Sinopsis Mother of Mine Episode 7 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 7 Part 1

Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa…

Tae Joo memencet lift dan menekan angka 14. “Anda tinggal di lantai mana?” Tanya Tae Joo.

Mi Ri pun menekan angka 18. Kemudian berkata. “Han Tae Joo, kamu pasti dari keluarga kaya. cukup mengejutkan anak baru tinggal di sini.”

“Lantas, anda juga pasti dari keluarga kaya.”

“Bukan itu…”

“Sudahlah. Anggap saja kita impas.” Tae Joo pun kesal. Wkwkwk

“Baik, aku salah bicara. Aku tidak seharusnya membahas keluargamu. Aku hanya mau memujimu karena memiliki pengalaman kerja yang banyak sebelum bergabung dengan perusahaan. Aku berniat bilang bahwa kamu pasti kerja keras untuk menghemat dan membeli rumah seperti itu, tapi aku salah ucap. Maaf.”

Tae Joo pun menatap Mi Ri. “Anda membaca resume ku?”

“Ya. kenapa? memangnya salah membaca resume bahwanku?”

“Tidak. Tidak sama sekali. Aku malah berterima kasih anda memperhatikanku.” Lift pun terbuka. “selamat tingga Bu, semoga hari anda menyenangkan.” Tae Joo memberi hormat dan Mi Ri kesal lagi. Wkwkwkw.

***

Pagi yang biasa saat Jin Soo makan dan Mi Sun mempersiapkan Da Bin untuk sekolah.

“Apa maksudmu?” Tanya Jin Soo kaget.

“Aku bilang Ibu tidak akan datang lagi. Jadi, kamu harus mengantar Da Bin untuk hari ini.”

“Kamu belum minta maaf ke Ibumu? Aku bertanya…..”

“Itu tidak penting.” Jawab Mi Sun.

“Itu penting. Karena ibu mertua tidak datang, keadaannya merepotkan. Bagaimana dia bisa melakukan ini? kamu menyakiti perasaannya sesekali, jadi, kenapa dia mogok? Dia amat tidak perhatian sepertimu. Ibu dan anak sama saja.”

“Kamu menyelahkan Ibuku?” Tanya Mi Sun.

“Maksudku, coba pikirkan. Dia tahu semua situasi kita. Dia pasti melakukan ini agar kita jera. Apa dia mau kamu berhenti bekerja?”

“jadi, aku mau mengundurkan diri.”

“Yakkkk Kang Mi Sun.”

“Kamu punya cara lain? Ibuku tidak datang. Ibumu juga tidak. Salah satu dari kita harus mengurus Da Bin. Kamu mau mengundurkan diri?”

“Kamu sudah gila?”

“Aku tidak gila, aku bicara kenyataan. Jawab saja. kamu mau mengundurkan diri atau tidak?… aku saja. akan kuserahkan surat pengunduran diriku hari ini dan aku akan keluar dalam bulan ini.”

Jin Soo pun menarik Mi Sun agar tidak keluar. “siapa yang akan membayar uang sewa apartemen kita? Cicilan mobil kita juga besar. Aku sudah kekurangan uang jajan. Jika kamu berhenti bekerja, aku akan menjadi pengemis.”

“Pengemis? Kamu mungkin selama ini hidup mewah, tapi sejak menikah denganmu, hidupku tidak pernah mewah. Aku harus berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya.”

“Yeobo.. kita harus pakai lebih banyak uang seiring Da Bin tumbuh.”

“Terserah, pikirkan saja sendiri.” wkwkwkw khas perempuan banget. “Aku mau menjadi IRT. Aku mau cuti besok. kamu cuti lusa. Aku pergi…”

Mi Sun pun pergi dan ikatan Da Bin lepas. Jin Soo pun bingung.

***

Da Bin dibawa lari Jin Soo ke apartemen ayah dan Ibunya. “Kenapa kamu kemari?” Tanya Mertua Jahara. “Bu Park tidak datang?”

“Tidak. Aku sudah terlambat. Ikat rambut Da Bin dan antarkan ke TK ya?”

“Apa? Ibu tidak mau melakukan itu.”

“Kami akan mengurusnya. Pergilah ke kantor.” Ucap Ayah.

Jin Soo pun ngacir dan Ibunya tentu saja mengomel.

Kakek bicara pada Da Bin. “Da Bin mau membolos TK dan bermain dengan kakek hari ini?”

“Yeobo…”

“Lukanya. Setidaknya harus diobat 3x sehari. Tapi mereka menyuruh dia sekolah karena tidak ada yang mengurusnya. Kamu tidak merasa kasihan?”

“Maksudmu, kamu akan tinggal dengan Da Bin seharian ini?”

“Bereskan urusanmu. Kami akan menghabiskan waktu berdua…. Da Bin, apa yang akan kita lakukan hari ini?”

“Aku mau bermain salon.”

“Salon?”

***

Esoknya. Saat Mi Ri berada di lift apartemen dan melihat Tae Joo berlari. Mi Ri malah dengan sengaja menekan tombol tutup lift.  Merasa sudah terlambat. Tae Joo pun menggunakan tangga.

Kejadian yang sama terjadi di kantor. Mi Ri sudah masuk dalam lift sementara Tae Joo yang mengejar lift pun malah liftnya ditutup lagi. Tae Joo pun sangat kesal melihat kelakuan Mi Ri.

Tae Joo sudah di ruangan kantornya.

“apa kamu menyerahkan proposal dengan aman ke Bu Kang?” Tanya Pak Park.

“Ya.”

“Dia menyuruhmu memperbaikinya?”

“Tentu saja.”

“Lantas perbaiki yaaa…” Ucap Pak Park.

***

Mi Ri melakukan rapat dengan semua anggota. Mereka membahas ini dan itu hingga Mi Ri memberikan perintah. “laporkan data terkini pukul 15.30 hari ini.”

“Bagaimana dengan pukul 14.30?” Tanya Pak Park.

“Lanporkan pukul 1630 jika kamu mau bekerja lembur. Mari percepat… Han Tae Joo Sshi, serahkan yang kamu susunan ke Pak Park. Jangan lupa sampaikan perintahku padanya.”

“Ya. akan aku lakukan.” Jawab Tae Joo.

“Tenggatnya kapan?” Tanya Pak Park.

“Lakukan segera.. mungkin masih ada yang perlu diperbaiki. Kalian kembalilah berkerja.” Mi Ri pun ngacir keluar ruangan.

Yang lain seperti biasanya mengeluh. “Astaga… kenapa dia memburu-buruinya?”

“Karena kita punya presdir baru. mungkin dia mau menonjol dengan proposal produk baru. Bu Kang… tolong cepat dipromosikan!!! Bagaimana jika kita berdoa setiap pagi agar dia dipromosikan?” Tanya Pak Park.

“Diam dan kerja saja.” Ucap yang lainnya.

***

Tae Joo akan membuat kopi instan. Kopi hanya sisa satu, dan Mi Ri pun langsung mengambilnya. Wkwkwkw… Mi Ri dengan gercep membuat kopi dan membuat Tae Joo kek kayak orang bodo.

“Ohh iya.. Han Tae Joo. Minta kopi lagi dati Tim Pendukung Managemen.” Ucap Mi Ri kemudian pergi.

***

Di kantornya. Mi Ri menelpon Emak.

Mendengar suara Mi Ri. Emak pun mengeluh. “Kenapa kamu terus menelpon Ibu?”

“Aku ingin tahu apa ibu tidur nyenyak.”

“Tentu saja ibu tidur nyenyak.”

“Ibu tidak pergi ke rumah kak Mi Sun hari ini?”

“Untuk apa Ibu ke sana?”

“Berhentilah merajuk, dan maafkan unnie sekarang.”

“Tidak ada yang perlu dimaafkan.”

“Bagaimana dengan Mi Hye? Apa yang dia lakukan?”

“Kenapa kamu bertanya? Apa pedulimu?”

“Karena aku memarahinya kemarin. Aku khawatir.”

“Ibu tidak tahu dia sedang apa.”

Lanjut ke bagian 2 yaaaa guys. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *