Sinopsis Mother of Mine Episode 6 Part 3

Sinopsis Mother of Mine Episode 6 Part 3

Episode sebelumnya kamu bisa cari tahu di sini. selengkapnya ada di tulisan yang ini yaaa guysss…

Mi Hye pun mengamuk dan pergi dari rumah lagi.

Kini Emak yang memarahi Kang Mi Ri. “Yak… Kang Mi Ri. Kembali ke rumahmu. Kamu sungguh merepotkan.” Emak hanya teriak dari dalam kamarnya.

***

Sementara Mi Hye hanya mabuk-mabukan di toserba. Hingga ia pergi ke rumah Woo Jin lagi dalam keadaan mabuk.

Hal konyol yang Kang Mi Hye lakukan adalah mencoba memasukkan naskahnya dari bawah pintu. Tentu aja nggak masuk kan cynnnn….

“Kenapa tidak masuk?” Mi Hye pun mengeluh.

Mendengar ada suara ribut-ribut.  Woo Jin pun melongok dari lantai dua dan melihat Kang Mi Hye.

Kemudian dengan kerasnya Woo Jin membuka pintu hingga tak sengaja membentur kepala Kang Mi Hye. Mi Hye pun kesakitan.

“Kamu sedang apa?” Tanya Woo Jin.

“Begini…” Belum sempat menjawab, Mi Hye sudah ngacir tiga langkah.

Kemudian Woo Jin menghentikannya dengan kalimat. “Apa kamu membawa naskah?”

Mi Hye mengangguk cepat. “Tinggalkan itu. aku akan melihatnya.” Ucap Woo Jin.

“Sungguh? Akankah kamu melakukan itu?”

“Kamu pasti putus asa jika datang ke sini di malam hari. Tinggalkan itu.”

“Kalau begitu…” Mi Hye pun memberikan naskahnya. “Mohon bantuannya.”

“Kamu mabuk?”

“Hanya sedikit.”

“Baik. Itu bukan urusanku. Tidak apa-apa. Akan aku hubungi. Sampai jumpa.” Woo Jin langsung menutup pintunya.

Mi Hye berkata. “Tunggu… kapan kamu akan menelpon…” dan pintu sudah sepenuhnya tertutup.

Mi Hye bicara sendirian. “Hidupku benar-benar kacau.”

***

Mi Ri datang ke kantornya lagi. Ia bertemu dengan Tae Joo. “Kenapa? kenapa kamu ada di sini? di mana Pak Park?”

“Ahh Pak Park sudah pulang. ini proposal yang anda minta.” Tae Joo memberikannya pada Mi Ri.

“Kenapa dia pergi lebih dahulu?”

“Itu…”

“Apa dia dengan licik meninggalkanmu untuk menyelesaikan propsosal atau apa kamu menawarkan untuk mengambil alih agar dia bisa pergi?”

“Benar Pak Park memberiku tugas, tapi aku bersedia. Aku hanya menyelesaikan yang kumulai.”

“Lalu apa? Kuminta Pak Park menyelesaikannya. Kamu mengabaikannya?”

“Tidak. Aku mendengar Anda dengan jelas. Yang ingin aku katakan adalah aku menyelesaikannya.”

“Pak Han… kamu sepertinya berpikir mengabaikan atasanmu adalah semangat yang harus dimiliki oleh seorang pegawai baru. ini bukan keberanian atau kekuatan. Ini kesombongan. Kapan kamu akan menyadarinya? Dalam satu atau dua hari? Dalam sebulan atau setahun?”

“Aku hanya melakukan apa yang kupelajari dan berpikir apa yang akan efisien. Kebetulan akulah yang memulai proposal dan Pak Park bergabung untuk kontribusi yang dia bisa. Aku memberinya alurnya, jadi, aku baru saja selesai. Itu bukan keberanian atau keras kepala. Itu pembagian kerja yang efektif.”

“Baik. Mari lihat apakah kamu melakukannya sebaik bantahanmu. Ikut aku!!!”

***

Mi Ri ke ruangannya dan berkata pada Tae Joo. “Ulangi lagi. Ini bukan level yang kuinginkan. Kamu bangga melakukan beberapa magang. Aku kecewa. Kamu tidak bersekolah. Jangan bermimpi belajar dengan gaji kami. Tidak ada yang baik dari awal, tapi aku ingin seseorang yang baik dari awal. Itu yang kami cari dalam merekrut pekerja baru. berdasarkan apa yang kamu lakukan, akan butuh tiga tahun untuk belajar.”

“Aku minta maaf. Aku terburu-buru. Anda benar. Aku merasa bisa belajar di tempat kerja. Anda mengajariku sikap itu salah. Terima kasih…. katakan bagian mana yang kurang atau salah. Aku akan memperbaikinya esok pagi.”

***

Mi Ri pulang dan ia merasa dibuntuti oleh Tae Joo.

“Kenapa? ada lagi yang ingin kamu katakan? Atau kamu punya lebih banyak kesalahan untuk diketahui?”

“Apa?”

“Kenapa kamu mengikutiku? Kamu mencoba untuk menyanjung atasanmu atau semacamnya? Apa kamu ingin bertanya kenapa aku membencimu?”

“Kamu membenciku?” Tanya Tae Joo polos.

“Sekarang kamu mengikutiku,  aku hanya mengatakan apa yang ingin kamu katakan.”

“Aku takut kamu akan salah paham. tapi aku pindah ke sini.”

“Apa?”

“Aku tinggal di bangunan yang sama denganmu.”

Hiyaaaaaa… lanjut ke episode berikutnya ya klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *