Sinopsis Mother of Mine Episode 78

Sinopsis Mother of Mine Episode 78 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih buat yang masih setia ngikutin. Pas tulisan ini diposting, drama ini baru sampai 88 episode. Mending kan selisihnya 10. Minggu kemarin selisihnya 20. Wkwkwkwk.

In Sook kembali mengunjungi Ibunya di panti, ada In Ho yang lebih dahulu datang dan In Ho langsung pergi. Bahkan Ibu In Sook yang jahat menyembunyikan putranya yang tadinya datang.

“Aku tidak akan menjenguk Omma lagi.”

“Kamu mau pergi?”

“Ya. Aku akan pergi jauh.”

“Sebelum pergi, kamu harus memberi Ibu cukup uang. Ada Oppamu, In Ho dan keluarganya.”

“Jangan khawatir,”

“Kemana Seung Yeon? Di mana dia?”

“Kenapa Ibu ingin tahu. Tampaknya tadi In Ho mampir.”

“In Ho nampak sangat lusuh.”

“Aku juga tidak tahu. Aku menelantarkannya seperti kata Ibu. Bagaimana aku tahu? Ibu sudah cukup memorotiku!!!”

“Seorang direktur muda datang dan meminta In Ho pergi ke perusahaan lain. Jalang itu berkata bahwa In Ho dan keluarganya harus hidup sendiri tanpa memoroti dirimu. Temukan Seung Yeon agar adikmu bisa bekerja di situ lagi.”

“Omma. Kita sudahi saja. Mari kita mati saja.”

*Mi Ri terlihat ada di parkiran panti.

“Beraninya kamu menyuruh Ibu mati.” Ibu jahat pun mengamuk.

“Ibu menyuruhku membuang putriku. Bisa-bisanya ibu memintaku mengembalikan dia sekarang? Ibu tidak hidup layaknya manusia. Mati kita mati bersama.” In Sook menarik tangan Ibu jahatnya.”

“Putriku berusaha membunuhku. Tolong!!!!” Perawat dan dokter datang melerai. Saat itu Mi Ri datang mengintip.

“Teganya ibu memorotiku seumur hidup ibu? Ibu bilang menyesal melahirkanku. Mari kita mati saja!!!

Mi Ri yang datang pun menarik In Sook.

***

Mereka akhirnya bicara di luar. “Dia nenekku?”

“Ya.”

“kenapa anda hidup seperti ini? kenapa membiarkan keluarga anda memanfaatkan anda seumur hidup? Jika anda menelantarkanku seperti ini?”

“Apa kamu malu akan diriku? Aku juga malu akan diriku. Aku tahu kamu marah padaku. Aku juga marah kepada ibuku.”

“Bukan itu maksudku.”

“Aku tahu kamu membenciku setengah mati. Aku juga sangat ingin dia mati meski tidak bisa mengatakan dengan lantang.”

“Jangan coba membuatku bersimpati.” Ucap Miri. “Betapa pun sulitnya hidup karena keluarga anda. Menelantarkan putrimu tetap tidak termaafkan. And tahu putri anda di mana, setidaknya datanglah sesekali.”

“Aku gagal menjadi putri atau ibu. Itu mungkin sudah takdirku.”

***’

Keberadaan In Sook dan Miri dibuntuti oleh orang Na Do Jin. Kemudian Na Do Jin pun melapor kepada Na Hye Mi.

***

Nenek Mi Ok melihat Ahjumma yang menjaga Da Bin pergi. Nenek Mi Ok datang ke rumah Mi Sun dan rumah nampak sangat berantakkan. Di dalam kulkas banyak bir dan ternyata punya ahjumma.

Ahjumma pun kembali dan melihat kelakuan ahjumma. Nenek Mi Ok mulai memarahi ahjumma.

Di sisi lain, Jin Soo juga menelepon ayahnya untuk melihat keadaan rumahnya.

Karena melihat istrinya bertengkar. Kakek membawa istrinya pulang.

Pembantu jahat pun melapor pada Mi Sun dan mengadu domba Mi Sun dengan mertuanya.

***

Da Bin pulang sekolah. Tapi ahjumma tidak menjemputnya. Jadi Da Bin pergi sendirian ke tempat bus.

**

Mi Sun yang ditelepon dengan semua kekacauan di rumahnya akhirnya pulang.

Ia pun melihat ahjumma sedang mabuk-mabukan. Mi Sun tanya di mana Da Bin. Sedangkan waktu sudah menunjukkan jam 5.

Mi Sun kalap anaknya ilang.

Jin Soo, kakek dan neneknya pun kalap karena Da Bin menghilang karena Ahjumma tidak bertanggung jawab.

Ahjumma dijambak nenek Mi Ok abis-abisan.

***

Tae Ju menangis di depan rumah Emak. Emak pun mendatangi Tae Ju.

“Ada masalah apa?” tanya emak.

Emak pun memeluk Tae Ju yang menangis.

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *