Sinopsis Mother of Mine Episode 65

Sinopsis Mother of Mine Episode 65 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari di tulisan yang ini. terima kasih sudah menanti, saat sinop ini dibuat, episode asli yang sudah tayang sudah 82 heheh. Masih bisa ngejer ketinggalan nggak yaaa… semoga ya.

Pimpinan juga tahu bahwa Tae Ju yang membayar kerugian, hal ini membuatnya tambah marah. “Jeon In Sook, jelaskan, inikah alasanmu membesarkan Tae Ju?”

“Bukan,”

“tamat riwayatmu bila meninggalkan keluarga ini. kembalilah!!! Aku tidak bisa membiarkannya walaupun kamu memohon kepadaku. Keluar dari sini!!!!!”

In Sook bangun. “Aku akan kembali nanti.”

****

Mi Ri menemui Pimpinan dan Pimpinan berkata. “Adik Jeon In Sook menerima suap. Bersama suap itu, Tae Ju menutupi semua uang yang dibawa lari penipu. Awasi Tae Ju agar tidak membantu urusan ini.”

“Baik.”

“Apa pekerjaan saudarimu?”

“Kakakku pegawai bank dan adikku penulis purnawaktu.”

“Kurasa aku melihat keluarga kakakmu di pernikahan. Adikmu belum menikah bukan?”

“Belum.”

“Dengarkan aku baik-baik. Kamu harus mengurus saudarimu dengan benar. Jika tidak mau hancur seperti In Sook.”

“Ya.”

***

Mi Ri bertanya pada Hye Mi. “Kamu sengaja menyuruhku ke ruang pimpinan?”

“Ya. Kamu harus memahami hierarki di rumah ini. bagaimanapun, aku istri pimpinan. Serta ibu bungsu anak pimpinan. Serta, In Sook hanya pelayan rumah ini, dan pengasuh Tae Ju. Aku yang asli, In Sook palsu.”

“Nee… Ommonie.”

***

Mi Hye disidang Emak.

“Katakan. Jika kamu tidak menyukai Jae Bum, siapa pria yang kamu sukai?”

“Ibu tidak perlu tahu. Karena sudah berakhir. Aku dicampakkan.”

“Apa? Apa yang kamu bicarakan? Siapa dia?”

“Omma, sudah berakhir.”

“Kalau begitu aku mau ke Jae Bum saja. Kamu sudah sedewasa ini tapi menempel pada ibu, tidak tahu malu.”

***

Karena Da Bin tidak punya pengasuh lagi. Jin Soo yang mengasuh Da Bin karena takut kena semprot Mi Sun lagi.

***

Tae Ju dimarahi oleh Pimpinan. “Paman apa? Bukankah ayah sudah bilang jangan dekat-dekat pecundang begitu?”

“Memang benar pamanku menerima suap. Tapi dia sudah mengambalikannya.”

“Kamu yang mengembalikannya. Dengar, bodoh. Bagaimana jika kamu terlibat juga? Han Tae Ju menutupi suap? Bagaimana jika pers tahu?”

“Aku tidak seceroboh itu. Jika Na Hye Mi tidak tahu. Ayah juga tidak akan tahu.”

“Dasar arogan bodoh. Jangan sebut namanya begitu.”

“Maksud ayah, aku harus memanggil pacar ayah itu IBU?? Setelah ibu meninggal dan ayah bersenang-senang dengan banyak wanita. Aku tinggal dengan Ibu In Sook dan adik-adiknya. Selagi ayah lupa akan putra ayah, paman-pamanku membantu mengerjakan PR, kita bahkan piknik.”

“Uang yang kamu berikan pada adik In Sook adalah pengganti yang dulu mereka berikan? Tentu saja mereka harus memperlakukanmu dengan baik. Karena tindakan bodoh ketika mereka mengabaikanmu. Sadarlah bodoh!!!”

“Na Do Jin, Na Kyung Cheol, Na Kyung Jin, dll. Hal yang dilakukan keluarga Na Hye Mi. Aku juga tahu. Tapi ayah menutup mata. Bukan ahli waris, tapi Pimpinan sendiri mengabaikan suap yang diterima besannya. Bukankah artikel itu nampak lebih bagus?”

“Kamu tidak tahu karena Jeon In Sook membesarkanmu. Dia bukan wanita baik seperti yang kamu kira. Serangga yang kamu panggil paman juga bukan orang baik.”

“Ya. Memang benar. Tapi mau bagaimana lagi In Sook yang sudah membesarkanku.”

**

Pimpinan juga bercerita pada Hye Mi karena Hye Mi tanya terus mengenai Putri In Sook.

“Jeon In Sook pernah membuat masalah besar karena putrinya.”

“Masalah apa? Apa yang terjadi?”

“Lupakan saja.”

“Apa kabar putrinya sekarang?”

“Dia menikah dengan bahagia.”

“Di mana? Amerika? Siapa yang bilang kepadamu?”

“Aku menerima laporan soal itu. Tidak ada hubungannya denganmu. Serta jangan ganggu In Sook dengan hal semacam ini.”

***

Tae Ju sedikit cerita pada Mi Ri. “Samcun orang yang baik. Jadi, kadang dia dimanfaatkan oleh orang-orang didekatnya. Samcun sedikit sakit. Dia pernah kecelakaan, tapi paman tidak pernah memberitahu aku dan ibu. Jadi, dia berusaha mengurusnya sendiri.”

“Begitu rupanya.”

“Kuharap kamu tidak salah paham tentang keluarga Ibu. Situasinya memang rumit, tapi mereka berharga bagiku.”

***

Malam yang sama, Mi Ri kini mulai tahu, bahwa hidup Ibunya sesulit ini. jauh dari apa yang ia bayangkan.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *