Sinopsis Mother of Mine Episode 51

Sinopsis Mother of Mine Episode 51 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys, terima kasih dan selamat membaca buat kalian. Episode ini hanya rangkuman saya ja guys, dialognya bagian yang penting aja.

“Tae Joo mau menikahiku. Aku tidak mau melukainya dengan beralasan lain lagi. Aku akan memberi tahu yang sebenarnya. Aku di sini untuk memberitahu anda lebih dahulu.”

“Tidak. Kamu tidak boleh melakukannya,”

“Merahasiakan ini tidak akan bertahan lama. Satu atau dua tahun. Atau jangan-jangan anda ingin merahasiakan ini selamanya. Apa yang anda takuti? Ada punya uang dan jabatan.”

“Perhatikan ucapanmu. Kamu tidak tahu tentang kehidupanku.”

“Tidak ada yang akan merampas uang dan jabatanmu.”

“Jika orang tahu aku dan kamu ibu dan anak. maka tamatlah riwayat kita berdua. Ibu dan para saudaramu juga.”

“Itu tidak akan terjadi. Tae Ju bukan orang seperti itu.”

In Sook masih dengan keputusannya yang tidak ingin tahu orang lain tahu bahwa dirinya adalah Ibu dari Mi Ri.

****

Di kantor, Tae Joo bahkan terang-teranggan menggandengan tangan Mi Ri. Rumor mulai tersebar di kantor.

***

Jin Soo justru lebih parah. Karena sudah dapat penginapan. Ia malah membeli mainan baru lagi yang tentu saja mahal harganya.

*Semoga kita semua dijauhkan dari suami model begini.

Ehhh orang tuanya sendiri terus bertengkar karena nenek Mi Ok mencurigai hubungan Ahjumma apoteker dengan suaminya.

***

Tae Joo minum dan makan bersama Pak Park hingga Tae Joo berkata. “Aku menyukai Kang Mi Ri, kamu harus menjaganya.”

“Jadi rumor itu benar?” Pak Park sampe keselek kopi.

“Kamu nampak amat tekejut. Ya. Kamu mungkin sudah menyadarinya. Aku kini mengencani Kang Mi Ri.”

“Sejak kapan?”

“Sudah cukup lama.”

“Jadi di sungai Han. Di tenda itu…”

“Ya. Itu dia.”

“Yak…. Han Tae Joo kamu sungguh!!!”

“Btw, aku membutuhkan bantuanmu. Tolong jangan benci aku walau aku sering ke ruangan kalian. Aku ingin menikahi Kang Mi Ri.”

“apa? Menikah?”

“Ya. Kami akan menikah.”

****

Mi Ri menemui Pimpinan.

“Apa kamu merencanakan sesuatu belakangan ini?” Tanya Pimpinan.

“apa maksud anda?”

“Alih-alih menjadi CEO Hansung Apparel. Apa kamu menginginkan hal lain? Tae Ju memang seperti itu. Tapi kenapa kamu seperti ini? kamu lebih dewasa dan berpengalaman darinya. Kenapa kamu masih bergaul dengan Tae Ju seperti itu? Apa kamu merencanakan hal lain? Kenapa? Bukannya bekerja membanting tulang, kamu mau memusatkan hidupmu di pria?”

“Aku tidak pernah berpikir seperti itu.”

“Kenapa? Kamu merasa akan lebih mudah menjadi menantu keluarga daripada CEO?”

“Maaf. Tapi aku bahkan tidak berniat untuk menjadi menantu anda.”

“Lalu?”

“Aku menyukai Direktur Han, karena tidak tahu soal latar belakang keluarganya. Tapi sekarang tidak. Aku amat terluka dan tidak nyaman. Aku bahkan berhak mendapatkan ucapaan maaf.”

“Jadi, kamu sudah tidak menyukai Tae Joo? Begitu?”

“Sejujurnya. Aku tidak bisa bilang kepada anda bahwa aku sudah melupakannya. Ini bukan lelucon. Tapi aku berusaha melupakan ini.”

“Kenapa kamu berkaca-kaca? Kukira aku tidak tahu keinginan perempuan sepertimu? Kamu hanya berpura-pura bodoh.”

Keduanya marah. Sama-sama marah. Mi Ri bahkan membantah dan menyela. Ia bahkan mengingatkan agar Pimpinan memenuhi janjinya.

Setelah Mi Ri keluar. Pimpinan minta agar menyelidiki latar belakang Mi Ri sekali lagi.

***

Mi Hye di rumahnya uring-uringan karena patah hati. Ia tidak mau berangkat kerja.

***

“Mi Hye sakit, jadi dia tidak berangkat hari ini.” Ucap Peter pada Woo Jin.

“Begitukah? Lantas, biarkan dia istirahat.”

“hanya itu yang bisa kamu bilang?”

“Apalagi yang bisa kubilang?”

“Lupakan saja, apa yang kuharapkan darimu?”

Beda banget dengan Bange Jae Bum yang langsung ngacir ketika dapat berita Mi Hye sakit. Peter bahkan tidak bisa mencegah Bang Jae Bum pergi.

****

“Ada apa denganmu? Kenapa kamu tbtb menghubungi Hee Jin? Kamu sungguh mau bekerja dengan Hee Jin? Kamu membenci wanita itu. Kenapa tbtb meneleponnya?”

“Dia kompeten.”

“Hyung…”

“Hanya dengan begitu Mi Hye yang sakit bisa fokus. Menyukai seseorang sepertiku akan merugikan anak itu.”

“Anak itu?”

“Ya. Aku menganggapnya anak-anak. dia amat naif. Dia tidak bisa menilai pria. Itu membuatku kesal. Itu sebabnya aku keras kepadanya.”

“Kenapa kamu bilang begitu? Kamu tidak jelek.”

“Aku seorang duda tua. Aku juga merepotkan. Aku orang gagal. Aku tidak cukup baik untuk kencan dengan putri bungsu seseorang.”

“Tapi dia bukan anak-anak. usianya sudah lebih dari 30 tahun.”

“Mi Hye hanya tahu tentang keluarganya dan menulis. Serta lelaki yang dia kenal adalah Bang Jae Bum. Seiring berjalannya waktu, dia akan menyadari bahwa dia bingung soal perasanannya kepadaku. Aku sebaiknya mengakhiri ini. sebelum menjadi memalukan. Sudah lama dia tidak menulis. Jika terluka dan bersembunyi lagi, dia akan kehilangan kesempatannya. Ini bukan kesempatan yang datang pada Mi Hye setiap hari.”

“Astaga. Kamu sok tahu. Tapi kamu sungguh tidak masalah bekerja dengan Hee Jin?”

“Jika dia bisa membantu kita menerbitkan buku bagus.”

Bersambung…. klik di sini episode selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *