Sinopsis Mother of Mine Episode 52

Sinopsis Mother of Mine Episode 52 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... terima kasih sudah mengikuti sinopsis dimarihhhh….

Jae Bum langsung menemui Mi Hye di rumahnya. Kejadian kini mulai berbalik yaa…

“Aku merasa malu sampai tidak mau bekerja.” Mi Hye pun menangis. Lebay…. sama kayak dia di episode awal-awal. Lebay. “Aku bahkan sudah dicampakkan sebelum mengajak dia berkencan.” Sama saya juga begitu. “Aku malu sekali. Semua orang tahu aku menyukainya. Kecuali aku…Pak Kim membahas soal mantan istrinya untuk memperingatkanku. Aku malu akan diriku sendiri.”

Jae Bum pun menenangkan Mi Hye layaknya seorang sahabat.

***

Tbtb muncullah Tae Joo dengan membawa bunga ke kedai emak. “Omo… ada apa kamu kemari?”

“Haloo… omoniee…”

Saat Mi Ri datang beberapa saat kemudian. Ia langsung marah pada Tae Joo dan Emak malah marah dengan Mi Ri.

Mereka pun akhirnya bicara berdua. “Baiklah. Aku menyukaimu. Tapi justru karena itulah kita tidak bisa bersama.”

“Ini terdengar seperti kalimat dalam drama. Jika saling mencintai, kenapa tidak bisa bersama? Tidak masuk akal. Apa alasan sebenarnya? Ayahku?”

Mi Ri diam. Tae Joo senang setidaknya bukan karena dirinya. Eehh mereka baikkan coba. Gitu aja.

***

Mi Hye dan Jae Bum malah minum-minum bersama. Mi Hye mabuk, dan saat Jae Bum memasak mie, eehhh Mi Hye malah kabur.

***

Dengan kekuatan orang mabuk. Mi Hye mendatangi Woo Jin.

“kamu mabuk lagi”

“ya. Aku minum sedikit. Aku minum sedikit karena editorku sangat menyebalkan. Kenapa? Apa aku menyedihkan.”

“Semua orang akan bilang kamu nampak menyedihkan.”

“Kenapa kamu potong rambut? Menyebalkan sekali. Kamu tampan.”

“Bukankah aku sudah bilang soal keadaanku? Kenapa jika sudah dewasa kamu belum paham juga semua ucapanku?”

“Aku jauh-jauh datang kemari untuk membuat pengumuman. AKU MENYUKAIMU. Sebenarnya, amat sangat. Aku sangat menyukaimu.”

Mi Hye pun tidur di sofa dan membuat Woo Jin sangat kesal.

***

Jin Soo yang sangat tidak bertanggung jawab, selalu pergi dengan banyak alasan, bahkan di akhir pekan saat Mi Sun dan Da Bin bersih-bersih. Saat Da Bin ingin bermain dengan ayahnya, Jin Soo pun menolak.

Kejar-kejaran antara Mi Sun dan Jin Soo pun terjadi. Sampai Jin Soo menghilang dengan cara bersembunyi di rerumputan.

****

Hubungan nenek dan kakek Da Bin pun makin parah karena kakek membantu ahjumma apoteker mengangkat pot dan ketahuan nenek Da Bin.

***

Dan obrolan para Ibu Mi Ri pun terjadi.

“Sudahkah kamu menemui pacarnya Mi Ri?” Tanya Emak pada In Sook lewat telepon.

“Apa maksudmu?”

“Mi Ri punya pacar yang akan dia nikahi. Dia datang menemuiku kemarin. Tapi mereka terus bertengkar karena satu alasan. Aku ingin tanya apakah kamu tahu sesuatu?”

“Itu tidak akan terjadi. Yang kakak ipar pikirkan sekarang tidak akan pernah terjadi.”

“Kenapa kamu menyela perkataanku? Lantas, kenapa pacarnya menemuiku? Kemarin bukan pertama kali dia ke rumahku.”

“Kubilang tidak… Mi Ri tidak boleh menikahi pria itu. Jadi, jangan lakukan apa pun soal mereka dan jangan ikut campur.”

****

Pimpinan memberikan perintah pada In Sook. “Hentikan kartu kredit perempuan itu. Termasuk kk perusahaan yang ia pegang.”

“Baik.”

“Selain itu, minta Tae Ho untuk berhenti sekolah. Suruh dia kembali ke korea sesegera mungkin.”

Saat itu, Pimpinan nampak sedang memeriksa data diri Mi Ri. In Sook pun menyadari itu.

Pimpinan mengeluh. “Hidupku sulit sekali. Istri dan anak-anakku. Aku tidak menyukai mereka.”

***

Saat In Sook keluar ruangan Pimpinan, ia melihat Mi Ri akan masuk ke ruang Pimpinan. Mi Ri pun menghadap.

“Kamu… menikahlah dengan Tae Joo.”

“Pak Pimpinan…”

“Aku mau kamu menjadi menantuku. Aku suka dirimu. Kamu cakap. Nikahilah Tae Joo. Ini perintah.”

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *