Sinopsis Mother of Mine Episode 46 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 46 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih sudah membaca.

Kita masuk ke pembicaraan Tae Joo dan ayahnya. “Apa egomu hancur sebab ayah berhasil membuat bu kang kembali sementara kamu gagal?”

“Apa yang ayah lakukan terhadapnya?”

“Kamu kira ayahmu ini preman? Ayah tidak melakukan apapun. Ayah memintanya kembali dan dia menolak. Jadi, ayah bertanya apa yang dia inginkan. Bukankah seorang pimpinan harus menanyakan itu? Tae Joo, apa kamu tahu apa yang dia inginkan? Biar ayah tanya ini dulu. Apa pendapatmu tentang Kang Mi Ri? Hanya wanita cantik? Atau wanita yang mumpuni?”

“Aku tidak peduli dia bagaimana. Dia hanya seseorang yang aku cintai.”

“Dasar pria naif bodoh. Kang Mi Ri memanggilny Direktur Han di hadapanku. Tanpa berkedip. Kamu dahulu pacarnya. Dia tidak bilang apapun?”

“Jadi apa yang Mi Ri inginkan?”

“Posisi yang kini dipegang oleh Jeon In Sook.”

“Apa?”

“Posisi CEO Hansung Apparel. Itu yang Kang Mi Ri inginkan. Dia akan mendukungmu sampai kamu dipindahkan ke kantor pusat Hansung. Sebagai gantinya, dia menginginkan posisi itu. Dia benar-benar bernyali. Dia tahu cara bersepakat.”

“Bagaimana dengan Ibu? Apakah dia tahu?”

“ayah tidak bodoh. Tentu saja dia tidak boleh tahu. Orang bodoh sepertimu tidak akan bisa ke mana-mana di Grup Hansung jika orangtuamu hanya pemilik resto. Naga yang dilahirkan di parit tidak bisa terbang sendiri. Naga itu harus menggapai tali yang menuntunya ke langit agar bisa mencapai cakrawala. Bu kang memilih ayah menjadi tali itu. Setelah dua tahun jadilah pimpinan dan berhentilah main-main.”

***

Emak di rumahnya membuka hadiah dari Woo Jin dan sangat senang.

Mi Hye pun diinterogasi. Ternyata hadiah itu untuk Emak karena dikiran Emaklah yang mengirimkan banyak makanan untuk Woo Jin. Yhaaa padahal Mi Hye sendiri yang ngirim. Wkwkwk.

Mi Hye juga pamit untuk menengok Jae Bum yang sakit.

****

Mi Hye menjenguk jae bum. “Makanlah bubur ini. di mana sendok? Apa di dapur?” Mi Hye bahkan menyuapi Jae Bum.

“mi hye, kenapa kamu seperti ini?”

“lantas, kenapa kamu seperti ini? kamu tidak bisa sakit. Kenapa tbtb sakit?”

“Aku hanya tidak enak badan.”

“Kamu pikir aku tidak mengenalmu? Kamu sakit hanya saat aku putus denganmu. Kamu hanya sakit karenaku.”

“Aku sakit saja. Bukan karenamu. Aku butuh istirahat. Pergilah.”

“Kamu orang terbaik dan teman terbaik dalam hidupku.” Mi Hye manangis.

“Lalu?”

“Lalu hanya itu. Jae Bum aku tidak menyukaimu sebagai seorang pria. Maaf Jae Bum.”

Dua-duanya menangis mengharukan. Saya juga pengen nangis.

***

“Apa?” Tanya Woo Jin kaget pada Peter.

“Oleh karenanya, Hyung, kamu harus berhati-hati. Ada apa denganmu?”

“Apa salahku?”

“Kamu terlalu baik pada Mi Hye. Kamu tidak pernah melakukan itu kepada siapapun.”

“Itu tidak benar.”

“Aku yakin itu. Apa kamu tertarik padanya?”

“Yak… dia hanya anak-anak. bagaimana bisa kamu bilang begitu? Dia tujuh tahun lebih muda dariku. Dia masih kecil sepertia seorang adik. Bagaimana kamu berpikir seperti itu?”

“Aku tidak membayangkan yang aneh-aneh. Mi Hye menyukaimu. Aku yakin dia menyukaimu sebagai pria.”

***

Tae Joo menemui Mi Ri depan kediamannya.

“Risi melihatmu menemuiku seperti ini.” Ucap Mi Ri.

“Aku kemari untuk menanyakan satu hal.”

“Tolong pergi. Aku akan menemuimu di kantor.”

“Kudengar kamu bersepakat dengan ayahku. Aku juga sudah dengar apa maumu. Lantas, apa maumu dariku?”

“Apa mauku darimu?”

“Ya.”

“ada satu hal. Tetaplah menjadi bos yang baik seperti sekarang. Sampai kamu dipindahkan ke kantor pusat, aku akan berusaha yang terbaik untuk membantumu. Tolong pergi sekarang.”

“Lalu, apa artinya aku bagimu? Katakan padaku.”

“kuras aku baru saja memberikan jawaban. Direktur Han.”

“Baik. Aku paham. aku tidak akan menemuimu lagi, Bu Kang.”

Haahhhh marahan… pundungan.

Bersambung… klik di sini episode berikutnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *