Sinopsis Mother of Mine Episode 43 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 43 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Selengkapnya kamu bisa cari di tulisan yang ini yaaaa… terima kasih sudah mengikuti sinopsis di besokpagi.com yaaaa. Yooohhh mulai, sudah ketinggalan banyak ini guys.

“Aku mau bertemu Kang Mi Ri. Dia di sini?” Tanya Tae Joo.

“Ya.” Ucap Emak dengan terbata.

Paman bertanya. “Kamu nampak berbeda hari ini. Kamu yang datang kali terakhir, bukan?”

“Ya, apa kabar?”

****

“Mi Ri bangun. Dia datang.” Ucap Emak membangunkan Mi Ri. “Anak buahmu yang kamu bawa pulang kali terakhir. Dia datang mau menemuimu dan sedang ada di luar. Ada apa diantara kalian? Apa ada yang tidak beres?”

“Ibu. Aku harus keluar sebentar.”

***

Mereka berdua pun bicara.

“Sunbae…”

“Aku bukan bosmu. Kamu tidak punya bos di mana pun.”

“Aku tahu. Aku membuat kesalahan besar. Serta aku tidak punya alasan untuk itu. Tapi tolong dengarkan dahulu. Tolong beri aku kesempatan.”

“Kesempatan apa?”

“Kesempatan bagiku untuk mengubah pikiranmu.”

“Sikap, nyali, martabat, kepercayaan diri yang tidak seperti anak baru lain. Serta kedermawanan dan ketenangan yang tidak terduga. Aku selalu ingin tahu itu dari mana. Kenapa? Itu hal-hal yang tidak bisa dimiliki orang yang gigih sepertiku. Tapi kini aku paham. kamu punya orang tua kaya. Kamu dari grup hS. Kamu tahu kamu mampu melakukan segalanya. Jika mau, kamu bisa punya segalanya. Itulah alasanmu bermain-main dengan bosmu.”

“Sunbae….”

“Kenapa tidak mengungkapkan dirimu sejak awal? Aku bukan sekadar anak baru. Aku penerus Grup HS. Aku punya kekuasaan dan uang. Pada akhirnya grup hS akan menjadi milikku. Aku akan menjadi pimpinan berikutnya. Jadi mari kita bersenang-senang. Aku akan memastikan karirmu.”

“Aku sungguh mencintaimu. Sampai sekarang pun begitu. Aku tulus soal pernikahan kita. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu. Aku tidak peduli aku anak pimpinan atau penerus. Aku mau memberi tahu kebenarannya saat aku akhirnya bisa menjadi pasanganmu. Tapi kurasa aku salah. Aku sudah berpikir ribuan kali bahwa aku harus memberitahumu. Aku menyesal tidak memberitahumu.”

“Jangan, kamu tidak berbuat salah. Kamu bertindak dengan caramu. Aku yang terlena dengan hal itu. Aku yang tertipu dan terayu oleh hal yang tidak terwujud seperti cinta dan pernikahan. Jadi, kumohon tinggalkan aku. Jangan pernah tunjukkan wajahmu.”

“Aku tidak bisa melakukannya.”

“Tae Joo, aku peringatkan. Jangan membuatku sengsara lagi. Jangan bilang apa-apa dan pergilah.  Diantara orang yang pernah aku temui dalam hidupku. Kamu adalah bedebah terburuk.” Mi Ri pun kembali pulang.

****

Emak bertanya. “Katakan ada apa.”

“Aku keluar dari perusahaan.”

“Kenapa?”

“Bukan apa-apa.promosiku ditarik, jadi, aku marah.”

“Bagaimana dengan pria itu? Tamu yang katamu mau kamu bawa ke rumah. Bukankah dia pria itu?”

“Ya.”

“lalu.”

“Aku keluar dari perusahaan. Jadi, kurasa aku harus mengakhiri hubunganku dengannya.”

“Jangan konyol. Jika mau mengakhiri hubungan dengannya hanya karena kamu keluar dari perusahaan, kenapa mengundangnya ke rumah? Apa kamu segegabah itu?”

“Maaf.”

***

In Sook bicara dengan direktur Park.

“Posisi managar umum saat ini kosong akibat pengunduran diri Bu Kang Mi Ri dan ini daftar kandidatnya. Silakan dilihat.” Ucap Direktur Park. “Mereka manager senior dengan hasil evaluasi personel baik. Kenapa? Anda tidak menyukainya?”

“Ada orang yang terlintas di benakku. Kami sedang menegosiasikan gaji, jadi, tolong tunggu sebentar lagi.”

“Boleh aku tahu siapa dia?”

“Seseorang dari Grup Sungil. Aku melihat orang ini di acara beberapa kali. Orang ini amat kompeten.”

“Anda sudah mendapatkan persetujuan pimpinan?”

“Aku CEO perusahaan ini. Haruskah aku meminta persetujuannya terkait perekrutan manager umum pemasaran?”

“Bukan begitu maksudku.”

“Aku akan melapor kepadanya segera setelah kami selesai bernegosiasi. Jangan cemas dan bereskan urusanmu sendiri.”

“Apa kabar Kang Mi Ri?”

“Dia baik-baik saja. Serta dia akan segera melupakan ini. Kamu boleh pergi sekarang.”

****

Di kantor, Pak Park berencana akan mengundurkan diri karena sering mengerjai Tae Joo. Lalu tbtb Tae Joo berkunjung ke bagian pemasaran.

“Apa kabar, semua? Sebelum rapat umum besok. Aku harus kemari dan menyapa kalian.”

“Selamat datang. Kamilah yang seharunya menyapa anda.”

“Aku sungguh minta maaf karena sudah membuat kalian terkejut. Aku minta maaf karena tidak bilang apa-apa soal aku kepada kalian. Itu rahasia perusahaan dan aku tidak bisa mengungkapkan apa pun.”

“Tentu saja kami paham. kami paham segalanya, Direktur Han.”

“Aku masih Han Tae Joo yang sama dan anak baru yang butuh banyak belajar. Aku tahu situasi ini agak tidak nyaman dan ada banyak tekanan dalam diri kalian. Tapi kalian bisa memperlakukanku seperti sebelumnya. Aku akan sangat berterima kasih.”

Par Park berkata. “Aigooo… Direktur. Jangan cemas. Kami selalu ada di belakang anda.”

“Aku punya banyak kenangan bersamamu Pak Park. Kuharap kamu akan terus membantu.”

Tae Joo pun melihat kursi Mi Ri yang kosong.

Lanjut ke bagian 2 yaa…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *