Sinopsis Mother of Mine Episode 6 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 6 Part 2

Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Mi Sun akhirnya pergi ke kedai Ibunya. “Mi Sun datang, Noonim.” Ucap Paman Young Dal.

“Omma… aku di sini.” Ucap Mi Sun. Sementara Emak sibuk mengelap mangkok.

“Yakkk… bagaimana kabar Da Bin?” Tanya Paman.

“Dia baik-baik saja.”

“Bagaimana dengan cideranya?”

“Tidak serius. Dia baik-baik saja.” Ucap Mi Sun pada Paman. “Kubilang aku datang. Omaaaa….”

Emak pun ngomel. “Entah kamu di sini atau tidak bukan urusan Ibu. Kamu di sini. lantas apa?”

“Maafkan aku.”

“Ibu tidak ingin permintaan maafmu.”

“Aku akan pergi ke supermarket.” Ucap Paman yang keknya emang lebih baik kabur aja.

***

Kini emak memotong daun bawang. Mi Sun berkata. “Aku minta maaf. Aku tidak mengatakannya pada Ibu. Ibu tahu… ibu mertuaku sangat menyebalkan dan bahkan meneriaki Ibu.”

“Meski begitu, bagaimana mungkin kamu meneriaki Ibu di depan mertuamu? Apa-apaan itu? kamu tidak tahan lagi dengan Ibu?”

“Aku mengatakannya karena dia membuatku kesal. Mertuaku tidak pernah menjaga Da Bin. Tapi dia menjadikanku pelayannya sepanjang waktu. Dia bahkan melampiaskan emosinya kepada Ibu. Aku benci itu.”

“Kenapa kamu tidak meneriakkinya jika sekesal itu? kenapa kamu melampiaskannya kepada Ibu? Kamu anggap Ibu apa? Pecundang? Ibu tempat pelampiasanmu?”

“Omma…”

“Berhenti merengek. Benarkah kamu anakku? Ibu membesarkanmu, mengantarkanmu ke sekolah, menikahkanmu, bahkan merawat anakmu tanpa bayaran. Aigooo… ini sebabnya, pepatah kuno tidak pernah salah. Katanya kamu tidak dapa apa pun dari membesarkan anakmu. Ini tepat sekali dengan kasus Ibu. Ibu sungguh bodoh.”

“Omma… bagaimana bisa berkata begitu?”

“Kenapa tidak bisa?”

“Ibu biang akan menjaga Da Bin. Ibu tidak perlu menjaganya. Tapi Ibu memaksa. Ibu pikir aku merasa nyaman? Aku terus merepotkan adik-adikku dan suamiku. belum lagi, Ibu.”

“Seolah-olah kamu pernah memikirkan Ibu saja.”

“Bahkan saat aku ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, kuminta rekan-rekanku untuk memahami dan menginggalkan pekerjaan berkali-kali. itu belum selesai. Aku mentraktir mereka makanan dan kopi.”

“Kenapa kamu mentraktir mereka makanan dan kopi padahal Ibu yang merawat anakmu? Ibu bukan sesuatu untuk dibanggakan.”

“Masih ada lagi. Jantunggu berdegup kencang saat ibu terdengar tidak sehat di telpon. Apakah Omma kesulitan karena Da Bin? Apakah Ibu kesal atau marah? Yang aku pikirkan hanya Ibu.”

“Benar-benar bohong… kenapa harus mendapat penghargaan untuk itu.”

“Aku muak dan lelah dengan ocehan sarkasme Ibu.” Mi Sun mulai menangis dan teriak.

“Apa?”

“Benar aku tidak sepandai Ibu di rumah tangga. Aku tidak sepandai Ibu mengurus anak. Tapi itu bukan berarti Ibu bisa mengomeliku 24 jam sehari. Ibu pikir aku tidak pernah membersihkan rumah? Kubersihkan sebelum pergi bekerja kalau-kalau Ibu akan mengomel. Ibu bilang membantuku, tapi aku merasa sedang diperiksa setiap harinya.”

“Katakan kepada Ibu, apa begitu sulit menghilangkan noda kimchi di kulkasmu saat kamu melihatnya? Kenapa kamu harus begitu menumpuk banyak pakaian, alih-alih mencucinya setelah pakai? Kenapa kamu tidak bisa makan apa pun yang ibu buat? Kamu pergi berbelanja dan menumpuk makanan yang tidak perlu di kulkas.”

“Karena aku perlu memberi makan Da Bin. Aku tidak bisa memberinya makanan dengan nasi dan kimchi.”

“Bukan hanya itu. koin tergeletak di mana-mana. Maksudmu, kenapa kamu harus menyimpan koin 50 sen di laci di bawah wastafel?”

“Aku menyimpannya di sana untuk membayar penatu saat mereka mengirim pakaian.”

“Lalu bagaimana kamu kamu membantah ibu.”

“Ibu tidak pernah bekerja di sebuah perusahaan. Ibu tidak pernah punya kehidupan kantor. Omma… aku lelah, ibu benar-benar melelahkan untukku juga.”

Emak teriak melihat Mi Sun menangis. “Kamu bukan satu-satunya yang menderita!!! Terserah! Urus urusanmu sendiri mulai sekarang. Ibu tidak akan menjaga Da Bin lagi. Yang terbodoh di seluruh dunia, adalah nenek yang menjaga cucunya. Minta mertuamu melakukannya. Ibu tidak akan peduli lagi.”

“Ibu serius? Baiklah. Aku akan berhenti bekerja.”

“Lakukan sesukamu. Ibu tidak peduli.”

“Jangan khawatir. Aku mengundurkan diri segera besok. aku sangat lelah dan muak berurusan dengan Ibu.”

Kemudian Mi Ri muncul. “Unnieee…apa yang baru saja kamu katakan pada Ibu?”

“Jangan ikut campur.”

Mi Ri menarik Mi Sun. “Aku menyuruh kakak minta maaf. Kubilang kakak harus memohon.”

“Kakak sudah memohon dan meminta maaf.”

“Kenapa kakak tidak bisa menyewa pembantu rumah tangga? Aku akan membayarnya jika kakak tidak mampu. Berhenti memanfaatkan Ibu untuk kenyamanan kakak.”

Emak pun teriak. “Yak!!!! Kamu datang untuk ikut campur urusan kami? Kenapa kamu di sini???”

“Omma…” Ucap Mi Ri.

“Ibu tidak mau melihat kalian semua. Pergilah!!!!”

***

Mi Sun pun bertemu Paman Young Dal di luar. “Dia mudah marah karena sudah tua. Jangan merasa sakit hati. Ini tidak akan bertahan lama.”

“Lupakan… sampai jumpa.”

“Yakk… Mi Sun.”

***

Da Bin makan bersama nenek, kakek dan ayahnya.

“Makanan ini kurang memuaskan. Ibu tidak punya sosis?” Tanya Jin Soo.

“Berhenti mengeluh. Kamu harus berterima kasih ibu memberi makan. Kenapa istrimu tidak menelpon sepanjang hari? Kapan dia datang?” Tanya Mertua jahat.

“Aku tidak tahu.”

“Telepon dia dan tanya kapan dia akan pulang. cepat!!!”

Jin Soo pun segera beranjak namun dihentikan oleh kakek. “Berhenti… dia akan segera datang. dia sibuk dengan pekerjaannya, jadi, jangan ganggu dia.”

“Yeobo…”

“Kenapa kamu seperti ini?”

“Ini waktu tidur Da Bin. Dia harus pulang. kenapa ibunya belum datang?”

(mi sun hanya melihat lampu apartemen mertuanya yang menyala dari bawah).

“Mi Sun pulang terlambat. Bisakah Da Bin dan aku bermalam di sini?” Tanya Jin Soo.

Kakek pun berkata. “Da Bin, bagaimana jika kamu tidur di rumah kakek malam ini, dan besok, pergi ke TK dari sini?”

“Sungguh?” Tanya Da Bin.

“Tentu saja bisa. Kamu bisa tidur dengan nenek di kamarnya.”

“Bagaimana dengan aku? Aku bisa tidur dengan ayah.” Ucap Jin Soo.

“Jika sudah makan pergilah!!! Bawa Da Bin dan pergi!!!” Ucap Mertua jahara yang akan memukul anaknya dengan sendok.

***

Mi Ri menyiapkan makan di rumah Ibunya. “Omma, makanan sudah siap. Aku harus kembali bekerja.” namun Emak masih ada di selimut.

Mi Hye pun berpapasan dengan Mi Ri di pintu. “Kamu dari mana?” Tanya Mi Ri.

“Kenapa kakak peduli?”

Mi Ri pun mengikuti Mi Hye ke kamar Mi Hye. “Yakkkk…. apa kamu selalu seperti ini?”

“Seperti apa? Seperti kalkulus?” wkwkwkwkwk.

“Kamu datang dan pergi sesukamu. Bukankah kamu seharusnya membantu Ibu yang bekerja keras? Bantu di restoran.”

“Aku banyak membantu.”

“Bantu Kak Mi Sun menjaga Da Bin juga.”

“Apakah Da Bin itu anakku? Apa aku melahirkannya? Kenapa semua orang menginginkan aku menjaganya?”

“Bukankah setidaknya kamu harus melakukan itu?”

“Unnieeee…”

“Kalau begitu, tulis sesuatu secara teratur. Kamu selalu keluar, tidak pernah menulis, tidak membantu Ibu, atau menjaga Da Bin. Apa yang kamu lakukan?”

“Memangnya aku tidak menulis karena tidak mau? Ini karena aku tidak punya waktu. Ibu selalu menginginkan aku membantu di restoran atau menjadi pelayan. Sejenak kemudian, Da Bin pulang. begitu dia datang, aku menggambar, memotong gambar putri, dan memberinya makan. Kuharap aku punya sepuluh tubuh ekstra. Bagaimana aku bisa menulis? bagaimana aku bisa menulis sesuatu?”

“Beraninya kamu meneriakki kakakmu!!!”

“Kakak pergi sana!!!”

“Apa katamu?”

“Jika kakak begitu peduli kepada Ibu, kembalilah ke rumah.”

“Beraninya kamu bicara kepada kakak seperti ini.” kemudian kepala Mi Hye pun dipukul.

“Kenapa kakak memukulku? Apa yang kulakukan hingga aku pantas mendapatkannya? Apakah itu karena aku tidak bisa menulis atau menghasilkan uang?”

“Yak!!!”

“Rendahkan aku semau kakak.” Dan semua percakapan ini didengarkan oleh Emak. “Aku akan menjadi sukses dan membalas kakak untuk ini. hari ini tanggal berapa?”

“Ini 30 maret 2019. Lalu apa?”

“Ingatlah hari ini. aku akan menjadi sukses.”

Kang Mi Hye pun menangis dan keluar.

Emak mendengar semuanya…

Lanjut ke bagian 3 yaaa… klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *