Sinopsis Mother of Mine Episode 73

Sinopsis Mother of Mine Episode 73 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. awalnya, Tae Ju hanya terpaku sambil memandang kedai Emak. Ndilalah, Emak keluar untuk menyapu di luar.

Melihat Tae Ju yang ada di sana, Emak meminta Tae Ju untuk masuk dan makan.

Sudah repot-repot masak. Tae Ju akhirnya menanyakan perihal bagaimana masa kecil Mi Ri. Emak menjawab bahwa Mi Ri pinta dan cantik seperti ibunya.

Merasa sedikit keceplosan, Tae Ju mengatakan bahwa dia sudah tahu Mi Ri adalah anak angkat dari Ibu Park Sun Ja. Tapi Tae Ju juga berkata bahwa keluarganya tidak tahu Mi Ri anak angkat.

Masih penasaran. Tae Ju bertanya bagaimana orang tua asli Mi Ri? Emak menjawab jujur, ayah miri kecelakaan dan sudah meninggal, pernah bekerja di stasiun TV. Sementara itu Ibu Mi Ri meninggalkan Mi Ri pada dirinya karena Ibu Kandung Mi Ri sudah menikah lagi.

Tidak secara gamblang. Tapi kini dugaan Tae Ju makin menguat.

***

In Sook lagi-lagi memberikan uang pada anggota keluarganya yang hanya menjadi benalu. Ibu mertua dari kakak In Sook dikasih uang dan bilangnya malah kurang..

Dua anak remaja dikasih uang dan malas-malasan tidak bekerja. In Sook bahkan mengatakan akan memperkecil limit kartu kredit mereka karena sudah sepantasnya mereka mulai bekerja dan mandiri.

Tak cukup itu, uang juga diberikan pada In Ho, adik In Sook, karena dia diskors selama 3 bulan dan tidak punya penghasilan.

*ini makanya In Sook bilang ke Mi Ri bahwa dia beruntung punya saudari yang pekerja keras dengan caranya masing-masing.

In Sook juga mengatakan pada adiknya untuk tidak mengganggu kehidupan Tae Ju dan Mi Ri.

**

Emak menelepon Mi Ri. “Kamu bilang bahwa Omma bukan Ibu kandungmu?”

“Ya.”

“Kenapa memberitahunya? Ada hal yang seharusnya tidak diberitahukan ke suamimu. Kenapa kamu memberi tahu itu?”

“Aku tidak bermaksud begitu. Aku bermasuk menolak lamarannya dan itu tercetus begitu saja.”

“Bagaimana jika dia…. ahhh sudahlah.”

“Kenapa tbtb begini?”

“Tae Ju kemari. Katanya dia hanya lewat.”

“Dia tidak bilang akan mampir.”

“Aku memberinya makan.”

“Ohh terima kasih.” Telepon ditutup.

***

Tae Ju kalap dan masuk ke dalam mobil.

***

In Sook membeli buah di pasar. In Sook bahkan membayar dengan lebih untuk buahnya. Sambil mendoakan Ahjumma penjual dagangannya laris dan panjang umur.

Ia pergi ke semacam panti jompo. In Sook menemui Ibunya yang bertatapan benci pada In Sook.

“Aku di sini, Omma.  Aku membelikan makanan kesukaan Omma. Prem. Biar aku cucikan.”

Plastik langsung dirobek Ibu Gila. Buah berjatuhan. “Kamu anggap Ibumu semurahan ini? beraninya kamu membawakan buah yang didiskon.”

In Sook pun tetap mencuci buahnya.

“Bagaimana kabarnya?” ucap In Sook sambil mencuci buah.

“Bagaimana baik? Semuanya mengganggu.”

“Ini kamar terbaik yang ada.”

“Ibu tahu itu. Putri ibu terkenal. Ibu bisa tidur di kamar seperti ini. tahukah kamu bagaimana mereka menilai orang tua di sini? Semua dinilai berdasarkan berapa banyak uang mereka. Apa pekerjaan anak-anak mereka di luar sana adalah cara orang-orang menilai.”

“Lantas, hidup ibu pasti cukup baik.”

“Tidak sama sekali. Putriku berkunjung 2x dalam setahun.”

In Sook membawakan buahnya. “Aku juga berkunjung beberapa saat lalu. Serta, aku lebih sibuk dari dugaanmu.”

“Berikan premnya.”

In Sook memberikannya. Padahal tinggal comot. Nenek Gila makan dengan lahap.

“Omma pelan-pelan makannya.”

“Diam, jangan cerewet, memangnya kamu memberikan segalanya?”

**(

In Sook konsultasi dengan dokter.

Dokter berkata bahwa Nenek Gila suka bertengkar dengan yang lain, nenek gila juga suka menyombong dengan pasien di bangsal umum karena dia merasa dirinya adalah Nyonya Besar. In Sook pun meminta maaf atas kelakuan Ibunya.

**

Pak Park mengadu pada Mi Ri tentang kelakuan Na Do Jin yang malah ke sauna, karauke, mabuk-mabukan, dan malah membuatnya terjatuh karena membantu Na Do Jin yang mabuk.

Bukan hanya itu, Pak Park diminta bisa mengcopy ttd Na Do Jin agar bisa dipakai saat Na Do Jin tidak ditempat.

***

Mi Ri memanggil Na Do Jin. “Mulai besok. Tidak perlu datang ke kantor lagi. Pak Na Do Jin, kamu dipecat. Kamu bisa pergi sekarang.”

“Aku Paman suamimu.”

“Lalu kenapa?”

“Kurasa kamu belum dengar ini dari Pimpinan. Presdir Hansung Apparel berikutnya adalah aku, Kang Mi Ri. Serta Tae Ju akan menjadi pimpinan Grup Hansung berikutnya. Aku akan menyingkirkan wabah yang mengganggu Tae Ju.”

***

Emak meminta Jae Bum untuk tidak menyerah. Tapi Jae Bum malah tersenyum karena Mi Hye tidak menyukainya. Jae Bum bahkan mengatakan Woo Jin orang yang baik dari segala aspek. Woo Jin lah yang menarik Mi Hye untuk menulis lagi.

*saya tahu Woo Jin ada andil. Tapi Jae Bum juga menyemangati Mi Hye untuk nggak nyerah.

Jae Bum malah berkata. Orangtuanya bahkan tidak peduli padanya, usai wamil dan semua acara keluarga selama 10 tahun, Jae Bum ada di rumah Emak. Jae Bum sudah merasa menjadi anak Emak. Makanya masih ke kedai meski tahu Mi Hye tidak menyukainya.

*dan saya nangis lagi di sini. *cengeng banget.

**

Dan tbtb Woo Jin datang menemui Emak. Bukan untuk menemui Mi Hye.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *