Sinopsis Mother of Mine Episode 44 Part 3

Sinopsis Mother of Mine Episode 44 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih.

Jae Bom kembali ke tempat Woo Jin dan ia mendengar suara Mi Hye dan Woo Jin di lantai atas. Jae Bom mengintip kemudian pergi lagi.

***

Paman berkata pada Emak. “Noonim, upacara peringatan sudah berakhir. Kenapa kakak masih di sini? Gantilah pakaian kakak. Kakak menunggu seseorang? Mi Hye sudah lama pergi. Tapi kenapa dia tidak pulang juga?”

Kemudian paman melihat In Sook ada di luar.

***

Di depan kedai. Tae Joo menemui Mi Ri.

“Sunbae…tunggu sebentar. Dengarkan aku.”

“Tidak ada yang perlu dikatakan. Lepas.”

“Sunbae tolong. Karir yang telah kamu bangun. Kamu akan menyerah karena aku? Jika kamu berhenti karena hubungan kita. Maka aku akan menyerah. Aku akan melepaskanmu.”

“Jangan bicara omong kosong.”

“Aku akan melepasmu. Kembalilah ke tempat asalmu. Kamu ingin mendaki lebih tinggi dari siapapun. Kamu ingin sukses. Jadi, tolong kembalilah.”

“Dengarkan baik-baik. Ya, kamu benar.aku ingin mendaki lebih tinggi daripada siapapun dan sukses. Tapi bukan bekerja di bawahmu. Atau sebagai kolegamu. Jadi, pergilah.

***

In Sook ada bersama Emak. “Membungkuklah sebelum meminumnya.” Ucap Emak.

“Kenapa aku harus membungkuk? Aku akan minum lagi saja.”

Kemudian Mi Ri pun masuk.

“Berani sekali kamu datang ke sini!” Teriak Mi Ri.

“Aku tidak datang karena ingin. Ibumu meneleponku.”

“Diamlah. Kita tidak bisa terus begini.” Ucap Emak. “Kita hasus bicara dan membereskannya.”

“Tidak ada yang ingin kukatakan atau kubereskan dengannya. Suruh dia pergi, buatkah dia pergi.”

“Aku bukan datang kemari untukmu. Aku akan pergi sebelum diusir.” Ucap In Sook. “Tidak usah marah begitu. Kakak ipar…” In Sook memberikan amplop.

“Apa itu?”

“untuk semua upacara peringatan yang kakak adakan tanpa diriku. Kupikir kakak akan meneruskannya. Jadi, kutambahkan sedikit.”

“Lihat… perempuan ini seperti ini. Untuk apa ibu mengundang dia kemari?”

“Bisa diam tidak? Siapa yang mengajarimu sopan santun?” Tanya In Sook. “Apa kakak ipar mengajarinya seperti ini? Kakak bilang tidak masalah mengucapkan kata-kata kasar di depan orang tuanya?”

In Sook pun diseret oleh Mi Ri.

“Aku akan pergi meski kamu memintaku tetap di sini.”

“Anda menghitung segalanya dengan uang? Kami tidak demikian.anda pikir semua orang keranjingan uang seperti anda?”

“Kamu pikir kamu tahu segalanya tentang dunia ini? Hanya kamu yang baik, hanya kamu yang benar dan hanya kamu yang diperlakukan tidak adil. Kamu pikir kamu benar? Tidak sama sekali. Kupikir kamu bodoh.”

Kemudian Emak keluar….

“Kakak ipar. Ambil uangnya. Kakak tahu benar bagaimana aku bertahan setelah ayahnya mati. Bagaimana kakak bertahan setelah suami kakak mati?”

“Kami tidak akan hidup seperti anda. Jadi pergilah. Jangan datang lagi.” Mi Ri pun berteriak.

“Kamu pikir kamu tidak keranjingan uang sepertiku? Salah. Mereka semua hidup untuk uang. Karena harga diri yang dangkal, mereka berpura-pura tidak demikian, tapi mereka tidak bisa hidup tanpa uang. Aku menelantarkanmu demi uang. Ibumu, Park Sun Ja? Dia membesarkanmu karena uang. Kamu paham itu? Jika ibumu sangat miskin dan tidak punya uang untuk menyajikan makanan di meja. Apa dia akan membesarkanmu? Tidak. Dia tidak akan pernah begitu. Dia membesarkanmu karena mampu! Aku tidak mampu membesarkanmu. Karena itu tidak aku lakukan.”

“Jangan bebohong. Jangan membenarkan diri sendiri. Mereka yang lebih miskin tidak membuang anak mereka. Mereka hidup lebih terhormat.”

“Kita tidak usah bertemu lagi.” Ucap In Sook.

Dan Emak kini bicara. “Yak…. bisa-bisanya kamu begitu sebagai ibunya?”

Lanjut ke bagian 4 yaa…. klik di sini,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *