Sinopsis Mother of Mine Episode 44 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 44 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... terima kasih.

In Sook pulang dengan bersedih. Ia masuk mobilnya sambil menangis.

Kemudian kilas balik dahulu saat ia bicara dengan Tuan Han.

“Kamu Jeon In Sook itu yang ingin menikahi adikku Sung Soo?”

“Ya.”

“Kamu tampak lebih cantik dilihat langsung daripada di TV. Tapi kenapa kamu ingin menikahi Sung Soo? Jika karena uang, jadi simpanannya saja. Aku bisa menjaminkan sejumlah besar imbalan untuk itu.”

“Pak Pimpinan.”

Kilas balik berakhir.

****

Dengan membawa bunga dan arak. In Sook pergi ke pinggir sungai. Ingatannya kembali saat menaburkan abu mendiang suaminya. Ayah dari Mi Ri.

In Sook berkata. “Aku tahu kamu sama sekali tidak suka melihatku. Aku menelantarkan putrimu dan menikah lagi.jadi, pasti tidak menyenangkan melihatku mengunjungimu tiap tahun. Jangan cemas. Ini bukan karena aku merindukanmu. Juga bukan karena aku mencintaimu. Aku datang kemari untuk membencimu. Untuk mengutuk dan menangis. Kamu bedebah yang keterlaluan. Kamu sangat jahat. Seharusnya kamu meninggalkanku saat aku tergila-gila mencari uang. Lantas aku akan hidup sebagai monster sejak awal. Katamu kamu mencintaiku dan menjadikan aku putri buruk yang meninggalkan keluargaku demi menikahimu. Jadi, kenapa kamu mati begitu cepat? Kenapa kamu menjadikanku ibu yang buruk yang meninggalkan putrinya?”

***

Mi Ri dan Emak di rumah sedang membuat makanan untuk peringatan upacara kematian.

“Apa ibu pernah bilang ayahku seorang teknisi suara?”

“Ya. Dia memberitahu ibu seperti apa pekerjaannya. Tapi tetap sulit dimengerti. Dia pernah bekerja di stasiun penyiaran. Jadi, ibu harus akui dia hebat. Ohh yaaa… telepon Mi Sun juga kapan dia akan datang.”

***

Seperti seorang pencuri, Jin Soo mengambil mainannya yang ia titipkan di ruang pos satpam. Jin Soo pun menyembunyikannya dengan terpal di suatu lahan.

“Aku gelisah.” Dan ditemukanlah papan bertuliskan jangan sentuh barang-barang konstruksi. Jin Soo pun menaruh papan tersebut.

“Tidak akan ada yang menyentuh barangku lagi.”

***

Emak menelepon In Sook. “Kamu di mana? Sedang apa?”

“Kenapa? Apa sesuatu terjadi pada Seung Yeon?”

“Hari ini suamimu…maksudku, hari peringatan kematian ayah Mi Ri. Kamu tahu? Kami mengadakan upacara peringatan untuk dia, jadi, datanglah. Dan berbaikanlah dengan Seung Yeon juga. Kalian berdua adalah ibu dan anak. tidak baik jika tidak akur. Datanglah.”

In Sook sudah menangis di mobilnya.

****

Mi Hye membawa rantang dan mendatangi Woo Jin.

“Kenapa? Kamu kemari untuk makan malamku lagi?”

“Ini tidak banyak. Aku sudah memberitahumu keluargaku mengadakan upacara peringatan hari ini. Aku mengemas beberapa panekuk sisa untukmu. Aku tahu kamu tidak banyak makan. Jadi, aku tidak mengemas banyak.”

“Begitukah?”

“Apakah kamu tidak suka panekuk? Terlalu berminyak untukmu?”

“Tidak. Aku suka. Aku jarang makan panekuk.”

Sumpahhh deehhh… Mi Hye perhatian banget. Dan emang sihhh… Woo Jin di sini emang puaaling guaanteng. Mi Hye bahkan membukakan sumpit untuk Woo Jin.

Tapi saat makanan itu dibuka. Woo Jin malah terdiam.

“Ada masalah?” Tanya Mi Hye.

“Aku ingat saat usiaku 10 tahun. Orangtuaku bercerai. Dan aku pergi ke AS dengan ibuku. Tidak lama kemudian, dia menikahi pria amerika. Jadi, aku tidak banyak merasakan kebudayaan korea seperti panekuk atau upacara peringatan.”

“Begitu ya?”

“aku tidak ingin menyinggung itu, karena bukan kisah yang menyenangkan. Tapi hari ini, kamu membuatku menceritakan rahasiaku sendiri. Bagaimanapun juga, terima kasih. Terima kasih untuk makanannya.”

Lanjut ke bagian 3 yaa… klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *