Sinopsis Mother of Mine Episode 62

Sinopsis Mother of Mine Episode 62 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... terima kasih sudah mengikuti sinopsis dimarih…. btw, saya rangkum dan mengeluarkan dialog pentingnya saja ya.

Mantan istri Woo Jin datang dan langsung nyerudug kayak banteng ke Woo Jin. Saat itu masih ada Mi Hye. “Haruskah aku membuat janji untuk menemuimu? Kamu tidak senang melihatku? Aahh perusahaan ini bagus. Bisa tolong buatkan kopi?” mantan istri Woo Jin menyuruh Mi Hye.

“Dia bukan pembuat kopi. Dia penulis. Namanya Mi Hye,”

“Omo… kamu penulis? Maaf, kamu masih muda sekali, kupikir kamu pekerja paruh waktu.”

“Ini Seo Hee Jin, desainer buku.”

“Ya. Kamu sudah pernah bilang.” Ucap Mi Hye.

“Omo, apa yang dia bilang, apa dia berkata bahwa aku adalah mantan istrinya? Lupakan kopinya, aku akan membuatnya sendiri.”

Mi Hye pun turun membiarkan mereka bicara.

***

Nona Seo pun turun dan langsung memeluk Peter. “Kenapa? Kamu nampaknya tidak suka melihatku?”

“Tidak, bukan begitu, ini mendadak sekali. Kapan kemari?”

“Dua jam yang lalu.”

*Melihat mereka akrab, Mi Hye dan Jae Bum hanya diam. Kemudian Hee Jin membawa kopi yang Mi Hye buat dan naik lagi ke atas.

***

Kakek Da Bin sendiri banyak menikmati waktunya sendirian dengan bersedih. dan ketika pulang, lagi-lagi kakek harus bertengkar dengan Mi Ok. Kakek bahkan membuat resolusi seperti; tidak pernah membebani anaknya, akan membuat makanan sendiri dan akan mulai mencari nafkah kembali, tidak akan bersikap seperti pria tua kolot, akan menjalani sisa hidup dengan bahagia dan penuh suka cita.

***

Mi Hye akan pulang kantor dan akan mengambil tasnya, tak disengaja, Mi Hye mendengarkan bahwa tulisan Mi Hye menurut mantan istri Woo Jin sangatlah norak dan tidak sesuai dengan zaman. Mi Hye sendiri berusaha bersikap normal kemudian pergi.

Mi Hye pergi dan Woo Jin marah pada mantan istrinya.

“Kamu harus minta maaf padanya. Kang Mi Hye bukanlah orang yang bisa kamu remehkan begitu. Dia orang baik dibandingkan dengan orang di luar sana. Dia juga tahu caranya menyukai orang lain, dia norak dan eksentrik? Ya, kamu benar. Selangka itulah dia. Karena itulah aku ingin mempublikasikan bukunya. Kepolosannya. Aku ingin dilihat banyak orang. Kuperingatkan sekali lagi, jangan berani-berani menyakitinya.”

“Oke, aku minta maaf. Woo Jin, kamu menyukai dia.”

“Yak!!!”

“Kamu biasanya hanya akan menyuruhku membereskannya. Woo Jin sshi, kamu menyukai penulis yang tadi bergegas keluar? Aku cukup mengenalmu.”

***

Emak menghubungi In Sook lewat telepon. “Dengarkan aku baik-baik. Aku tidak boleh mati sekarang meskipun ingin. Aku melepaskan putriku ke dalam api dan kini sangat mencemaskannya sampai tidak bisa mati. Intinya, jika kamu… jika terjadi sesuatu terhadap Mi Ri. Aku akan membunuhmu.” Emak menutup teleponnya.

***

Mi Ri sendiri sedang menikmati bulan madunya bersama dengan Tae Ju. Kemudian pulang. Emak masih bersikap normal dan menerima Mi Ri, meskipun Mi Sun sama sekali tidak mau bergabung saat Mi Ri dan yang lainnya makan malam.

***

Kemudian Mi Ri pulang dan makan bersama keluarga mertuanya. *heehh makan terus ya?

***

In Sook nampak mengemasi barangnya kemudian Hye Mi datang.

“In Sook, kenapa kamu bilang ingin berhenti? Aku berterima kasih jika kamu pergi setelah menyelesaikan semuanya. Tapi aneh karena kamu mendadak pergi. Aku tahu masalah adikmu sudah terselesaikan. Bagaimana caranya? Maksudku, dia menghilangkan sejumlah dana perusahaan. Apa kamu meminjam uang dari Tae Ju lagi demi mengganti uang itu padahal Tae Ju bukan keponakan kandungmu?”

“Bukan begitu.”

“Lantas, kamu mengganti uang itu dengan uangmu sendiri? Dari mana kamu mendapatkannya? Astagaaa… kamu pasti menyedot banyak uang. Kenapa uangmu tetap banyak meski sudah sering dipakai?”

“Sudah kubilang bukan begitu.”

“Di mana kamu menyembunyikan uang yang selama ini kamu simpan? Kamu pasti menyembunyikan banyak uang. Begitulah caramu mengurus semuanya tanpa kerepotan. Kudenger kamu punya putri sebelum menjadi keluarga Hansung. Putrimu… ada di mana?”

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya,

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *