Sinopsis Mother of Mine Episode 7 Part 3

Sinopsis Mother of Mine Episode 7 Part 3

Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaaa…

Ibu Mertua kini menelpon putranya. “Kapan kamu pulang?”

“Aku pulang larut malam ini, kenapa?”

“Kenapa? kamu meninggalkan Da Bin dengan Ibu.”

“Tidak bisakah Ibu mengurus Da Bin sehari saja? Ibu neneknya. Tolong jangan seperti itu. Ibu mertuaku sudah melakukannya selama enam tahun.”

“Lantas, minta dia datang dan mengurus Da Bin.”

“Dia bertengkar dengan Kang Mi Sun. Jika menjadi dia, ibu mau datang setelah mendengar itu? ini masalah harga dirinya.”

“Apa hebat harga dirinya?”

“Bu Ha Mi Ok….”

“Tahukah kamu istrimu bilang apa ke Ibu? Astagaaa… Ibu tidak percaya ini.”

“Jangan ganggu Mi Sun dulu. dia seperti bom waktu sekarang, jika dia meledak, tugas rumah tangga dan pengasuhan anak akan bermasalah.”

“Lantas, kamu tidak masalah jika ibu yang kerepotan?”

“Ibu akan baik-baik saja mengurus Da Bin beberapa hari.”

“Cukup! Cepat pulang. Ibu tutup telponnya.”

***

“Kapan kamu melepas itu?” Tanya Mi Ok pada suaminya yang memakai penutup kepala.

“Memangnya kenapa?”

“Bagaimana dengan Da Bin?”

“Dia tertidur, jadi, aku menidurkannya di kamarku.”

“Kita harus bicara. Kamu suamiku, kamu seharusnya membelaku, bukan membela Jin Soo.”

“Aku lelah bermain dengan Da Bin. Aku mengantuk.” Dan Mi Ok melihat kuku suaminya yang kuteknya warna merah dengan kaget. Wkwkwkkw.

“Apa itu di tanganmu?”

“Ahh ini… penata itu memberikanku menikur secara gratis.”

“Segera hapus.”

“Kenapa kamu bilang begitu?”

“Cepat hapus!!!”

***

Di kantornya, Mi Ri bekerja lembur. Untuk kemudian pulang paling akhir.

Sebelum masuk ke apartemennya. Mi Ri pergi ke mini market. Ia membeli minuman dan makanan. Sayangnya, tuna mayones yang ia cari sudah kehabisan.

Dan di kasir. Sudah ada Tae Joo memakai jaket hitam sedang membeli tuna mayones sebanyak 3 buah dengan mie instan.

Karena Mi Ri melihat makanan yang ia mau sedang dimasukkan seorang pria di kasir. Ia melirik pada pembeli. Kemudian berkata. “Han Tae Joo Sshi…”

Tae Joo agak berat hati menyapa kembali. “Ahhh yaaaa… Bu Kang.”

***

Mereka berdua pun masuk lift bersama.

“Han Tae Joo kamu amat beruntung.”

“Apa maksud anda?”

“Maksudku, keseimbangan antara pekerjaan dan hidup, hidup dengan aktivitas malam.kamu beruntung bisa menikmai hidup seperti itu. aku terlalu sibuk sampai melewatkan makan malam. Tapi kamu pulang cepat dan menikmati makan malam. Dunia sungguh tidak adil. kurasa itulah alasannya kamu hanya pegawai sedangkan aku manager umum.”

Sementara itu Tae Joo malah mengeluarkan makanan tuna mayonesnya. “Tuna dengan mayones. Anda mau?”

“Han Tae Joo Sshi… kamu kira aku bersikap sarkastik karena ini?”

“anda sedang sarkastik?” wkwkwkwkwkkwkw ngakak nihhh Tae Joo nggak peka ya. “anda mau atau tidak?”

“Tidak.”

“Baik kalau begitu.” dan pintu terbuka di lantai 14. Tae Joo pergi.

***

Jin Soo pulang ke rumahnya. Di dalam rumah, keadaan sangat berantakan dan tidak lama. Ada Da Bin yang diantarkan oleh neneknya.

“Kamu seharusnya datang dan menjemput Da Bin dahulu. Kamu baru pulang?” Tanya Mi Ok.

“Aku baru saja sampai.”

“Tetap saja. omong-omong, Mi Sun belum pulang?”

“Kurasa dia lembur malam ini. aku senang Ibu di sini. bisakah Ibu membuatkanku makan malam? Aku belum makan dengan benar sejak kemarin.”

“Aigooo… kekacauan apa ini? apa Mi Sun tidak berbenah sama sekali?”

“Bisakah Ibu berbenah juga? Aku mengenakan kemeja ini dua hari beruntun. Tidak ada lagi kemeja yang sudah disetrika. Bisakah ibu menyetrika kemejaku juga?”

“Kamu gila? Untuk apa Ibu melakukan itu?”

“Omma… kumohon.”

“Ibu bukan istrimu. Untuk apa Ibu melakukan itu?”

“Ibu mertuaku melakukan semua itu.”

“Kalau begitu, minta Ibu mertuamu. Ibu sudah kesulitan mngurus Da Bin seharian. Ibu harus memberinya makan dan menyajikan buah serta kudapan. Kamu kira ibu bersantai hari ini? Ibu tidak enak badan, jadi, tidak pergi main golf. Tapi ibu harus mengurus anakmu seharian. Kini kamu mau ibu membuatkan makan malam? Buat makan malammu sendiri!!! Ibu tidak peduli, ibu mau istirahat. Aku pergi!!!”

***

“Appa… aku lapar.” Ucap Da Bin pada ayahnya.

“Kamu tidak makan malam di rumah nenek?”

“Ya. aku tidak makan apa-apa. Nenek menyuruhku pulang dan makan malam.”

“Apa??? Ada apa dengan Ibuku????”

Tak lama.

Da Bin dan ayahnya makan mie instan.

“Da Bin, kamu tidak merindukan nenek?”

“Nenek yang mana?”

“Yang bekerja di restoran sup tulang sapi.”

“Ahhh aku tidak merindukannya.”

“Apa? Kamu cucu yang tidak tahu terima kasih. Kenapa kamu tidak merindukannya?”

“Aku lebih senang bersenang-senang dengan kakek. Kami bermain salon. Itu amat menyenangkan. Besok, aku mau menemui kakek lagi.”

“Ayolaaahh… apakah kamu tidak merindukan nenekmu?”

“Kita sebaiknya membiarkan dia beristirahat.”

“Yakkk Jung Da Bin!!!”

Da Bin bijak juga ya?

***

Mi Sun bersama rekan lainnya sedang makan dan minum.

Manager mangatakan. “Kita merayakan pencapaian cabang kita pada kuartal pertama. Serta kuharap kita bisa terus melampaui target mulai kini sampai selamanya. Serta, jika punya anak ketiga, aku akan menamainya Pak……”

Salah satu karyawan berkomentar. “Pak Park. Anda yakin bisa punya anak lagi?”

“Memangnya kenapa?”

“Tidak mudah membesarkan anak zaman sekarang.”

Dan Mi Sun terus saja menenggak soju. “Kenapa kalian. Kalian tidak minum?” Mi Sun bertanya pada dua rekannya yang lebih mudah.

“Tidak.”

“Kenapa?”

“Nanti wajahku bengkak jika makan selarut ini.”

Kemudian lainnya menjawab. “Aku sedang diet.”

“Aku akan minum untuk kalian. Aku akan meminum semuanya…..” Ucap Mi Sun.

“Yahhhhh ada apa dengan Mi Sun hari ini?” Tanya Pak Park.

Bersambung. klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *