Sinopsis Mother of Mine Episode 84

Sinopsis Mother of Mine Episode 84 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca yaa… wkwkwkkw duhhhh mau kesusul episodenya juga eehhh ada episode baru.

Jae Bum mendatangi Emak dan melakukan salam perpisahan karena dia sudah ditolak mentah-mentah oleh Mi Hye. Jae Bum amat sangat berterima kasih pada Emak yang selalu memberi dia makan.

Jae Bum juga berpamitan pada Paman. Mi Hye juga.

Karena hal tersebut, Mi Hye dihajar dan dimarahi habis-habisan oleh Emak.

Selain Jae Bum, Mi Sun juga mengucapkan selamat tinggal pada rekan kerjanya. Tekad Mi Sun sudah bulat untuk keluar dari pekerjaannya.

Usai berpamitan, barulah Mi Sun mengatakannya pada mertuanya. Nenek Mi Ok malah memarahi Mi Sun.

***

Dengan wajah yang nampak masih penuh dengan kesedihan. Mi Ri membeli buku ibu dan anak.

***

Kedai In Ho diacak-acak orang suruhan Pimpinan Han. Bukan hanya itu, tapi rumah In Sook juga diacak-acak. Rekening mereka semua pun telah dibekukan.

Pimpinan sangat berpikiran buruk pada In Sook bahwa In Sook hanya berpura-pura tidak menyetujui pernikahan Tae Ju dan Mi Ri.

“Ambil semuanya. Milikku. Milik keluargaku. Ambil kembali semuanya. Tidak ada lagi yang bisa aku katakan.” Ucap In Sook. “aku tidak lagi mengharapkan apapun.”

“Sungguh tidak mengharapkan apapun?” Ucap Pimpinan.

Pimpinan pun menyuruh orangnya untuk menyeret Mi Ri datang.

***

Mi Ri ada di rumah emak. Ia sedang membaca buku dan Tae Ju menunggunya di tempat parkir. Tae Ju membawa Mi Ri ke dalam hotel.

“ada apa?”

“Matikan ponselmu dan tinggalah di sini sementara. Jangan temui siapapun.” Kemudian Tae Ju pergi kembali.”

***

“Dasar tidak tahu diri. Kamu menipuku.” Ucap Pimpinan pada In Sook.

“Anda tidak boleh mengusiknya. Semua pemberian anda kepadaku sudah anda ambil kembali. Anda tidak boleh mengusik dia.”

“Akhinya kamu mengakuinya. Sudah kuduga. Sudah kuduga ini akan terjadi. Lantas, memang benar Kang Mi Ri itu putrimu, bukan?”

“Ya. Anda benar. Dia putriku. Aku bangga padanya. Aku meninggalkan dia pada keluarga miskin dan dia bisa sukses dengan kemampuannya. Dia putri yang aku terlantarkan di depan restoran sup tulang.”

“Akan kubuat kamu membayarnya.”

“Salah satu solusinya adalah jika aku menghilang. Lagi pula, anda akan membuangku saat aku sudah tua dan tidak berguna, bukan?”

“Apa? Pertunjukkanmu yang lain? Jangan berani-berani berpikir bisa lolos lagi.”

“Aku sudah mendapatkan hukumannya dari Tuhan. Anda juga akan mendapatkan hukuman. Anda akan merasakan rasa sakit yang sama seperti kejahatan anda. Juga, jangan mencoba mencari masalah dengan putriku.”

***

In Sook pergi membawa mobilnya. Saat diperempatan. Mi Ri melihat mobil Ibunya dan putar balik mengikuti In Sook ke mana dia pergi.

Dalam perjalanan. In Sook mengingat kenangannya bersama Mi Ri.

Sampilah di sungai Han. In Sook akan bunuh diri. Mi Ri langsung mengejarnya.

“OMMAAAA!!!!! Tidak. Kumohon jangan lakukan itu.”

Mi Ri langsung menghampiri Ibunya, *ini emosional banget.

“Siapa Ibumu? Aku bukan ibumu. Aku tidak bisa menjadi Ibumu.”

“Aku hamil. Aku sedang mengandung. Setidaknya ibu harus memasakkanku setelah aku melahirkan. Ibu tidak pernah melakukan apapun untukku. Jika mau bunuh diri, setidaknya jadilah ibuku walaupun dalam waktu sebentar.”

In Sook lemes. Mi Ri terus menangis.

Tae Ju akhirnya datang.

In Sook dan Mi Ri pun berpelukan. Saat itu sedikit gerimis.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Komentar.

Adalah episode yang menyedihkan. Saya menangis dibuatnya. Baik Mi Ri, Emak dan In Sook benar-benar aktris yang hebat. Dan entah kenapa, posisi Tae Ju begitu lemah di mata saya karena harus dapat perlindungan Mi Ri dan In Sook di depan ayahnya sendiri.

Kali ini…. Mi Ri benar-benar niat memanggil Omma… hatiku tersayat juga. Hiks.

Untuk Mi Sun yang akhirnya jadi IRT, pasti menjadi kisah banyak orang. Kalian tahu nggak? Mi Sun bahkan berkata tidak akan membiarkan Da Bin menikah ketika dia dewasa.

Isu ini akan memperkuat korea selatan menjadi negara yang penduduknya berkurang karena angka kelahiran yang minim. Orang korea rata-rata enggan menikah dan punya anak. biaya hidup di negara itu sungguh tinggi. Menjadi ibu pekerja dan punya anak kecil menjadi amat sangat dilema. *kalian bisa baca artikelnya di tirto dot id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *