Wahhh… kini benar-benar berbeda…” Ucap Mi Hye saat melihat ruangan.

“Managernya berusaha keras untuk ini. hari ini kopinya enak. Kamu mau coba?”

“Terima kasih.” Ucap Mi Hye.

Mi Hye pun melihat-lihat ruangan. “Pemimpun redaksinya menghasilkan banyak uang. biasanya dia tidak semodern ini.”

“Benarkah? Aku tidak tahu.” Ucap Peter Park.

“Dia selalu memakai satu kardigan dan membawa tas yang sama.” Ucap Mi Hye.

***

Sedangkan, Kim Woo Jin, sang manager toko sedang membaca naskah dan nampak kecewa.

***

“Kubilang akan memberikannya tas jika salah satu bukuku dipesan lebih. dia sedang keluar?” Tanya Mi Hye.

“Tidak. Dia sedang bekerja di atas…. Woo Jin, penulisnya sudah datang.”

Dan anjing pun menggong-gong…

Mi Hye heran. “Tunggu sebentar. Woo Jin? Bukan Kim Tae Joon?”

Woo Jin pun turun dari tangga. “Siapa kamu?”

“Bukankah dia penulis yang akan kita temui?” Tanya Peter.

“Kamu mau menemui siapa kemari?” Tanya Woo Jin. “Kamu siapa?”

“Seharusnya aku yang tanya. Kamu siapa?”

***

Mi Ri pulang ke apartemennya. Dia langsung membuka lemari dan mengambil kemeja milik Tae Joo.

***

Di sisi lain, Tae Joo yang berada di apartemennya, mendapatkan telpon dari Mi Ri.

“Tae Joo-Sshi… ini aku Kang Mi Ri. Berikan alamatmu. Akan aku kirim kemejamu ke sana. Kamu tidak mengerti? Aku tidak mau menyimpannya lebih lama lagi.”

“Baiklah. Anda di mana?”

“Aku?” Tanya Tae Joo.

“Kenapa?”

“Biar aku yang ke sana.” Ucap Tae Joo.

***

Sementara itu Jeon In Suk berada di tempat penjahit kemeja mewah. Kemeja yang ia pesan pun disiapkan.

“Kemeja yang anda pesan sudah siap.” Ucap pegawai.

“Sungguh? Biar aku lihat.”

“Anda tidak mau memesan kemeja berwarna?”

“Dia masih baru. warna putih itu yang terbaik.”

“Baik. Aku mengerti.”

Jeon In Seok mengecek jasnya. Terlihat inisial nama TJ. Kemeja yang sama seperti milik Han Tae Joo.

***

Mi Ri berada di luar sambil membawa jas. Tak lama, Tae Joo datang dengan mobilnya.

“Ini ambilah.” Mi Ri memberikan jasnya. “Kita selesai bukan? Dahh…”

“Tunggu.” Ucap Tae Joo.

***

Kini Mi Sun disidang oleh Mertuanya yang Jahara.

“Kamu… Ibu menyuruhmu membuat japchae, memangnya ibu menyuruh ibumu? Ibu jarang-jarang mengundang teman ke rumah. Perlukah kamu melibatkan ibumu dan membuat keributan.”

“Bukan begitu, Bu. Aku sibuk sekali, jadi, ibuku…”

“Kamu yang menelpon dia karena enggan memasak.”

“Tidak Bu. Itu tidak benar.”

“Ibu mengerti. Ibumu memang begitu. dia mengelola restoran dan bolak-balik ke lingkungan ini. Ibu paham. meski begitu, perlukah dia mencampuri urusan keluarga kita? Kenapa dia membuat Ibu tampak buruk di depan suami ibu?”

“Apa maksud Ibu “tampak buruk””?

“Menurutmu apa lagi? Ayah mertuamu mengomeli ibu seharian karena meminta ibumu memasak.”

***

Sementara Da Bin dan Emak berada di tempat bermain. Emak meminta cucunya pulang. “Mari kita pulang sekarang ya? Ibumu sudah menunggumu.”

“Sebentar lagi.”

“Nenek harus mengantarmu pulang dan kembali ke rumah sakit.” Dan ayunan yang dimainkan Da Bin makin tinggi. “Jangan mengayunkan terlalu tinggi. nanti kamu akan jatuh tersungkur. Da Bin…. jangan tinggi-tinggi.”

***

Mertua jahara masih mengomeli Mi Sun. “Ada pepatah lama bilang, menantu perempuan harus dipilih secara hati-hati. Pernikahan buruk akan merusak seluruh keluarga. Lihatlah dirimu. Hanya karena japchae, ibu malah bertengkar dengan suami, dan kini disebut wanita jahat yang suka menyuruh-nyuruh besan. Kamu wanita berpendidikan, hanya sebegini kemampuanmu?”

“Maafkan aku.”

“Itu saja? setelah semua masalah ini? kini ibu tidak berani memintamu memasak lagi. Aigo… sudah cukup. Ibu tidak akan memintamu datang dan memasak lagi. Ibu akan membeli lauk dari kedai saja. jangan khawatir. Sulit dipercaya aku harus mengalami semua ini. hanya karena satu hidangan.” Mertua jahara pun nyelonong pergi.

***

Mi Sun mengikuti mertuanya yang keluar sambil mengomel. “Semua itu hanya karena makan?”

“Ibu…”

“Ibu harus pergi. Minggir….”

“Jangan begini…”

“Sudahlah. Ibu bilang akan beli saja.”

Kemudian ayah mertua pun datang, “Kenapa? ada masalah apa? Ada apa lagi kali ini? ada apa? Kenapa kalian berdua di luar?”

“Ayah…. Ibu…”  Jung Jin Soo pun datang.

Jin Soo langsung memarahi istrinya. “Kamu… untung kamu ada di sini. teganya kamu melakukan hal semacam itu tadi pagi. Kamu seharian mengabaikan telponku.”

Ayah pun memukul kepala putranya. “Jangan ikut campur, bodoh. Aku kewalahan menghadapi semua ini. apa yang terjadi hari ini? apa yang terjadi sampai ekspresi kalian berdua tampak begitu sama?”

Kemudian suara Da Bin yang menangis pun terdengar.

“Bukankah itu suara Da Bin?” Ucap Mertua Jahara.

Da Bin menangis sambil digendong Emak.

Emak berkata. “Da Bin…terjatuh dari ayunan.”

“Apa?” Tanya Mi Sun.

Mertua jahara bilang. “Mau telpon 112?”

Ayah mertua menjawab. “112? Memangnya ada pencuri atau apa?” wkwkwkkw

“Benar. Telpon 911. Aigoooo… seorang gadis tidak boleh melukai wajahnya. Seharusnya kamu lebih waspada di dekatnya. Kenapa membiarkan ini terjadi?” Mertua jahara mengomeli Emak.

“Maafkan aku.”

“Minta maaf tidak menyelesaikannya. Dia masih kecil. Kita harus bagaimana soal ini? aigooo… sulit dipercaya. Seharusnya kamu menjaganya dengan baik. Lihatlah semua ini.”

“Aku sungguh minta maaf.” Ucap Emak.

“Sungguh tidak bisa dipercaya, kasihan sekali kamu. kamu melakukan hal buruk padanya.” Mertua anjay ini terus ngomel.

Mi Sun akhirnya marah pada Emaknya. “Sebenarnya Ibu ini kenapa? sudah edan? Kenapa tidak becus menjaganya?”

“Astaga Mi Sun… kamu ini bicara apa?” Tanya ayah mertua.

“Ibu membuatku gila.”

“Mi Sun….”

“Aku tidak tahan lagi dengan Ibu….”

Emak pun menangis.

klik di sini episode selanjutnya.

Komentar….

Ibarat kata. 4 episode pertama adalah kesan pertama. Dan entah kenapa, saya suka. Konflik yang diangkat sama sekali nggak jauh dari kehidupan pada umumnya. Seorang Ibu yang akan terus mencampuri urusan anak-anaknya.

Ada juga Mertua Jahara yang kayaknya pengen saya jambak karena suka sekali memandang remeh orang lain, menambah masalah, dan tidak membantu apa-apa.

3 kehidupan di dalam drama ini (anak-anak emak) bagi saya sangat menarik. Mi Sun dengan keluarganya. Mi Ri dengan pekerjaan dan cintanya. Dan Mi Hye dengan mimpi-mimpi yang sedang dibangun lagi.

Kalau masalah Mi Hye dan Emak. Kayaknya seru aja kalau udah ribut. Masa iya, nyebut anak sendiri kayak treadmil. Wwkwkwkwkkwkw….

Awalnya saya mau buat penuh di sini yaaa sinopsisnya. Tapi, kayaknya nanti bolak-balik di besoksore.com juga yaaaa..

Gumawo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *