Sinopsis Mother of Mine Episode 44 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 44 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... terima kasih.

Emak membangunkan Mi Ri, “Kamu sungguh akan begini dan membuat Ibu jengkel? Sampai kapan kamu akan berbaring di situ? Kamu lebih baik dari ini. Jika promosimu ditolak. Kamu bisa cari perusahaan lain. Kamu bisa cukup sukses di perusahaan baru. Apa salahnya? Dan lebih baik jika kamu bekerja di perusahaan yang berbeda dengan ibumu. Kamu ingin lihat ibumu di tempat kerja? Kamu tidak tahu hati ibumu sedingin itu? Karena itu kamu merasa sedih dan berbaring seharian?”

Mi Ri akhirnya bangun. “Ibu menerima telepon dari wanita itu?”

“Bagaimanapun juga dia tetap ibumu. Bisa-bisanya kamu sebut dia wanita itu? Begitukah cara ibu membesarkanmu?”

“Pokoknya, jangan pernah singgung dia di hadapanku. Benar, aku berhenti karena wanita itu. Dia sangat cemas orang lain tahu bahwa aku putrinya. Dan dia telah membesar-besarkan ini. Jadi, jangan pernah mengungkit wanita itu lagi. Aku tidak akan pernah menemui wanita itu sampai aku mati.”

“Mi Ri yaaa…”

“Aku tidak akan pernah menemuinya!!!”

***

Sementara itu pada malam hari, Tae Joo memandang kedai Emak Mi Ri dan hanya terdiam.

***

“Apa maksudmu? Kamu akan sepenuhnya mempertimbangkan lagi negoisasi dengan Wang Wei?” Tuan Han berteriak pada In Seok.

“Negoisasi dengan Wang Wei yang anda lakukan bermanfaat untuk perusahaan dalam jangka pendek. Tapi untuk jangka panjang dan jangka sedang, itu akan membahayakan kita.”

“Maksudmu aku menyetujui negosiasinya tanpa mempertimbangkannya?”

“Anda sangat penuh pertimbangan, Tuan Han. Tapi anda cenderung kurang sabar.”

“Apa? Cenderung apa?”

“Seringkali kita menghasilkan keuntungan, tapi kita tidak bisa mengabaikan saat merugi. Bicara soal Ibu Kang karena anda menekan dia, dia pasti terpaksa untuk meneruskan. Tapi kupikir negoisasi ini harus dipertimbangkan lagi.”

“TUTUPPPP LAMBEMU!!!!! Kamu pikir siapa yang sedang kamu ajari?”

“Pak Pimpinan.”

“Aku dengan murah hati memberikan kesempatan kepada seorang penyiar untuk menjadi CEO. Beraninya kamu!!! Bu Jeon, kamu seharusnya menjadi aktris. Bukan penyiar.”

“Apa maksud anda?”

“Tidak ada seorang pun yang menyembunyikan niat lebih baik darimu dan memakai topeng. Tim pemasaran harus bekerja sebagai tangan kanan Tae Joo. Dan kamu akan menempatkan pengikutmu yang lemah? Seperti kamu berusaha menempatkan putri Grup Sungil di samping Tae Joo?”

“Itu sepenuhnya tidak benar.”

“Pimpinan Park dari Grup Sungil belum minta maaf kepadaku setelah investigasi kejaksaan itu. Dan beraninya kamu menempelkan putri bedebah itu pada Tae Joo tanpa bicara denganku? Kukira maksudku sudah jelas waktu itu. Terkadang orang miskin yang cerdas bisa lebih berguna daripada orang kaya yang sombong.”

“Tae Joo membutuhkan latar belakang yang bisa diandalkan.”

“Yang berarti Grup Hansung tidak cukup untuk menjadi latar belakangnya yang bisa diandalkan?”

“Anda mengenal karakter Tae Joo dengan baik. Dia tidak memandang ke atas, melainkan ke bawah. Orang-orang akan memanfaatkannya atas hal ini.” In Sook tetap busuk sih di mata saya. “Tea Joo akan menjadi mangsa. Dia butuh orang yang bisa membantunya.”

“Kamu nampaknya masih menganggapnya sebagai anak dalam pelukanmu. Camkan ini….Tae Joo dan kamu sama sekali tidak sedarah. Kalian berdua tidak berkerabat. Mengerti? Dan cara Tae Joo bertingkah belakangan ini sama sekali tidak mencemaskanku. Lagi pula, dia keturunanku. Dia akan menjadi seperti aku.”

“Pak Pimpinan….”

“Jadi jangan ikut campur dan harus tahu diri. Alasan aku menempelkan penyiar sepertimu sebagai CEO dalam perusahaanku karena kamu tahu diri dan terus tahu diri. Tapi kamu sering bertingkah belakangan ini! Lebih baik kamu hati-hati. Kenapa? Aku tidak pernah membesarkan anjing yang menggigit pemiliknya tidak peduli betapa cantiknya dia.” Njirrrrrr In Seok dianggap anjing sama Tuan Han.

Lanjut ke bagian 2 yaaa… klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *