Sinopsis Mother of Mine Episode 40 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 40 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys. Terima kasih sudah sabar menunggu.

Tae Joo berada di kediamannya. Kemudian Mi Ri pun datang. “Aku tidak mengerti niatmu, Tae Joo. Karena aku menolak menikah. Kini kamu memprotes? Kamu mengancamku dengan surat pengunduran diri?”

“Aku tidak memprotes. Aku juga tidak mengancammu. Bukankah sudah kubilang? Aku masih menunggu jawabanmu. Aku tidak akan menyesal. Aku tidak akan melepasmu.”

“Lantas, kenapa kamu menyerahkan surat pengunduran diri?”

“Hanya itu yang bisa membuatku menikahimu dengan tenang. Jika ada satu tangan terikat, kita berdua tidak bisa apa-apa. Aku tidak mau menghalangi jalanmu.”

“Mengalangi jalanku? Apa karena Bu Jeon tahu hubungan kita? Jadi, kamu mau menghindarinya?”

“Bukan begitu.”

Akhirnya mereka bicara lebih jauh hingga Mi Ri curhat. “Sebenarnya, ibuku menelantarkanku. Ibuku yang sekarang bukanlah ibu kandungku. Ibuku meninggalkanku setelah ayahku meninggal dan jatuh miskin. Pada suatu hari bersalju, dia menelantarkan putrinya menaiki mobil pria kaya, lalu pergi begitu saja. Sebenarnya, diterlantarkan bukan masalah bagiku. Karena aku tidak dibesarkan oleh ibu tiri kejam atau keluarga yang jahat. Untungnya, aku bertemu dengan keluarga hebat dan hidup bahagia. Jadi, aku bisa mengabaikannya. Tapi itu tidak mudah. Aku menderita seumur hidupku di bawah bayang-bayang itu. Sekeras apapun usahaku, aku tidak bisa lepas dari itu. Serajin apapun aku belajar, segiat apapun aku bekerja, kenangan itu membanjiri ingatanku seperti mimpi buruk. Itu menyiksaku.”

“Sunbae…”

“Aku menjalani hidup dengan rasa minder. Seperti yang kamu tahu, aku bersikap galak, tegas dan kejam kepada semua orang dan tiap berbisnis. Jika ada seseorang sepertiku di sampingmu, kamu akan merasa lelah dan frustasi. Pada akhirnya, kita tidak akan bahagia.”

“Sunbae… kita bisa mengatasi itu.”

****

In Sook menemui Tuan Han dan Direktur Park.

“Apa? Dia menyerahkan surat pengunduran diri?” Teriak Tuan Han.

“Ya. Tuan Han. Tuan Muda menghubungiku tadi.”

“Dasar anak badung. Lantas, itu artinya, dia sungguh akan menjadi miskin untuk menjaga dan bergantung pada Kang Mi Ri? Bu Jeon… apa rencanamu soal ini? Kamu hanya diam begitu?”

“Anda harus mempromosikan Tae Joo ke posisi baru pada pertunjukan personel berikutnya. Kita putuskan soal Kang Mi Ri setelah itu.”

“Apa rencana anda?” Tanya Direktur Park.

“Saat situasi menjadi rumit. Kita harus menyelesaikannya dengan solusi mudah. Kita harus mengembalikan semuanya ke posisi semula dan membicarakannya. Romansa anak baru kekanak-kanakan terhadap bosnya harus berakhir di sini. Kita harus membuat mereka menyadari kenyatannya. Tae Joo memiliki kenyataannya sendiri. Begitu juga dengan Bu Kang.”

Tuan Han berkata. “Rencana itu boleh juga. Aku penasaran bagaimana reaksi Kang Mi Ri setelah identitas Tae Joo terungkap. Pasti menontonnya akan sangat menyenangkan.”

****

Par Park bertanya pada In Sook di lorong. “apa rencanamu? Tae Joo tampaknya tidak mau putus dengan Kang Mi Ri. Meski setelah Bu Kang ditunjuk sebagai anggota eksekutif.”

“Aku mengenal Kang Mi Ri. Jika dia tahu Tae Joo adalah putraku dia akan menyerah. Dia bukan tipe orang yang terus maju. Kenapa? Karena dia membenciku. Dia tidak akan pernah mau hidup sepertiku.”

****

Esok harinya, hubungan Tae Joo dan Mi Ri malah lebih dekat karena kejadian Mi Ri yang curhat. Mereka pun berangkat naik mobil ke kantor bersama mengantarkan Mi Ri ke bandara untuk pergi ke Tiongkok.

Mi Ri pun berjanji pada Ibunya untuk lain kali membawa kekasihnya ke rumah.

****

Sedangkan, kalau Mi Hye sibuk dengan kerjaan menulisanya. Woo Jin kemudian bertanya. “Ini sebuah kisah seorang ibu dan para putrinya berdasarkan kisah keluargamu.”

“Ini kisah orang lain.”

“Omong-omong, kamu tidak pernah menyebutkan ayahmu? Kamu tidak akan membahasnya di dalam bukumu?”

“Ayahku?”

“Maaf aku lancang.” Ucap Woo Jin.

“Tidak apa-apa. Maaf aku harus mengatakan ini.setidaknya dalam buku ini dia bukan karakter utama. Tapi hanya karakter tambahan. Dia menginggal terlalu cepat. Ibu dan kakak-kakakku terlalu baik sampai aku tidak merasakan ketidakhadirannya. Selain itu, aku juga lebih berani dari orang lain.”

“Begitu ya?”

“Bukan berarti aku tidak merindukannya. Sebenarnya, aku amat merindukannya.”

Lanjut ke bagian 2 yaaa… klik di sini kelanjutannya yaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *