Sinopsis Mother of Mine Episode 41 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 41 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys, terima kasih sudah membaca di blog besokpagi.com. selamat membaca guys.

In Sook mengadakan rapat.

“Jika semua berjalan sesuai perkiraan kalian tidak akan masalah kuartal ini. Tapi kita tidak bisa behenti di sana.”

Kemudian Tae Joo angat bicara. “Lini athleisure merupakan kesempatan memperkenalkan pelanggan yang lebih muda terhadap Hansung Apparel. Aku berharap menjaga strategi pemasaran viral yang sudah ada masuh SNS.”

Rapat berjalan dengan lancar dan Tae Joo sibuk mengutarakan ide-ide barunya.

Kemudian salah satu menyeletuk, “Bu Kang Mi Ri rupanya mengarimu dengan baik.” Kemudian yang lain pun tertawa.

****

Tae Joo mendapatkan ruangan baru dan meminta sekretarisnya memanggil Mi Ri. Mi Ri yang mendapatkan perintah pun langsung datang.

“Sunbae….” kemudian Tae Joo langsung ditampar oleh Mi Ri.

“Mi Ri maaf aku tidak memberi tahu dari awal.” Kedua, Mi Ri melemparkan surat pengunduran diri diwajah Tae Joo.

Mi Ri tidak bicara. Ia langsung pergi.

****

Woo Jin membaca naskah Mi Hye dan ia tertawa.

“Apa itu soal kakak keduaku memotong rambutku?” Tanya Mi Hye.

“Kakak sulungmu sudah memotong rambutmu. Serta ponimu terlalu pendek.” Woo Jin masih tertawa.

Sedangkan di lantai 1. Ada Jae Bum yang bicara dengan peter,

“Setelah bukunya diterbitkan, jika ada yang kamu inginkan untuk promosi, silakan beritahu kami kapan saja. Seperti sesi ttd dengan para fans.”

Jae Bum malah terganggu atas tawa dari Woo Jin.

Peter berkata. “Aku jarang melihat Woo Jin tertawa seperti itu. Kamu mau suruh dia untuk diam?” Tanya Peter.

“Tidak. Itu hanya soal pekerjaan.”

*****

“apakah tulisan begitu lucu? Bisakah kamu berhenti tertawa?” Tanya Mi Hye.

“Bukan begitu,  kamu amat lucu. Jadi, kenapa kamu membeli sate kue beras dengan uang untuk potong rambut? Kamu seingin itu memakan kue beras? Kamu bisa merelakannya. Para guru akan memeriksa rambutmu keesokan harinya. Kenapa kamu menghabiskan untuk sate kue beras?”

“Aku harus makan sate kue beras saat merasa ingin. Itu terlalu enak untuk direlakan begitu saja. Serta itu tepat di depan mataku. Ada kedai sate kue beras di pasar di lingkunganku tinggal. Terkadang aku ke sana sepulang kerja tanpa kusadari.”

“Kamu seperti anak kecil.”

“Sungguh, berhentilah tertawa.”

“Bagus ada episode lucu, pastikan saja jangan lupa dengan niat perencanaan. Buku harus berfokus pada sentimen universal. Bukan pengalaman spesial.”

“Baik. Aku tahu itu.”

“Aku akan bekerja di luar. Kamu bisa bekerja sendiri di sini. Serta jangan makan sate kue beras.” Woo Jin pun turun.

****

Peter bertanya. “Apa ada yang lucu?”

“Aku hanya tidak tahan. Kamu harus membacanya nanti. Kisah Mi Hye amat lucu. Itu sentimental dan menghangatkan hati.”

*****

Jae Bum pun masuk ke lantai 2 menemui Mi Hye.

“Apa maumu?” Tanya Mi Hye.

“Aku harus naik karena terlalu berisik.”

“Abaikan saja.”

“Bagaimana aku bisa melupakannya? Kita satu kantor.”

“Lantas, kembalilah ke ruangan mewahmu.”

“tapu kumohon diamlah dan bersikap pengertian. Puas kamu? Perempuan jahat?”

Bersambung…. klik di sini lanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *