Sinopsis Mother of Mine Episode 7 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 7 Part 2

Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Mi Hye sedang ada di kamarnya. Galau karena Woo Jin tidak menghubunginya. “Haruskah aku telpon? Tidak… aku punya harga diri sebagai penulis. Aku akan menunggu.”

Dan Mi Hye dapat panggilan. Ia langsung mengangkatnya. Kemudian malah dapat panggilan spam tentang pinjaman. Tak lama… dapat sms spam tentang cara lulus ujian pegawai negeri.

***

Woo Jin di ruangannya membaca naskah Mi Hye dengan kesal. Ia malah melempar naskah Mi Hye.

“Apa yang ayahku lihat darinya?”

***

Di lantai bawah. Peter sedang bicara dengan seorang wanita. “Lee Soo Yeon? Seperti yang kamu tahu , upah minimum 8 dolar 35 sen. Kamu akan bekerja dari pukul 09.00 sampai 18.00.” dan Soo Yeon malah nengok ke anjing terus sampai anjing menggong-gong. Soo Yeon pun ngacir pergi.

Woo Jin pun turun dari lantai dua. Peter berkata. “Ini buruk, aku tidak bisa menemukan pegawai paruh waktu.”

“Kenapa? karena Dol Dam?”

“Ya. orang-orang takut dengannya. Apa karena dia besar? Dia amat manis…. kamu sudah membaca naskahnya?”

“Ini?” Woo Jin memegang naskahnya. “Jangan bilang begitu. ini tidak pantas disebut naskah.” Woo Jin pun membantingnya dan memasukkan ke kardus sampah naskah.

***

Mi Hye keluar rumah dan ke kedai Ibunya. Ia melihat tamu yang sangat ramai. Diantara tamu itu ada Jae Bum.

“Ibu…” Ucap Jae Bum.

Kemudian Emak tersenyum pada Jae Bum. “Terima kasih.” *ini kerjaan Jae Bum bisa penuh kedainya.

Jae Bum pun memberikan hadiah. “Bukankah ini mahal?”

“Gwencana Ibu, Ibu harus memakai yang seperti ini sekarang.”

“Ini tidak mahal?”

Jae Bum tertawa dan berkata. “Ini sedang diskon karena musim semi. Aku bisa membelikan banyak barang seperti ini sekarang.”

“Kamu penulis terkenal sekarang, Jae Bum. Ahhh kamu imut sekali. Kamu harus makan sup tulang sapi.”

Melihat ulah Ibunya yang super baik pada Jae Bum. Mi Hye melihatnya dengan penuh kebencian.

Jae Bum pun menikmati hidangan. “Ibu… kaldunya kaya rasa dan enak.”

“Makanlah…. Jae Bum, apa judul dramamu?”

“Fatal and Dangerous Her?”

“Wanita fatal dan berbahaya? Kenapa dia berbahaya? Aku tidak sabar ingin menontonnya. Jadi, siapa pemerannya?”

“Song Hye Kyo…..”

“Aku benar-benar suka dia….” Emak malah tepuk tangan dengan Jae Bum. Hingga Mi Hye mengamuk dan memanggil Ibunya. Semua mendadak terdiam.

***

Mi Hye dan Jae Bum bicara di depan rumah.

“Kenapa kamu berada di sekitarku seperti lalat kotoran? Kamu mau direbus?” Tanya Mi Hye.

“Mi Hye, kamu masih ke kanak-kanakan. Aku hanya suka sup Ibumu, dan mau memberikan makanan hangat dan enak kepada staf dramaku. Tapi kamu berusaha mengaitkan itu dengan hubungan pribadi kita. Itu membosankan.”

Mi Hye tertawa. “Sulit bisa dipercaya. Kenapa kamu datang ke restoran kami?”

“Kamu salah paham, jadi, biar aku jelaskan. Aku tidak menduga kamu akan berada di restoran. Kenapa? karena sebagaian besar manusia seumuran kita di luar bekerja pada pukul segini. Kenapa kamu di restoran? Apa kamu masih menjadi putri yang jahat karena berusaha menjadi penulis?”

“Hussss…. bukuku akan segera terbit!”

“Yang benar saja.”

“Kamu tahu penerbit Dol Dam Gil? Tempat yang dibuka oleh editor Kim Tae Joon. Kamu tahu bukan? Editor kepalanya mengagumiku. Dia menyebut karyamu tidak… tidak intelektual, bukan? Kamu ingat? Tidak intelektual.”

“Sutradaraku menyebutnya populer dan untuk khalayak ramai.”

“Pokoknya, putranya Kim Woo Jin adalah editor kepala sekarang. dia jauh lebih tampan dan elegan serta lebih ramping darimu. Dia mau menerbitkan karyaku. Dia baru saja menelpon.”

“Sungguh? Baiklah.”

“Katanya, karyaku elegan dan berbudaya. Kami akan segera meneken kontrak. Karena kamu sudah tahu, selamat menikmati daging panggang dan pergilah.”

***

Da Bin dan kakeknya masih bermain salon. Sementara Neneknya sibuk mengeluh karena harus menyiapkan makanan untuk Da Bin juga.

Mertua jahat sudah tidak tahan dan menelpon Mi Sun yang sedang bekerja.

“Haruskah kamu melakukan ini?” Tanya Ibu Mertua.

“Ada apa?”

“Sampai kapan Ibu harus mengurus Da Bin? Ibu terjebak di rumah seharian.”

“Aku tidak pernah meninggalkan Da Bin dengan Ibu.”

“Apa? Beraninya kamu bilang begitu? lantas, kenapa dia di rumahku?”

“Pagi ini, aku menyuruh Jin Soo mengantarkannya ke TK.”

“Kenapa kamu menyuruh putraku mengantarkannya ke TK? Kamu yangs seharusnya melakukan itu.”

“Ibu. Aku juga harus berangkat kerja.”

“Pria harus pergi lebih dahulu. Beraninya istri lebih dahulu. Jika terjadi sesuatu, suami pergi dahulu dan istri tinggal di rumah untuk mengurus bermacam hal sebelum berangkat kerja. Jika kamu tinggalkan anakmu dengan suami yang tidak tahu apa-apa, apa yang harus dia lakukan?”

“Ibu…”

“Itulah alasannya dia mengantarkan Da Bin ke kami. Siapa yang mengasuhnya? Ibu yang jadi melakukannya. Kamu seolah-olah memanfaatkan Jin Soo untuk meninggalkan Da Bin denganku. Kamu akan bersikap begini? Kamu berusaha melawan Ibu?”

“Ibu, bagaimana aku melawan?”

“Astaga… kamu membantah Ibu? Benarkah???”

“Maaf Bun, aku sedang sibuk. Aku harus pergi.” Mi Sun pun menutup telponnya. Ibu Mertua menelpon kembali dan ponsel Mi Sun langsung dimatikan.

Kemudian tbtb manager memberi pengumuman. “kalian tahu ada makan malam perusahaan malam ini? semua harus ikut makan malam. Ulang tahun anak, upacara leluhur, atau hal lainnya. Itu tidak bisa dijadikan alasan. Paham? kita akan merayakan pencapaian dan pelampauan target kita. Jadi, kita semua harus hadir malam ini. Bu Kang Mi Sun…. kamu ikut makan malam hari ini?”

Mi Sun menjawab. “Tentu. Pak Park, kita akan jalan sampai ronde 3 bukan?”

“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Sunbae dari Mi Sun. “Kamu tidak pulang malam ini?”

“Tidak. Kita harus berbincang sambil minum juga. Kalian…. bagaimana pun aku akan bicara dengan kalian nanti.” Jawab Mi Sun.

Lanjut ke bagian 3 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *