Sinopsis Mother of Mine Episode 50

Sinopsis Mother of Mine Episode 50  – Episode sebelumnya kamu bisa baca di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini... haedehhhh drama ini benar-benar ketinggalan nih buat sinopsisnya. Hahah… saat tulisan ini dibuat aja sudah sampai 72 cobaa… ampun dah. Hahah..

Kakek bersedih. Sementara itu anaknya Jin Soo menyewa sebuah penginapan jangka panjang untuk bisa bermain dan menyimpan mainannya. Koplak sekali.

***

Mi Ri pulang ke apartemen studionya, melihat makanan sudah terisi di kulkas dan keadaan rumah sudah sangat bersih. Mi Ri pun mendapatkan memo dari ibunya, Mi Ri terharu dan menangis.

Namun wajahnya berubah menjadi dingin ketika In Sook menelepon dan memintanya datang ke rumahnya.

****

Mi Ri tidak bisa menolak. Ia datang ke rumah In Sook yang sedang minum-minum. In Sook berkata ia meminta Mi Ri datang kerena dia sangat kesepian. Tidak ada yang diajaknya bicara dan tempat tujuan.

“Kamu ingat wajah ayahmu?”

“Tidak.”

“Kamu mirip sekali dengan ayahmu. Dia sempurna. Dia pria yang baik. Kecuali fakta bahwa dia meninggal terlalu dini.”

“Anda seharusnya mengencani Han Sung Soo sejak awal. Alih-alih bersama ayahku.”

“Saat itu aku masih muda dan bodoh. Di kehidupan berikutnya, aku tidak akan bertemu dengan ayahmu.”

In Sook mabuk sambil menangis. Ia meminta Mi Ri yang dingin menemaninya untuk minum.

***

Kali ini, Woo Jin makin ganteng aja guys. Dia mengganti potongan rambutnya… ampunn dah. Bahkan Mi Hye jadi gagal fokus saat memberinya makanan dari Emak.

***

Jae Bum sudah datang lagi ke kantor Woo Jin. Ia nampak lebih baik. Tentu saja, ia malah sangat terintimidasi dengan penampilan baru Woo Jin yang nampak tambah guanteng aja.

Padahal dengan susah payah, atas bantuan nasihat Peter, Jae Bum mulai sedikit memikirkan penampilannya.

Saat rapat, Woo Jin mengumumkan bahwa Hee Jin adalah orang yang akan membuat desai buku dari Bang Jae Bum dan Kang Mi Hye. *keknya sih mantan istrinya itu guys. Soalnya dese ada di amerika gitu.

Rapat hanya sebentar karena Woo Jin segera pergi untuk rapat.

Karena penasaran. Jae Bum bertanya. “Siapa Hee Jin?”

“Mantan istrinya Woo Jin.” Ewwoohhh sudah kudagu.

“Pak Kim sudah menikah?”

“Bukan hanya menikah. Dia juga sudah bercerai. Hee Jin adalah cinta pertamanya saat SMA, mereka menikah saat di universitas dan berpisah selama 5 tahun. Intinya, Hee Jin memberi Woo Jin segala macam luka dan sakit hati yang diberikan wanita pada seorang pria. Ahhh tapi kini dia mau bekerja dengan Hee Jin lagi. Entah apa yang dia pikirkan.”

Mi Hye diam saja mendengar ucapan peter.

***

Hubungan nenek Mi Ok dan kakek makin kacau karena nenek membuang buku kakek dan mengatakan ruang kerjanya seperti kandang babi. Kakek malah ngatain nenek seperti iblis.

Di saat galau, teman bicara yang mau mendengarkan kakek hanya ahjumma apoteker saja. Saat mereka bicara dan rebutan siapa yang akan membuka botol obat, nenek Mi Ok pun datang.

****

Tae Joo bertemu dengan Mi Ri saat mereka berolahraga. Mereka mengobrol dan Tae Joo lebih banyak bicara dibandingkan dengan Mi Ri yang nampak terlihat enggan.

Biasa, cowok lagi pepet terus.

Gombalannya adalah… “Sunbae, aku lebih suka rambut panjangmu. Tapi kamu masih tetap cantik. Karena rambut akan tetap tumbuh, jadi aku akan disimu saat rambumu tumbuh.”

Eaaakk…

Kalau diginin terus dan memang masih saling suka. Maka akan balikan. Hahaha…

***

Tae Joo pulang dan mengobrol dengan ayahnya. Tae Joo cerita bahwa dia sedang mencoba produk baru *baju yang dia pakai bersama Mi Ri. Ayah melarangnya pergi dengan Mi Ri,

“Ada satu kabar remeh saja di keluarga konglomerat. Bisa menjadi kepala berita di koran. Itulah korea. Kamu tahu itu? Karena kini kamu sedang dilatih untuk menjadi penerus ayah, tiap gerak-gerikmu akan menarik perhatian publik. Terus kamu makan dengan Mi Ri dan minum kopi?”’

“Ayah memata-mataiku?”

“Rumor bisa menyebar hanya dalam semalam. Selain itu, ada apa dengannya? Dia seharusnya fokus bekerja saja.”

Tae Joo bahkan mengancam ayahnya untuk menepati janjinya pada Mi Ri. Tae Joo juga mengatakan bahwa dia bisa saja membuat masalah yang besar jika ayahnya ngomel terus.

***

Masih di pagi yang sama. Mi Ri mendatangi In Sook.

“Fakta bahwa aku adalah putrimu, beritahu mereka. Kita harus memberitahu mereka.”

“Tidak.”

“Tidak dengan pimpinan. Tapi setidaknya aku harus memberitahu Tae Joo.”

“Apa kamu sudah gila?”

“Jika tidak begitu, akan sulit bagiku untuk menolak atau putus dengannya. Aku harus bilang bahwa aku adalah putrimu.”

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *