Sinopsis Mother of Mine Episode 9 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 9 Part 1

Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Untuk selengkapnya ada ditulisan yang ini yaaaaaaaa…

Kembali ke Tae Joo yang dikunjungi Presdir. “Ibu sudah menunggu lama?” Tanya Tae Joo.

“Tidak,Ibu baru saja tiba.”

“Bagaimana rumahnya?apa kamu menyukainya?”

“Sebenarnya ini agak terlalu besar.”

“Kamu tidak perlu hidup susah lagi. Ibu rasa sekarang kamu tidak perlu mencari masalah lagi. Jadi, ibu menyiapkan rumah ini untukmu. Ini dekat dengan kantormu. Serta ini melindungi privasimu. Kamu butuh perabot lagi?”

“Tidak, ini sudah cukup.” Tae Joo pun memegang tangan Ibunya. “Ini sudah cukup, Omma. Sungguh, ini sungguh cukup. Alih-alih itu, bisakah ibu mengizinkanku untuk memelukmu?”

Tae Joo pun memeluk Ibunya. “selamat sudah lolos di perusahaan.”

“Ohhh…. suatu kerhormatan bisa melayani presdir.” Tae Joo pun memberi hormat dan keduanya tertawa. “Aku akan berusaha yang terbaik.”

“Kamu sudah makan malam?”

“Belum.”

“Bagus. Mari makan malam. Mandilah.”

“Baik.”

***

Ibu pun meyiapkan makanan untuk Tae Joo. “Seperti biasa ibu tidak membuatnya, ibu hanya membawa yang dimasak pembantu. Ibu juga membawa beberapa lauk untukmu. Kamu harus makan dengan baik saat tinggal sendiri. kulkas kosong.”

“Aehhh tetap saja lebih enak jika ibu yang memasak.” Tae Joo mencicipi makananya. “Menurutku masakan ahjumma nilainya 80 dari 100.”

“kenapa kamu tidak lebih sering pulang? dia merindukanmu.”

“Aku akan pulang ke rumah saat semua sudah tenang.”

“Baik. Datang dan sapa ayahmu juga.”

“Ayah apa kabar?”

“Kamu tidak menelponnya?”

“Tidak.”

“Kenapa?” Tanya Ibu serius.

“Kukira aturan keluarga kita adalah tidak menelpon ayah sebelum dia menelpon lebih dahulu.”

“Dia sudah menua, dia akan senang kamu telpon. Bagaimana jika kamu mencoba menelponnya besok?”

“Baik.”

“Bagaimana pekerjaanmu?”

“Menyenangkan.”

“Apakah susah?”

“Tidak.”

“Ibu dengar, Kang Mi Ri sangat tegas.”

Tae Joo pun sampe keselek mendengarnya. “Tidak apa-apa. Banyak yang bisa dipelajari darinya.”

“Para eksekutif menyukai kompetensinya. Tetap saja, bicaralah dengan ibu jika kamu kesulitan.”

“Jangan cemas. Aku sudah 32 tahun.”

“Ibu tahu. Ibu tidak menyangka kamu sudah 32 tahun.”

“Sebenarnya aku agak cemas gagal ujian perusahaan.”

“Ibu tahu kamu akan berhasil. Kamu anak Ibu.”

Tae Joo tertawa mendengarnya. “benar ommonie.”

***

Yang mimpi buruk malam yang sama malah Kang Mi Ri. Bayangan saat ia dibuang kembali muncul.

Saat itu musim salju. Ada perlintasan kereta dan kereta sedang melintas saat Mi Ri digandeng sambil menangis.

“Ommaaaa…” saat itu Jeon In Suk hanya diam saja menggandeng anaknya yang menangis.

Mi Ri pun terbangun. Ia melihat tas dan jasnya tergeletak di lantai begitu saja. sementara waktu menunjukkan pukul 02.59. Ia kemudian meminum air. Nampak kesedihan ia rasakan begitu mendalam.

Bayangan itu kembali lagi.

Kedai Chuncheon… Mi Ri dibuang sambil menangis. Ia hanya menatap punggung ibunya yang pergi.

Mengingatnya, membuat Mi Ri berkaca-kaca hingga menangis. Pagi ini, tangis pecah.

***

Paginya, Tae Joo sudah melihat Mi Ri di pusat kebugaran. Ia hanya melihat dan tidak menyapa.

***

Saat Tae Joo akan masuk ke kantor, ia mencari kartu identitasnya di kantong. Namun tak ditemukan. Tae Joo pun mengingat kemungkinan kartunya jatuh di rumah Mi Ri.

Mi Ri pun muncul. “Kamu lupa membawa kartumu?”

“Ya.”

Mi Ri pun menempelkan tanda pengenalnya. “Kamu bernyali melupakan tanda pengenalmu.”

Tae Joo masih belum masuk. “Bu Kang…bisakah anda membiarkanku masuk?”

“Orang-orang biasanya amat senang direkrut sampai tidur memakai tanda pengenal selama minimal 3 bulan. Kurasa kamu pengecualian. Apa kamu meninggalkannya di suatu tempat setelah minum-minum?” wkwkwkwkkw kalau tahu ada di dia bisa tengsin nih….”

“Apa?Minum-minum?”

“…. atau kamu menjatuhkannya di suatu tempat setelah memakainya untuk meniduri wanita? Kudengar wanita suka pria yang bekerja di sini. jadi, para pria itu sengaja memakai tanda pengenal di bar. Kurasa kamu pria kekanak-kanakkan yang sama.” Mi Ri bakalan kena batunya dengan ucapannya ini.

“Bu Kang…””

“APAAA???”

“Bisakah anda membiarkanku masuk?”

“Minta resepsionis melakukan itu. tibalah di ruangan pukul 09.00. atau kamu akan dianggap terlambat.” Mi Ri melengos pergi. Dobel menyesal ini maaahhh nantinyaaaa ceuuuuuu….

***

Tae Joo akhirnya ke resepsionis. “Permisi, aku Han Tae Joo dari tim pemasaran. Maaf, tapi tanda pengenalku hilang.”

“Ohh begitu. lantas akan kuberi tanda pengenal sementara.”

“Baik.”

***

Emak berjalan dengan mengomel usai bertengkar dengan besannya. “Aku tidak percaya ini!!!”kemudian ia masuk ke kedai dan mematikan radio karena Paman Young Dal sedang melakukan olahraga.

“Aku sedang melakukan peregangan. Karena tubuhku terasa kaku.” Ucap Paman saat radionya dimatikan. “Bergerak seharian membuat tubuhku nyeri. Aku juga merasa kebas. Noonim, kurasa kita harus melakukan peregangan secara teratur lagi.”

“Mulai lagi apanya?” Emak mengomel. Kemudian minum seperti sangat haus. “Jika dia bukan besanku, aku pasti sudah….”

“Terjadi sesuatu di rumah Mi Sun?”

“Jangan tanya.”

Emak mengambil telponnya dan menelpon Mi Sun. “ada apa ibu? Apa terjadi sesuatu?”

“Ya. ada hal serius terjadi.”

“Apa? Da Bin terluka lagi?”

“Apa hanya itu yang kamu pedulikan? Kamu tidak peduli sama sekali dengan Ibumu?”

“Lantas ada apa? Da Bin menyusahkan lagi?”

“Bukan Da Bin tapi Ibu mertuamu. Dia bukan hanya menyusahkan. Dia mengamuk karena ibu berdebat dengannya.”

“Omma bertengkar dengan ibu mertua?” Mi Sun pun kaget. “Apa Ibu sudah gila? Kenapa bertengkare dengan dia? kenapa ibu melakukan itu?”

“Ibu juga tidak mau!!!! Dia mencari masalah dengan ibu lebih dahulu. Dia menyebut ibu bodoh.”

“Apa?”

“Serta dia bilang ibu bertingkah karena mengasuh Da Bin. Aigooo… dialah yang selama ini bertingkah. Tapi malah menuduh Ibu. Dia sungguh tidak tahu cara bicara dengan benar. Ibu yang seharusnya seperti itu.”

“Omma seharusnya menahan diri demi kebaikanku.”

“Memangnya kenapa? Ibu harus mengatakan yang ingin ibu katakan.” Yaaappp bener banget Mak. Hajar aja bila perlu.

“Jadi, Ibu berkata apa?”

“Ibu menyuruhnya mengurus Da Bin mulai sekarang kerena dia yang pintar. Serta untuk mengurus pekerjaan rumah tanggamu.”

“Omaaaaa…” Mi Sun seperti biasanya malah merengek.

“Jangan melakukan apapun. Ibu akan memberikan pelajaran kali ini. dia mungkin menelponmu. Matikan ponselmu.”

“Apa yang akan ibu lakukan?”

“Ibu berencana membuatnya panik setengah mati.” Emakkk penuh dengan kebenciaaaaaaannnn…

“Membuatnya panik setengah mati?”

“Ya. jadi, jangan khawatir. Bekerja saja yaaaa…sampai nanti.”

Telpon ditutup. Paman Young Dal berkata. “Noonim… keren sekali.” Sambil mengacungkan jempolnya. “KAKAK YANG TERBAIK!!!”

Emak malah nyembur dan Paman kaget. Wkwkwk. “Yak!!!!apa yang kamu lakukan? Bersiaplah membuka restoran.”

“Ya.”

Lanjut ke bagian 2 yakkk…. klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *