Sinopsis Mother of Mine Episode 6 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 6 Part 1

Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaaa…

Mi Sun makan bersama rekan kerjanya. Rekan kerjanya berkata. “Lihat dirimu. Memangnya kamu dirampok? Ada apa?”

Dan berselang…. Mi Sun bicara apa yang terjadi (di dramanya emang di skip). Kemudian rekannya berkomentar. “Kamu sudah gila? Tapi dia ibumu sendiri???”

“Entahlah… aku hanya melihat putriku yang terluka dan aku mengamuk.”

“Aigooo… ini karena anak itu.  anak-anak membuat masalah di mana-mana. Telpon dia… tidak. Temui dia hari ini. berututlah dan minta maaf. Siapa yang kamu miliki selain Ibumu. Kamu tidak bisa menggila kepada semua orang di sekitarmu.”

Karena ngobrol masalah ini pun. Nona Seo dan Kang Mi Sun telat datang ke kantor dan managernya mengomel.

Pun Nona Seo malah ngomel ke atasannya. “Permisi Pak, istirahat makan siang kami bahkan belum selesai. Selain itu, apa masalahmu dengan kami?”

“Nona Seo. Kamu harus ingat tidak ada pekerjaan yang lebih baik dari di sini.”

“Aku ingat itu. tidak ada yang datang ke sini untuk melihat wajah bodohmu!!!” Mi Sun pun menarik Nona Seo duduk.

Sementara pegawai lainnya berkata. “Sunbae, bisakah kamu istirahat makan siang sekarang?”

“Tentu saja.” Ucap Mi Sun.

***

Woo Jin dengan setelan jasnya duduk di mobil dengan rangkaian bunga. Peter menelpon Woo Jin.

“Kamu di mana?” Tanya Peter.

“Aku di rumah abu ayah dan ibuku.”

“Bagaimana denganku? Aku menunggumu. Ini peringatan pertama kematiannya.” Ucap Peter yang sudah dengan setelan gantengnya.

“Aku ingin datang sendiri.”

“Hyung… baiiklah.”

“Aku tidak ingin kamu melihatku menangis. Kapan Pak Choi datang?”

“Nanti siang.”

“Bagus. Aku akan segera ke sana.”

***

Woo Jin masuk ke rumah abu. Sebelum masuk, ia mendengarkan seorang perempuan menangis dan berkata.

“Pak Kim… maafkan aku. Aku bahkan tidak tahu anda sudah meninggal. Aku sungguh minta maaf.” Woo Jin pun melihat Mi Hye menangis di sana. “Aku seharusnya datang lebih cepat. Aku tidak bisa menulis dan tidak bisa berpikir… aku mau datang untuk melihatmu. Aku seharusnya menelpon anda. Aku sungguh minta maaf.”

Mi Hye bicara sambil menangis. Mi Hye pun meletakkan fotonya bersama dengan Pak Kim. “Jaga dirimu. Aku akan sering datang. aku minta maaf dan menyayangi anda.”

Mi Hye pun meletakkan bunganya. Kemudian pergi. Woo Jin pun pura-pura tidak melihat Mi Hye. Ia hanya melihat punggung Mi Hye kemudian masuk ke ruang abu.

Woo Jin pun mengambil foto yang ditempelkan Mi Hye.

***

Mi Hye pergi ke toko buku. Ia bicara seorang diri. “Dengan kepergian Tuan Kim, ini pasti akhir bagi karirku.”

Saat Mi Hye melamun. kemudian toko sangat berisik karena fans yang berkumpul karena Jae Bum yang datang.

Dan entah kenapa Jae Bum menyapa Mi Hye. “Penulis Mi Hye…penulis Kang Mi Hye. Kenapa kamu kemari?”

“ada apa dengan bahasa formalmu?” Tanya Mi Hye. “Jangan sok akrab denganku.”

“tentu saja. aku di sini untuk menandatangani bukuku yang baru diterbitkan.” Kemudian penggemar nampak heboh lagi. “Kamu di sini untuk membeli buku? Kamu masih menulis novel yang tidak menghasilkan uang sama sekali?”

“Apa katamu?” Tanya Mi Hye kesal.

“Bahkan jika tidak ada uang. tolong tunjukkan kepadaku sesekali. Siapa yang tahu? Mungkin aku akan membuat ulang drama tv.” Penonton pun geger lagi. “Jadi. Aku permisi. Aku agak sibuk sekarang.”

Jae Bun dadah-dadah sambil diteriakki.

***

Di kantor, pak Park bersama dengan Tae Joo kerja lembur. Pak Park mengeluh. “Kang Mi Ri sungguh menyebalkan. Kenapa kita? Kenapa kita satu-satunya yang bekerja lembur? Tae Joo… bicaralah kepadaku. Apakah Kang Mi Ri tidak tahu soal keseimbangan kerja dan hidup? keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan. Kita harus menjaga keseimbangan antara kerja dan hidup! pekerjaan lembur ini membunuhku!”

Tae Joo bicara dengan santai. “Sejujurnya, kamu tidak menyelesaikan pekerjaanmu tepat waktu. Mereka juga tidak menginginkan kita bekerja lembur.”

“Yakkk Tae Joo. Kamu berada di pihak siapa?”

“Sudah sampai di mana proposalmu?”

“Kenapa? kamu ingin melakukannya untukku?”

“Tentu… kamu bisa pulang kerja lebih dahulu. Aku akan melakukan sisanya.” Ucap Tae Joo.

“Sungguh?”

“Kupikir kamu mengeluh selama ini, jadi, aku akan bekerja lembur mewakilimu. Ini sudah waktunya Bu Kang pulang kerja. Jadi, silakan pergi. Akan kuurus sisanya.”

“Kamu yakin?” Tanya Pak Park. Pak Park pun memberikan diska lepasnya untuk kemudian ngacir pergi.

***

Mi Ri berada di toko. “Warna akrimatik adalah yang terlaris, tapi saat kamu memberi rekomendasi pertamamu, tunjukkan pada mereka warna-warna yang cerah.” Ucap Mi Ri pada pegawai.

“Baik.”

“akan ada musim piknik, begitu banyak pelanggan yang akan membutuhkan warna-warna cerah. Bahkan jika tidak, tunjukkan pada mereka produknya dalam warna-warna cerah dahulu, baru kemudian warna kesukaan mereka. ini lebih baik dalam meningkatkan tingkat pembelian daripada merekomendasikan yang mereka sukai sejak awal.”

“Ya. aku mengerti. Mendengar sarang langsung darimu sangat membantu.”

“Beberapa bawahanku akan mengunjungimu mengenai survei pelanggan. Berikan hasilnya kepada mereka dengan data yang kuminta. Aku akan pergi.”

“Baik. Terima kasih.” Mi Ri pun pergi.

Lanjut ke bagian 2 yaaa… klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *