Sinopsis Mother of Mine Episode 46 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 46 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. Terima kasih… huhuhueeueuueueueue……. terima kasih sudah menanti! Di episode ini saya rangkum dan buat adegan pentingnya aja ya.

Emak dan Mi Sun membicarakan Mi Ri dan Jeon In Sook yang lebih nampak musuh bebuyutan di bandingkan ibu dan anak. saat mereka mengobrol. Mi Sun mengatakan bahwa ia akan menggunakan jasa pengasuh untuk Da Bin.

Saat Mi Hye pulang. Ia memberikan hadiah pada Emak dari Woo Jin *belum tahu apa bingkisannya.

Sementara itu Mi Hye masih galau tentang Jae Bum.

***

Mi Sun kembali menjemput Da Bin di rumah mertuanya.

“Mi Sun kamu bicara apa? Kamu sungguh mencari pengasuh?” Tanya nenek.

“Apa kamu tidak suka terhadap Ibu?”

“Hentikan… jangan mendesak orang seperti itu.” Ucap kakek.

“Kurasa selama ini aku tidak pengertian. Aku tidak mempertimbangkan keadaan ayah dan ibu mertua selama ini. aku berfokus pada situasiku dari sudut pandangku.”

“Begitulah orangtua. Hati orang tua sedih saat melihat anaknya menderita.”

“Jadi kami akan menyewa pengasuh kali ini. jadi, kali ini ibu bisa santai.”

****

Da Bin bicara dengan ibunya.

“Da Bin apa ada masalah jika kamu diasuh oleh ahjumma? Maafkan ibu terus mengganti orang.”

“Tidak apa-apa. Teman-temanku bilang cepat atau lambat aku akan diurus ahjumma pengasuh. Pertama, ibunya ibumu. Lalu ibunya ayahmu, kemudian pengasuh.”

“Ibu tidak percaya anak-anak membahas hal ini.”

“Kenapa? Kamu juga membahas orang dewasa. Tapi omma, kenapa ayah tidak pulang?”

***

Jin Soo sibuk dengan mainan dan sepedanya yang nggak tahu mau dibawa ke mana lagi. Dan yang dilakukan malah sepedahan di sungai han.

***

Eehh emak malah nanya pada Mi Hye apakah Mi Hye bisa mengasuh Da Bin bersamanya. Dan menanyakan Jae Bum yang nggak main padahal biasanya datang tiap hari.

Ditanya begini… Mi Hye drama sekali dan malah menangis.

****

In Sook datang ke apartemen studio Mi Ri dan memukuli anaknya kayak Emak.

“Kenapa kamu tidak mendengatkan Ibu? Kesepakatan macam apa yang kamu buat dengan pimpinan?”

“Kenapa anda ingin tahu?”

“Kamu tidak boleh besepakat dengan Pimpinan. Dia bukan pria tua biasa. Dia bukan seseorang yang bisa kamu hadapi.”

“Kenapa? Aku boleh berbuat semauku. Kenapa tidak boleh? Aku bekerja di sana lebih lama dari anda. Anda mungkin mencapai posisi anda dengan menjadi selingkuhan. Tapi aku masuk dan naik sendiri. Aku lebih baik dari anda dari segala sisi bukan kebalikannya.”

“Baik. Kamu terluka. Kamu marah. Ibu menerima semuanya. Ibu sungguh minta maaf. Tapi kamu tidak boleh bersepakat dengan pimpinan apa pun yang terjadi.”

“Aku bukan anak-anak. aku paham benar dia seperti apa.”

“Tidak. Kamu belum paham. kamu tidak tahu apa-apa. Dia tidak menghubungimu karena kamu berkemampuan. Itu karena aku. Dia memanfaatmu untuk mengawasi ibu. Pion yang dia bawa masuk untuk dia campaakkan ketika ingin adalah putri Jeon In Sook? Serta putrinya itu mengencani putranya? Apa yang dipikirkan pria tua licik itu? Dia akan berpikir kita ini datang mengambil perusahanannya. Ibu menahan diri sekarang. Tapi mungkin hanya masalah waktu sampai dia tahu soal kita.”

“Lantas anda saja yang pergi.”

“Kamu kira posisi ibu sehabat itu?”

“Anda mencampakkan anak anda. Keluarga anda. Tentu tampak hebat!”

“Kamu jangan gila. Dewasalah!!!” kemudian Mi Ri dipukul lagi.

“Jangan pukul aku. Siapa anda sampai boleh memukulku. Aku harus dewasa? Aku sudah dewasa saat anda mencampakkanku. Kami sangat miskin. Kondisi kamu bahkan memburuk setelah ayah meninggal. Kamu kira mudah bagi keluarga miskin untuk membesarkan anak angkat? Aku mati-matian belajar dan bekerja.” *asemmmm saya nangis di bagian ini. “Aku mati-matian menabung. Begitulah aku bisa sampai di sini. Beraninya anda memintaku untuk berhenti? Akan kuberi tahu sekali lagi. Aku akan tetap di sini. Aku tidak akan berhenti. Kenapa?karena aku menginginkan yang anda miliki. Betapa hebatnya sampai membuat anda demikan!!”

Pertengkaran berakhir. In Sook keluar. Ia menahan tangisnya.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *