Sinopsis Mother of Mine Episode 8 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 8 Part 1

Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Dua rekan Mi Sun seperti biasanya bergosip di dalam WC.

“Bu Kang Mi Sun kenapa? dia tidak pernah datang ke makan malam tim.”

“Mungkin suami atau mertuanya membuat sangat stres.”

“Lalu dia melampiaskan stresnya kepada kita?”

“Kurasa begitu.”

“Menyebalkan sekali.”

“Dia amat menjengkelkan.”

Mi Sun kemudian keluar dari toilet dengan wajah marah.

***

Rekan Mi Sun di meja restoran bicara dengan Managernya. “Pak Park. Ibu mertuaku sakit, jadi, aku harus ke rumah sakit dan menggantikan suamiku. aku harus pergi. Aku sangat ingin di sini lebih lama.”

“Bu Seo,  bukankah katamu mertuamu sudah meninggal tahun lalu?”

“Ya. tapi itu tahun lalu. Tahun ini dia sakit. Ada tiga anakku kelaparan di rumah sedang menungguku. Intinya, dia sedang sakit. Sampai jumpa Pak Park.” Kemudian Seo pun pergi.

***

Mi Sun berkata pada dua rekannya. “Beraninya kalian menjelek-jelekkan senior kalian? Akan aku habisi kalian. Kalian pikir akan melajang selamanya? Kalian berpikir tidak akan berkeluarga atau punya anak?”

“Aku tidak mau menikah.” Ucap rekannya..

“Memangnya kamu bebas memutuskan itu?” Ucap Mi Sun.

“Meskipun menikah, aku tidak mau punya anak.” Ucap yang lainnya.

“Kalian sungguh berpikir semua akan berjalan sesuai dengan rencana? Kalian pikir aku yang memilih menjalani hidup seperti ini? camkan kata-kataku. Kalian tidak bisa menjamin bagaimana jalan hidup kalian. Semua wanita itu bernasib sama. tidak bisakah kalian menoleransi dan memihakku? Apa permintaanku berlebihan? Beraninya kalian membicarakanku di belakang? Jaga ucapan kalian!!!” Mi Sun pun teriak. “Apa itu tadi? Aku kenapa hari ini? kalian sendiri bagaimana? Kalian hanya makan sayur saat makan malam tim. Yak!!! Anak muda cantik dan kurus. Jangan terlalu sombong. Aku mengabdikan diriku pada perusahaan. Aku melakukan yang terbaik untuk membesarkan anak. Kalian harus berterima kasih kepadaku karena sudah hidup dengan baik di negara ini. kalian harus berterima kasih. Kalian amat beruntung. Cuma mau berdiri saja?”

Kemudian keduanya memberi hormat. “Neee… Sunbaenim. Terima kasih.”

“Awas kalian bersikap sombong lagi. Jangan macam-macam.”

***

Mi Sun pulang dalam kondisi mabuk.

Jin Soo bertanya. “Ada apa denganmu? Kamu habis minum?”

“Aku ada makan malam tim.”

“Makan malam tim?”

“Memang kenapa? tidak boleh? Yak Jung Jin Soo… bukan hanya kamu yang mau dipromosikan. Aku juga mau dipromosikan. Aku sungguh mau dipromosi!!! Karena itulah aku ikut minum.. ada masalah dengan itu? kamu keberatan???”

Jin Soo berkata. “Yak… kupikir kamu akan berhenti bekerja. kenapa malah ikut minum jika mau berhenti? Kamu akan bersikap begini terus? Kamu meninggalkan Da Bin sendiri dan pulang dalam keadaan mabuk. Lihatlah rumah ini! berantakkan sekali.” Namun Mi Sun malah pergi tidur.

***

Dengan berbekal membelikan baju baru. Jin Soo memberanikan diri pergi ke kedai mertuanya. Sebelum masuk ke kedai. Jin Soo sudah memperingati Da Bin.

“Yakk Jung Da Bin. Ayah suruh kamu apa? Kamu harus bagaimana saat menemui nenek?”

“Haelmoni… aku merindukan nenek.”

“Lalu?”

“Ini masih sakit. Bisa tolong tiupkan?”

“Bagus. Anak ayah memang pintar. Kamu hanya perlu melakukan itu, ya?”

“Lantas, dia akan datang ke rumah kita lagi?”

“Mari kita wujudkan itu!!!”

***

Da Bin dan Jin Soo masuk dan disapa oleh paman Young Dal. Tapi Emak masih saja cemberut.

“Ibu, bagaimana kabar Ibu mertua?” Ucap Jin Soo. “Aku datang.”

Da Bin pun berlari pada neneknya yang sudah menangis. “Cucu kesayangan nenek, cucu nenek satu-satunya. Cucu mungil nenek sudah datang.”

“Haelmoni… aku merindukan nenek.” Da Bin pun akting.

“Sungguh? Nenek juga merindukanmu. Coba lihat lukamu. Bagaimana?”

“Aku sudah sembuh.”

“Pasti sakit sekali. Maafkan nenek. Nenek sungguh minta maaf.”

“Tidak apa-apa. Maaf aku sudah memaksa nenek untuk bermain ayunan.”

“Aigoo… aigooo… cucuku baik hati sekali. Da Bin, maafkan nenek.”

Jin Soo berkata. “Bagaimana kabar Ibu? Aku datang…” Jin Soo akan memberikan bingkisan namun dicegah oleh Paman Young Dal.

***

Jin Soo dan Da Bin kini makan bersama.

“Sup tulang sapi buatan Ibu yang terbaik di antara semuanya.” Ucap Jin Soo mencoba memuji. Ada maunya aja niii orang. “Da Bin sangat merindukan Ibu karena Ibu sudah beberapa hari tidak datang.”

“Ada hidangan pendamping di rumah?”

“Tidak. Benar-benar tidak ada makanan. Tidak akan ada sosis tanpa Ibu. Juga, Ibunya Da Bin sangat menyesal. Aku sudah memarahinya. Aku bilang… kenapa kamu melampiaskan kemarahanmu kepada Ibumu lalu mengecewakan dirimu sendiri, ibumu, dan aku?. Mi Sun pun mulai menyesalinya dan mengatakan perbuatannya salah.”

“Lantas. Mi Sun sudah berhenti bekerja?”

“Apa maksud ibu? Tidak. Dia tidak berani menanyai Ibu dan bertanya-tanya akankah ibu datang besok atau lusa.”

“Tapi itu bukan urusanku.”

“Ibu…”

“Cukup! Pergilah jika sudah selesai. Ibu masih ada pekerjaan. Pulanglah dengan Da Bin.”

Jin Soo berusaha mengejar Mertuanya yang pergi namun dihentikan oleh Paman Young Dal.

***

Mi Hye datang kembali ke tempat penerbitan dengan mengendap-endap. Di dalamnya ada Peter yang sedang mewawancari calon pegawai baru. dan lagi-lagi calon pegawai pun kabur ketika Dol Dam menggong-gong.

Peter pun membuang kardus di depan rumah. Mi Hye bersembunyi untuk kemudian melihat apa yang telah dibuang oleh Peter. Angin kencang pun menerbangkan kertas-kertas yang ada. hingga Mi Hye pun tahu bahwa naskahnya telah dibuang begitu saja.

Wajah Mi Hye nampak menakutkan.

Kok lama-lama Mi Hye ini lumayan ngeselin ya?

lanjut ke bagian 2 klik di sini episode selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *